
Momuung.com – Menjelang persalinan, wajar kalau rasa cemas mulai muncul, ya, Mommy. Bukan cuma soal kontraksi atau pecah ketuban, tetapi juga muncul pertanyaan seperti, apakah nanti Mommy akan benar-benar dibantu menyusui di rumah sakit? Atau, bagaimana kalau Si Kecil diberi susu formula tanpa persetujuan?
Tenang, Mommy tidak sendirian.
Dukungan dari rumah sakit punya peran penting dalam perjalanan menyusui, terutama pada jam-jam pertama setelah bayi lahir. Karena itu, memilih Rumah sakit pro asi bukan hanya soal fasilitas atau kenyamanan, tetapi juga tentang seberapa besar komitmen tempat tersebut dalam mendukung ASI eksklusif dalam konteks kehamilan dan menyusui | Mom Uung" class="glossary-link">ASI eksklusif.
Ibarat memilih partner, tempat bersalin juga perlu sejalan dengan tujuan menyusui Mommy. Yuk, kenali ciri-ciri rumah sakit yang benar-benar mendukung proses menyusui sejak awal. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Memilih tempat bersalin yang mendukung ASI dapat membantu Mommy mendapatkan dukungan menyusui sejak bayi lahir.
Beberapa manfaat yang bisa didapatkan antara lain:
Rumah sakit pro ASI merupakan fasilitas kesehatan yang menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui dan mematuhi Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI sesuai inisiatif Baby-Friendly Hospital Initiative yang digagas oleh World Health Organization dan UNICEF.
Artinya, dukungan terhadap menyusui bukan hanya berupa imbauan, tetapi dijalankan melalui sistem yang terstruktur, konsisten, dan berbasis bukti.
Berikut 10 langkah yang menjadi standar tersebut:
Setiap fasilitas kesehatan perlu memiliki aturan tertulis yang jelas untuk melindungi dan mendukung pemberian ASI, termasuk tidak mempromosikan susu formula.
Kebijakan ini membantu memastikan seluruh tenaga kesehatan memiliki komitmen yang sama dalam mendukung ibu menyusui (WHO & UNICEF, 2018).
Dokter, bidan, dan perawat perlu dibekali keterampilan praktis untuk membantu posisi dan pelekatan menyusui, serta menangani berbagai tantangan yang mungkin dialami Mommy.
Dukungan yang tepat sejak awal terbukti dapat meningkatkan keberhasilan menyusui (WHO & UNICEF, 2018).
Ibu hamil dan keluarga perlu mendapatkan informasi tentang:
Pengetahuan sejak masa kehamilan membantu Mommy lebih siap secara fisik dan mental menghadapi proses menyusui (IDAI, 2013).
Bayi perlu segera diletakkan di dada Ibu setelah lahir dan dibantu mulai menyusu dalam satu jam pertama.
Kontak awal ini membantu refleks alami bayi sekaligus merangsang produksi ASI (WHO & UNICEF, 2018).
Mommy perlu diajarkan cara memposisikan bayi dengan tubuh saling berhadapan, kepala dan badan sejajar, serta pelekatan yang dalam.
Teknik yang tepat membuat proses menyusu terasa lebih nyaman dan efektif (IDAI, 2013).
Bayi cukup mendapatkan ASI sejak lahir, kecuali terdapat alasan medis yang jelas.
Pemberian cairan tambahan tanpa indikasi dapat mengganggu pola menyusu dan produksi ASI (WHO & UNICEF, 2018).
Ibu dan bayi sebaiknya dirawat dalam satu ruangan agar Mommy dapat:
Rawat gabung juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses menyusui (WHO & UNICEF, 2018).
Bayi disusui setiap kali menunjukkan tanda lapar tanpa dibatasi jadwal atau durasi tertentu.
Pendekatan ini membantu menjaga kecukupan asupan sekaligus mendukung produksi ASI (WHO & UNICEF, 2018).
Penggunaan alat hisap tambahan dapat memengaruhi cara bayi menyusu langsung dari payudara.
Karena itu, penggunaannya perlu diperhatikan, terutama pada periode awal menyusui (WHO & UNICEF, 2018).
