Studi Ungkap Pengalaman Ibu Melahirkan dan Menyusui Kerap Terabaikan

Momuung.com – Perjalanan menjadi seorang ibu tidak hanya tentang kehamilan, persalinan, dan Menyusui. Di balik setiap proses tersebut, ada berbagai emosi yang dirasakan Mommy, mulai dari bahagia, cemas, lelah, hingga takut. Sayangnya, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa pengalaman emosional ibu melahirkan dan menyusui masih sering kurang mendapatkan perhatian, baik dari lingkungan sekitar maupun dalam pelayanan kesehatan.
Selama ini, banyak pembahasan seputar kehamilan dan menyusui lebih berfokus pada kesehatan bayi, kualitas ASI, atau keselamatan persalinan. Padahal, Kesehatan mental ibu, rasa nyaman, dan hak Mommy untuk terlibat dalam setiap keputusan medis juga sama pentingnya.
Lantas, apa yang sebenarnya ditemukan dalam penelitian tersebut? Yuk, simak penjelasannya.
DAFTAR ISI
Pelayanan Medis Masih Lebih Berfokus pada Kondisi Fisik
Selama masa kehamilan, persalinan, hingga menyusui, tujuan utama pelayanan medis tentu adalah menjaga keselamatan Mommy dan Si Kecil. Karena itu, tenaga kesehatan umumnya akan lebih banyak memantau kondisi fisik, seperti:
- perkembangan dan kesehatan janin,
- proses persalinan,
- kualitas ASI,
- kondisi bayi setelah lahir,
- serta upaya mencegah komplikasi yang dapat membahayakan ibu maupun bayi.
Semua hal tersebut memang sangat penting. Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa perhatian terhadap pengalaman yang dirasakan ibu sering kali belum mendapatkan porsi yang sama. Misalnya, bagaimana kondisi kesehatan mental Mommy, rasa cemas yang dialami, tingkat kenyamanan selama menjalani perawatan, hingga kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau ikut mengambil keputusan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan.
Akibatnya, dalam beberapa situasi, prosedur medis lebih banyak berfokus pada hasil klinis, sementara pengalaman dan kebutuhan emosional ibu menjadi kurang diperhatikan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang baik, dukungan emosional, serta keterlibatan ibu dalam pengambilan keputusan dapat membantu Mommy merasa lebih tenang, meningkatkan kepuasan terhadap pengalaman melahirkan, dan mendukung proses pemulihan setelah persalinan maupun perjalanan menyusui.
Karena itu, memilih fasilitas kesehatan yang tidak hanya mengutamakan keselamatan ibu dan bayi, tetapi juga mendukung proses menyusui serta menghargai keputusan Mommy, menjadi hal yang tidak kalah penting. Jika Mommy masih bingung menentukan tempat bersalin yang tepat, yuk pelajari panduan lengkap 5 Tanda Rumah Sakit Pro ASI dan Tips Memilih Tempat Bersalin yang Tepat agar Mommy bisa lebih siap menyambut persalinan dengan nyaman dan percaya diri.
Banyak Ibu Merasa Tidak Didengar Saat Menyusui
Menyusui tidak selalu berjalan mulus bagi setiap ibu. Ada Mommy yang mengalami puting lecet, produksi ASI yang belum stabil, bayi sulit menyusu, hingga kelelahan fisik dan emosional. Sayangnya, sebuah penelitian di Quebec, Kanada, tahun 2024 menemukan bahwa sebagian ibu merasa pengalaman tersebut belum sepenuhnya dipahami atau ditanggapi dengan empati oleh lingkungan maupun tenaga kesehatan.
Dalam studi yang melibatkan 944 perempuan, sekitar 20% responden melaporkan pernah mengalami pengalaman yang membuat mereka merasa kurang nyaman selama masa menyusui, seperti:
- Menerima komentar atau nasihat yang terasa menghakimi.
- Merasa didorong untuk terus menyusui meskipun sedang mengalami nyeri yang berat.
- Tidak mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai pilihan atau alternatif yang tersedia.
