
Momuung.com – Sudah makan sehat dan bergizi, apakah masih Perlu minum susu hamil?
Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama ketika Mommy merasa menu sehari-hari sudah cukup lengkap. Sebenarnya, pola makan bergizi seimbang tetap menjadi fondasi utama selama kehamilan. Namun, pada kondisi tertentu, kebutuhan beberapa nutrisi bisa lebih sulit dipenuhi secara konsisten hanya dari makanan.
Di sinilah susu kehamilan dapat berperan sebagai pelengkap nutrisi atau nutritional gap filler, terutama untuk membantu mengisi celah kebutuhan nutrisi yang belum tercukupi dari makanan sehari-hari.
Selama hamil, tubuh membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk mendukung kesehatan Mommy sekaligus pertumbuhan dan perkembangan janin. Beberapa di antaranya adalah protein, asam folat, kalsium, zat besi, vitamin D, dan DHA.
Kebutuhan ini perlu dipenuhi secara konsisten, sementara nafsu makan Mommy bisa berubah-ubah sepanjang kehamilan. Karena itu, susu hamil dapat menjadi salah satu pilihan praktis untuk membantu melengkapi asupan harian, terutama saat Mommy sedang sulit makan dalam jumlah cukup, mengalami mual, atau merasa variasi makanan sehari-hari masih belum optimal.
Untuk waktu konsumsinya, kebutuhan nutrisi sebaiknya mulai diperhatikan sejak sebelum hamil atau masa perencanaan kehamilan, terutama karena asam folat sudah penting sejak sebelum kehamilan.
Namun, susu hamil tetap berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan utama atau pengganti suplemen prenatal yang direkomendasikan tenaga kesehatan.
Kebutuhan nutrisi Mommy berubah selama kehamilan. Tubuh membutuhkan tambahan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan janin, pembentukan plasenta, serta berbagai perubahan yang terjadi selama kehamilan.
Berikut tiga nutrisi yang penting untuk diperhatikan:
Protein merupakan salah satu zat gizi utama yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Selama kehamilan, protein berperan dalam mendukung pertumbuhan jaringan janin dan perkembangan plasenta.
Menurut Kementerian Kesehatan RI (2019), kebutuhan protein ibu hamil meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan, yaitu:
Protein bisa didapatkan dari berbagai makanan, seperti:
Protein memang relatif lebih mudah didapatkan dari makanan sehari-hari. Namun, ketika nafsu makan menurun atau porsi makan berkurang, asupan protein juga bisa ikut turun.
Asam folat merupakan nutrisi penting sejak sebelum hamil hingga selama masa kehamilan. Nutrisi ini berperan dalam pembentukan dan perkembangan sistem saraf janin serta membantu mencegah cacat tabung saraf atau neural tube defects (NTD).
Kebutuhan asam folat selama kehamilan adalah sekitar 600 mikrogram per hari (Kementerian Kesehatan RI, 2019).
Sumber folat dari makanan antara lain:
Namun, mendapatkan jumlah yang konsisten setiap hari tidak selalu mudah. Karena itu, prenatal vitamin atau produk nutrisi yang mengandung asam folat dapat membantu melengkapi asupannya sesuai kebutuhan Mommy.
DHA atau docosahexaenoic acid merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3 yang penting selama kehamilan.
DHA dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan sistem penglihatan janin. Sumber DHA yang paling dikenal adalah ikan berlemak seperti salmon dan sarden.
Ibu hamil disarankan memenuhi kebutuhan DHA sekitar 200–300 miligram per hari (Granot et al., 2011).
Namun, konsumsi ikan tidak selalu mudah dilakukan secara rutin. Mommy bisa saja tidak menyukai makanan laut, sedang mengalami mual, atau perlu lebih berhati-hati dalam memilih jenis ikan karena kandungan merkuri.
Karena itu, asupan DHA tetap perlu direncanakan agar kebutuhan hariannya dapat terpenuhi.
Supaya lebih mudah dipahami, berikut peran masing-masing nutrisi:
Selain ketiganya, Mommy juga perlu memperhatikan kalsium, zat besi, vitamin D, dan berbagai vitamin serta mineral lainnya karena masing-masing memiliki peran penting selama kehamilan.
