
Momuung.com – Musim durian tiba, tapi Mommy masih ragu makan karena sedang menyusui? Tenang, Ibu menyusui boleh makan durian. Tidak ada anjuran umum yang mengharuskan ibu menyusui menghindari durian atau buah tertentu hanya karena sedang memberikan ASI. Yang penting, durian dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan dalam porsi yang wajar.
Lalu, apakah Makan durian saat menyusui bisa membuat ASI berubah, bayi ikut kembung, atau produksi ASI terganggu? Yuk, kita bahas faktanya, Mom.
Boleh. Ibu menyusui tetap dapat menikmati durian selama tidak memiliki alergi terhadap buah tersebut dan mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai.
Tidak ada bukti bahwa ibu menyusui harus menghindari durian hanya karena aromanya kuat atau karena anggapan durian dapat membuat ASI “panas”. Secara umum, ibu menyusui dianjurkan mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi, bukan membatasi banyak jenis makanan tanpa alasan medis.
Namun, durian cukup padat energi dan karbohidrat. Dalam 100 gram daging durian, terdapat sekitar 147 kkal, 27 gram karbohidrat, 3,8 gram serat, serta sejumlah vitamin dan mineral seperti vitamin C, folat, magnesium, dan kalium.
Karena itu, nikmati secukupnya dan tetap imbangi dengan sumber protein, sayur, buah lain, serta makanan bergizi lainnya.
Ini bagian yang sering bikin Mommy penasaran.
Sampai saat ini, durian belum dapat dianggap sebagai ASI booster. Produksi ASI lebih banyak dipengaruhi oleh seberapa sering dan efektif ASI dikeluarkan dari payudara, bukan oleh satu jenis makanan tertentu.
Jadi, makan durian bukan berarti produksi ASI otomatis menjadi lebih banyak.
Tidak ada bukti bahwa mengonsumsi durian dalam jumlah wajar membuat ASI menjadi “tidak bagus” atau berbahaya bagi Si Kecil.
Ibu menyusui pada dasarnya tidak perlu menghindari makanan tertentu kecuali memang memiliki alergi, kondisi medis tertentu, atau ada alasan khusus berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
Makanan yang dikonsumsi Mommy memang dapat memengaruhi aroma atau cita rasa ASI karena sebagian senyawa aroma dari makanan dapat masuk ke dalam ASI. Namun, penelitian yang ada meneliti makanan tertentu seperti bawang putih, wortel, mint, dan vanila, bukan durian secara khusus. Jadi, belum ada dasar yang cukup untuk mengatakan bahwa makan durian pasti membuat ASI berubah secara signifikan.

Ini juga salah satu mitos yang sering membuat ibu menyusui ragu makan durian.
Gas yang terbentuk di dalam pencernaan Mommy tidak berpindah ke ASI dan kemudian membuat bayi ikut kembung. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa durian secara khusus menyebabkan bayi mengalami kembung hanya karena Mommy memakannya.
Namun, kalau setiap kali Mommy makan suatu makanan tertentu Si Kecil berulang kali menunjukkan gejala yang tidak biasa, seperti ruam, muntah, diare, atau gejala alergi lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Reaksi terhadap makanan melalui ASI memang dapat terjadi pada kondisi tertentu, tetapi tidak berarti setiap bayi akan bereaksi terhadap makanan yang dikonsumsi ibunya.
Tidak ada batas porsi khusus durian yang ditetapkan untuk semua ibu menyusui. Yang lebih penting adalah porsi secukupnya dan tidak menggantikan makanan bergizi lainnya.
Durian cukup padat energi, sehingga jika dimakan dalam jumlah banyak, asupan kalori dan karbohidrat juga ikut meningkat. Jika Mommy memiliki diabetes, sedang mengontrol gula darah, atau memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan jumlah yang sesuai dengan dokter atau ahli gizi.
Supaya tetap nyaman, Mommy bisa mengikuti beberapa tips sederhana:
Ibu menyusui dengan kondisi kesehatan tertentu mungkin perlu menyesuaikan pola makan atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Misalnya, jika Mommy memiliki alergi terhadap durian, diabetes, atau kondisi lain yang memerlukan pengaturan asupan tertentu.
Sementara itu, jika Si Kecil mengalami ruam, muntah, diare, pembengkakan pada wajah atau bibir, atau kesulitan bernapas, jangan langsung menganggap durian sebagai penyebabnya. Gejala tersebut perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab yang tepat. Bila bayi mengalami kesulitan bernapas atau pembengkakan pada tenggorokan, segera cari pertolongan medis karena dapat menjadi tanda reaksi alergi berat.
Selama menyusui, memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi juga penting untuk mendukung kesehatan Mommy. Selain pola makan yang beragam, asupan nutrisi tertentu seperti asam folat juga memiliki peran penting dalam kesehatan ibu, terutama sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan. Yuk, cari tahu lebih lanjut melalui artikel Asam Folat untuk Ibu Hamil: Manfaat, Dosis, dan Waktu Terbaik Konsumsi.
Jadi, ibu menyusui makan durian boleh, ya, Mom. Durian tidak perlu dihindari hanya karena sedang menyusui, selama dikonsumsi dalam porsi yang wajar dan sesuai dengan kondisi kesehatan Mommy.
Tidak ada bukti bahwa durian secara khusus membuat ASI menjadi tidak baik atau otomatis membuat produksi ASI meningkat. Makanan tertentu memang dapat memengaruhi aroma atau cita rasa ASI, tetapi belum ada bukti khusus bahwa durian memberikan efek tersebut secara signifikan.
Yang paling penting, tetap utamakan pola makan yang beragam, bergizi, dan seimbang selama menyusui. Jadi, kalau sedang musim durian dan Mommy ingin menikmatinya, nggak perlu merasa bersalah. Nikmati secukupnya dan tetap dengarkan kebutuhan tubuh, ya, Mom.
Ya. Ibu menyusui umumnya boleh makan durian selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak memiliki kondisi kesehatan atau alergi tertentu yang mengharuskan menghindarinya. Tidak ada larangan umum untuk menghindari durian selama menyusui.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.