- Merasa kebutuhan fisik, kesehatan mental, dan kondisi emosional mereka kurang menjadi perhatian.
Tidak sedikit Mommy juga mengaku bahwa saat mereka menyampaikan keluhan seperti rasa sakit, stres, cemas, atau kelelahan, respons yang diterima justru membuat mereka merasa keluhan tersebut dianggap sebagai hal yang “normal” sehingga dukungan yang dibutuhkan tidak selalu diberikan.
Padahal, keberhasilan menyusui tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh kesehatan mental dan kesejahteraan emosional ibu. Ketika Mommy merasa didengar, mendapatkan informasi yang jelas, serta didampingi tanpa rasa dihakimi, proses menyusui cenderung menjadi lebih nyaman dan kepercayaan diri dalam merawat Si Kecil pun dapat meningkat.
Pengalaman Melahirkan Tidak Hanya Dinilai dari Hasil Akhir
Penelitian lain terhadap 271 perempuan yang melahirkan dalam dua tahun terakhir juga menemukan bahwa pengalaman persalinan dipengaruhi bukan hanya oleh hasil medis, tetapi juga oleh cara pelayanan diberikan.
Sebanyak 78% peserta melaporkan pernah mengalami setidaknya satu pengalaman yang mereka anggap kurang menyenangkan selama persalinan.
Beberapa pengalaman yang paling sering dilaporkan antara lain:
- komunikasi yang kurang empatik dari tenaga kesehatan,
- tindakan medis yang dirasakan kurang dijelaskan terlebih dahulu,
- rasa sakit yang dianggap sepele,
- serta rencana persalinan yang telah disusun sebelumnya tidak banyak dipertimbangkan.
Dari sisi medis, prosedur tersebut umumnya dilakukan untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa cara tenaga kesehatan berkomunikasi serta melibatkan ibu dalam pengambilan keputusan juga sangat memengaruhi pengalaman melahirkan secara keseluruhan.
Pengalaman Mommy Juga Termasuk Informasi Medis yang Penting
Penelitian ini mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan sebaiknya tidak hanya berfokus pada hasil pemeriksaan atau angka-angka medis.
Perasaan Mommy, seperti rasa takut, cemas, nyeri, kelelahan, hingga kenyamanan selama menjalani kehamilan, persalinan, dan menyusui juga merupakan informasi penting yang seharusnya ikut dipertimbangkan saat menentukan perawatan.
Dengan kata lain, pelayanan perinatal yang ideal bukan hanya menjaga keselamatan fisik ibu dan bayi, tetapi juga:
- menghormati keputusan Mommy terhadap tubuhnya sendiri,
- memberikan penjelasan sebelum melakukan tindakan medis,
- mendengarkan keluhan tanpa menghakimi,
- serta mendukung kesehatan mental ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui.
Pendekatan seperti ini dikenal sebagai woman-centered care, yaitu pelayanan yang menempatkan kebutuhan, preferensi, dan pengalaman ibu sebagai bagian penting dari proses perawatan.
Mommy Berhak Didengar dan Dihargai
Setiap perjalanan menjadi ibu tentu berbeda. Ada yang menikmati proses menyusui, ada pula yang menghadapi berbagai tantangan. Ada yang melahirkan sesuai rencana, tetapi tidak sedikit pula yang harus menjalani persalinan dengan kondisi yang berbeda dari harapan.
Apa pun pengalaman Mommy, ingatlah bahwa perasaan tersebut valid.
Jika Mommy merasa cemas, kesakitan, bingung, atau memiliki pertanyaan selama hamil, melahirkan, maupun menyusui, jangan ragu untuk menyampaikannya kepada tenaga kesehatan. Komunikasi yang terbuka dapat membantu Mommy mendapatkan penjelasan, dukungan, dan perawatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Karena pada akhirnya, pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya bertujuan menghadirkan bayi yang sehat, tetapi juga memastikan Mommy merasa aman, dihargai, dan didampingi selama setiap tahap perjalanan menjadi seorang ibu.
Komentar
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









