
Momuung.com – Melihat gumoh bayi baru lahir bercampur darah tentu bisa membuat Mommy panik. Apalagi jika muncul bercak merah atau warna merah muda pada muntahan Si Kecil. Banyak orang tua langsung khawatir bahwa bayi mengalami perdarahan serius.
Padahal, pada sebagian besar kasus, Darah pada gumoh bayi baru lahir justru bukan berasal dari tubuh bayi. Darah tersebut sering kali berasal dari darah Mommy yang tertelan saat proses persalinan atau ketika menyusu dari puting yang sedang lecet atau berdarah.
Meski begitu, kondisi ini tetap tidak boleh diabaikan. Ada penyebab yang tergolong normal dan akan membaik dengan sendirinya, tetapi ada juga yang memerlukan pemeriksaan oleh dokter.
Lalu, apa saja penyebab bayi baru lahir gumoh campur darah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering membuat gumoh bayi tampak bercampur darah.
Salah satu penyebab paling sering bayi baru lahir gumoh campur darah adalah darah yang berasal dari puting Mommy, bukan dari tubuh Si Kecil.
Saat puting lecet atau berdarah, sedikit darah dapat bercampur dengan ASI saat bayi menyusu. Darah tersebut kemudian ikut tertelan dan bisa keluar kembali ketika bayi gumoh. Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya bagi bayi.
Meski begitu, Mommy tetap perlu mencari penyebab puting yang terluka agar proses menyusui menjadi lebih nyaman dan luka tidak terus berulang.
Beberapa penyebab puting berdarah yang sering terjadi antara lain:
Selain memperhatikan kondisi puting, Mommy juga perlu mengamati seperti apa gumoh yang dialami Si Kecil. Pasalnya, tidak semua gumoh menandakan kondisi yang sama. Jika gumoh terjadi sangat sering, jumlahnya banyak, atau disertai bayi tampak tidak nyaman setelah menyusu, ada kemungkinan penyebabnya berbeda dari gumoh biasa. Agar lebih mudah mengenali perbedaannya, yuk pelajari juga Gumoh Biasa atau Gejala GERD? Kenali Perbedaannya pada Bayi sehingga Mommy dapat mengetahui kapan gumoh masih tergolong normal dan kapan perlu berkonsultasi ke dokter.
Jika gumoh berdarah muncul dalam beberapa jam pertama setelah Si Kecil lahir, salah satu penyebab yang paling mungkin adalah bayi menelan darah Mommy saat proses persalinan.
Hal ini dapat terjadi ketika bayi melewati jalan lahir sehingga tanpa sengaja menelan sedikit darah yang berasal dari perdarahan normal selama persalinan. Setelah lahir, darah yang sudah tertelan tersebut dapat keluar kembali melalui gumoh atau muntah. Pada beberapa bayi, darah juga bisa terlihat pada feses dalam satu hingga dua hari pertama kehidupan.
Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan bukan merupakan tanda bahwa bayi mengalami perdarahan di saluran cernanya. Setelah seluruh darah yang tertelan keluar, gumoh biasanya akan kembali normal tanpa memerlukan penanganan khusus.
Meski begitu, Mommy tetap sebaiknya memberi tahu dokter atau tenaga kesehatan jika menemukan darah pada gumoh Si Kecil. Dokter dapat memastikan apakah darah memang berasal dari proses persalinan atau perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan penyebab lain yang lebih serius.
Pada kondisi yang cukup jarang, gumoh atau muntah yang terjadi sangat kuat dapat menyebabkan robekan kecil pada lapisan kerongkongan (esofagus). Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Mallory-Weiss tear.
Robekan kecil tersebut dapat menyebabkan sedikit perdarahan sehingga Mommy mungkin melihat bercak darah pada gumoh Si Kecil.
Beberapa hal yang perlu Mommy ketahui:
Pada beberapa bayi, darah pada gumoh juga dapat berasal dari iritasi ringan atau cedera pada saluran pencernaan bagian atas, seperti tenggorokan atau kerongkongan.
Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi yang menjalani tindakan medis tertentu setelah lahir, misalnya pemasangan selang nasogastrik (NGT) untuk membantu pemberian nutrisi atau mengeluarkan isi lambung. Saat selang dimasukkan, lapisan hidung, tenggorokan, atau kerongkongan dapat mengalami iritasi ringan sehingga muncul sedikit perdarahan.
Beberapa hal yang perlu Mommy ketahui:
Meski jarang, gangguan pembekuan darah juga dapat menjadi penyebab bayi baru lahir gumoh campur darah. Pada kondisi ini, tubuh bayi lebih sulit menghentikan perdarahan sehingga darah dapat muncul dari berbagai bagian tubuh, termasuk saluran cerna.
Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB), yaitu perdarahan akibat tubuh bayi kekurangan vitamin K.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Pada sebagian bayi yang mengonsumsi susu formula berbahan dasar susu sapi, alergi protein susu sapi dapat menyebabkan peradangan pada saluran cerna.
Akibatnya, dapat muncul perdarahan ringan yang membuat darah terlihat pada muntahan atau tinja bayi.
Meski demikian, penyebab ini jauh lebih jarang dibandingkan darah yang berasal dari puting Mommy atau darah yang tertelan saat persalinan. Biasanya bayi juga disertai gejala lain, seperti:

Pada banyak kasus, gumoh campur darah pada bayi baru lahir bukanlah kondisi yang berbahaya, terutama jika darah berasal dari puting Mommy yang lecet atau darah yang tertelan saat proses persalinan. Meski begitu, Mommy tetap perlu memperhatikan kondisi Si Kecil secara keseluruhan.
Segera bawa Si Kecil ke dokter apabila gumoh berdarah disertai salah satu atau beberapa tanda berikut:
Saat memeriksa Si Kecil, dokter biasanya akan menggali beberapa informasi untuk membantu mencari penyebab gumoh berdarah, seperti:
Informasi tersebut akan membantu dokter menentukan apakah darah kemungkinan berasal dari darah yang tertelan atau justru berasal dari saluran cerna bayi, sehingga penanganan yang diberikan bisa lebih tepat sesuai penyebabnya.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.