Dukungan menyusui seharusnya tidak berhenti setelah Mommy keluar dari rumah sakit.
Ibu perlu mendapatkan akses ke konseling atau kelompok pendukung menyusui setelah kembali ke rumah. Dukungan berkelanjutan terbukti membantu mempertahankan pemberian ASI (WHO & UNICEF, 2018; IDAI, 2013).
Saat survei rumah sakit atau tempat bersalin, jangan hanya melihat fasilitas dan harga. Mommy juga perlu mencari tahu bagaimana dukungan menyusuinya.
Berikut beberapa hal yang bisa Mommy cek:
Cari tahu apakah dokter, bidan, dan perawat di tempat tersebut aktif mendukung pemberian ASI.
Mommy bisa menanyakan:
Jika memungkinkan, lakukan kunjungan langsung. Perhatikan apakah tenaga kesehatan menjelaskan pentingnya ASI dengan jelas dan memberikan edukasi secara praktis.
Suasana yang suportif dan tidak terburu-buru juga bisa menjadi salah satu tanda bahwa fasilitas tersebut memberikan dukungan menyusui yang baik.
Pastikan fasilitas kesehatan memiliki kebijakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yaitu proses meletakkan bayi di dada Ibu segera setelah lahir selama minimal satu jam.
IMD sebaiknya tetap diupayakan meskipun persalinan dilakukan secara sesar, selama kondisi Ibu dan bayi stabil.
Beberapa manfaat IMD yang penting untuk Mommy ketahui:
Rawat gabung berarti bayi berada dalam satu kamar dengan Ibu selama 24 jam.
Sistem ini penting karena dapat membantu:
Fasilitas yang mendukung ASI eksklusif tidak memberikan susu formula, air gula, atau sampel produk secara rutin tanpa indikasi medis yang jelas.
Pemberian susu formula tanpa alasan medis dapat:
Karena itu, Mommy bisa menanyakan sejak awal bagaimana kebijakan rumah sakit jika bayi membutuhkan tambahan asupan.
Pengalaman Mommy lain juga bisa membantu memberikan gambaran yang lebih nyata tentang dukungan menyusui di tempat tersebut.
Perhatikan hal-hal seperti:
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, Mommy bisa memilih tempat bersalin yang bukan hanya nyaman, tetapi juga benar-benar mendukung perjalanan menyusui sejak hari pertama.
Selain memilih tempat bersalin, Mommy juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang menyusui. Konsultasi dengan konselor laktasi sejak trimester ketiga sangat dianjurkan agar Mommy lebih siap ketika Si Kecil lahir.
Beberapa hal yang bisa dipelajari antara lain:
Mommy juga bisa berdiskusi mengenai rekomendasi rumah sakit yang mendukung ASI di area tempat tinggal. Selain kesiapan Mommy, dukungan Ayah juga bisa menjadi bagian penting dalam perjalanan menyusui, mulai dari membantu kebutuhan Mommy hingga memberikan dukungan saat muncul tantangan setelah persalinan. Mommy dan Ayah bisa mempersiapkannya bersama melalui artikel 5 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ayah untuk Mendukung Proses Menyusui.
Dengan persiapan yang lebih matang, saat tanda-tanda persalinan mulai muncul, Mommy bisa merasa lebih tenang karena sudah memiliki birth plan yang mendukung ASI eksklusif.
Keberhasilan menyusui dapat dimulai dari pilihan tempat bersalin. Rumah sakit dengan kebijakan pro ASI membantu Mommy memberikan awal yang baik bagi kesehatan Si Kecil sejak lahir.
Sebelum menentukan pilihan, pastikan Mommy mencari tahu:
Kalau Mommy masih ragu atau membutuhkan panduan saat berdiskusi dengan dokter mengenai IMD dan persiapan menyusui, Mommy tidak sendirian.
Layanan Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam siap mendampingi Mommy, bahkan sejak sebelum persalinan, agar perjalanan menyusui terasa lebih tenang dan percaya diri.
Yuk, simpan artikel ini sebagai panduan saat survei rumah sakit dan bagikan ke sesama bumil supaya semakin banyak Mommy yang mendapatkan dukungan menyusui sejak hari pertama.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.