
Momuung.com – Pernahkah Mommy merasa khawatir karena Si Kecil yang baru lahir belum bisa fokus menatap atau mengikuti gerakan? Tenang, Mom. Hal ini masih wajar karena penglihatan bayi memang belum berkembang sempurna saat lahir. Bayi umumnya baru bisa melihat dari jarak dekat, sekitar 20-30 cm, dan penglihatannya masih buram dengan kemampuan melihat warna yang masih terbatas.
Karena itu, stimulasi visual pada 4 bulan pertama bisa menjadi bagian penting untuk membantu perkembangan penglihatan sekaligus koordinasi mata dan otak Si Kecil. Yuk, kenali stimulasi sederhana yang bisa Mommy lakukan di rumah!
Pada usia 0-4 bulan, mata dan otak bayi sedang belajar bekerja sama. Berbagai hal yang dilihat bayi akan membantu otaknya mengenali dan memahami lingkungan di sekitarnya.
Salah satunya adalah kemampuan bayi untuk fokus melihat. Sejak lahir, Si Kecil mulai belajar menatap wajah, cahaya, dan benda di sekelilingnya. Semakin sering mendapatkan stimulasi visual, kemampuan bayi untuk fokus dan memperhatikan sesuatu juga akan semakin terlatih (Krieber-Tomantschger et al., 2022).
Stimulasi visual juga membantu mata bayi belajar bergerak dengan lebih terkoordinasi. Pada awalnya, gerakan mata bayi masih belum sepenuhnya terarah. Rangsangan sederhana, seperti melihat wajah orang tua atau benda dengan warna kontras, dapat membantu bayi belajar mengikuti objek dengan matanya.
Selain itu, pengalaman visual yang konsisten juga mendukung perkembangan otak sejak dini. Berbagai pengalaman yang dilihat bayi dapat membantu memperkuat koneksi sel saraf di otak yang menjadi dasar bagi kemampuan melihat, mengenali wajah, dan memahami lingkungan saat Si Kecil bertambah besar.
Bayi lebih mudah menangkap benda dengan warna yang kontras. Karena itu, Mommy bisa memperkenalkan kartu atau buku bergambar hitam putih dengan bentuk yang sederhana.
Letakkan gambar tersebut di dekat bayi saat Si Kecil sedang terjaga dan dalam kondisi nyaman. Tidak perlu terlalu lama, cukup beri kesempatan bagi matanya untuk memperhatikan gambar tersebut.
Wajah Mommy adalah salah satu objek yang menarik perhatian Si Kecil. Saat menggendong atau menyusui, manfaatkan momen ini dengan mendekatkan wajah, tersenyum, dan mengajak bayi berbicara.
Interaksi sederhana seperti ini membantu bayi terbiasa menatap sekaligus memberikan kesempatan untuk membangun bonding bersama Mommy.
Untuk membantu melatih fokus dan koordinasi mata, Mommy bisa menggunakan mainan atau kartu dengan warna kontras. Gerakkan benda tersebut secara perlahan ke kanan dan kiri di depan bayi.
Biarkan Si Kecil mencoba mengikuti gerakannya dengan mata secara alami. Tidak perlu memaksa jika bayi belum langsung bisa mengikuti.
Lingkungan dengan pencahayaan yang nyaman juga penting saat memberikan stimulasi visual. Gunakan cahaya alami yang lembut dan hindari ruangan yang terlalu gelap atau terlalu terang.
Dengan pencahayaan yang nyaman, bayi dapat melihat objek dengan lebih baik tanpa membuat matanya cepat lelah.
Momen menyusui juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk memberikan stimulasi visual. Jarak antara wajah Mommy dan bayi saat menyusui sudah cukup dekat untuk membantu Si Kecil mengamati wajah Mommy.
Sambil menyusui, Mommy bisa menatap mata Si Kecil, tersenyum, atau mengajaknya berbicara dengan lembut. Selain membantu melatih fokus, interaksi ini juga bisa menjadi momen bonding yang menyenangkan.
Stimulasi visual sebenarnya bisa mulai diberikan sejak hari pertama bayi lahir, terutama ketika Si Kecil sedang tenang dan terjaga. Misalnya, setelah menyusu dan popoknya sudah diganti. Pada kondisi seperti ini, bayi biasanya lebih siap menerima rangsangan dari lingkungan sekitarnya.
Tidak perlu memberikan stimulasi terlalu lama. Cukup sekitar 3–5 menit dalam satu sesi karena bayi masih mudah lelah. Jika Si Kecil mulai memalingkan wajah atau terlihat rewel, hentikan stimulasi dan berikan waktu untuk beristirahat.
Pada bayi di bawah usia 4 bulan, mata yang sesekali terlihat juling masih dapat terjadi karena otot mata belum berkembang dan bekerja dengan kuat. Namun, jika kondisi tersebut tetap terlihat setelah usia 4 bulan, Mommy sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak.
Stimulasi visual pada usia 0–4 bulan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan keseharian Mommy. Mulai dari memperlihatkan gambar hitam putih, mengajak Si Kecil menatap wajah Mommy, menggunakan benda yang bergerak perlahan, memastikan pencahayaan nyaman, hingga memanfaatkan waktu menyusui untuk berinteraksi.
Yang terpenting, lakukan secara rutin dalam suasana yang nyaman dan ikuti respons Si Kecil. Saat bayi mulai memalingkan wajah atau terlihat lelah, berikan waktu untuk beristirahat.
Jika Mommy masih memiliki kekhawatiran tentang perkembangan penglihatan bayi atau ingin mendapatkan informasi seputar perawatan Si Kecil, jangan ragu untuk mencari bantuan dari tenaga kesehatan.
Mommy juga bisa memanfaatkan layanan Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam bersama konselor profesional Mom Uung yang siap mendampingi Mommy seputar menyusui dan perawatan bayi baru lahir.
Yuk, simpan artikel ini sebagai panduan dan bagikan ke Mommy lainnya agar semakin banyak Si Kecil mendapatkan stimulasi yang sesuai sejak dini!
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.