Makanan tetap menjadi sumber utama nutrisi selama kehamilan. Namun, dalam praktiknya, tidak semua kebutuhan selalu mudah dipenuhi setiap hari.
| Nutrisi | Tantangan dari Makanan Harian | Peran Pelengkap Susu Hamil |
| Asam Folat | Jumlah asupan bisa berbeda-beda tergantung variasi makanan dan cara pengolahannya | Membantu melengkapi asupan harian dalam satu porsi |
| Kalsium | Perlu dikonsumsi secara rutin dari berbagai sumber makanan | Membantu menambah asupan kalsium secara praktis |
| Zat Besi | Penyerapan dari sumber nabati lebih rendah dibandingkan zat besi heme | Membantu melengkapi asupan zat besi jika tersedia dalam formula |
| DHA & Omega-3 | Asupan bergantung pada konsumsi ikan dan pilihan jenis ikan | Bisa menjadi pilihan praktis untuk membantu melengkapi asupan DHA jika tersedia dalam formula |
Jadi, konsepnya bukan “makanan atau susu hamil”, tetapi “makanan bergizi + pelengkap sesuai kebutuhan.”
Walaupun pola makan Mommy sudah tergolong sehat, jumlah nutrisi yang masuk tetap bisa berbeda setiap hari.
Protein umumnya lebih mudah dipenuhi karena tersedia dalam banyak makanan sehari-hari, seperti telur, ayam, ikan, tahu, dan tempe.
Namun, kebutuhannya terus meningkat selama kehamilan. Ketika porsi makan berkurang karena mual, cepat kenyang, atau nafsu makan turun, asupan protein juga bisa ikut menurun.
Karena itu, Mommy bisa memastikan selalu ada sumber protein dalam setiap waktu makan.
Folat banyak ditemukan dalam sayuran hijau, kacang-kacangan, buah, dan beberapa jenis makanan lainnya. Tantangannya adalah kebutuhan harian perlu dipenuhi secara konsisten.
Apalagi kalau Mommy sedang mual dan jadi lebih sulit mengonsumsi sayuran atau makanan tertentu.
Karena itulah asam folat menjadi salah satu nutrisi yang sering diperhatikan dalam prenatal supplement maupun produk nutrisi kehamilan.
DHA banyak ditemukan pada ikan berlemak seperti salmon dan sarden. Namun, tidak semua Mommy rutin mengonsumsi ikan.
Hambatannya bisa bermacam-macam:
Artinya, meski kebutuhan DHA mungkin bisa didekati dari makanan, konsistensinya tetap perlu diperhatikan.
Kebutuhan nutrisi selama kehamilan bukan hanya soal membuat Mommy tetap kenyang. Nutrisi yang cukup diperlukan untuk mendukung berbagai proses pertumbuhan dan perkembangan janin.
Ketika asupan nutrisi tidak tercukupi dalam waktu lama, kebutuhan penting untuk Mommy maupun janin dapat ikut terdampak.
Beberapa nutrisi memiliki peran yang sangat spesifik:
Yang perlu diperhatikan, kekurangan nutrisi tidak selalu langsung menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Karena itu, pemenuhan nutrisi sebaiknya tidak hanya mengandalkan kondisi fisik, tetapi juga diperhatikan melalui pola makan dan pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Kondisi ini bisa menjadi tantangan tersendiri ketika Mommy mengalami mual saat hamil, terutama pada trimester pertama. Mual dapat membuat makanan tertentu lebih sulit dikonsumsi sehingga jumlah dan variasi asupan harian ikut berkurang.
Dalam situasi seperti ini, makanan dengan bentuk yang lebih mudah diterima, termasuk minuman bernutrisi yang sesuai, dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu melengkapi asupan.
Mual selama kehamilan bisa membuat Mommy tiba-tiba tidak tahan dengan aroma atau rasa tertentu, termasuk susu.
Supaya tetap nyaman, Mommy bisa mencoba beberapa cara berikut:
Cari produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh Mommy. Selain rasa, perhatikan juga kandungan nutrisi utamanya.
Rasa yang lebih ringan atau segar terkadang terasa lebih nyaman dibandingkan rasa susu yang terlalu pekat, terutama ketika Mommy sedang mual.
Tidak ada waktu tertentu yang wajib untuk minum susu hamil. Mommy bisa memilih waktu ketika kondisi tubuh terasa paling nyaman, misalnya setelah sarapan, sore hari, atau sebelum tidur.
Bila minum sekaligus terasa terlalu penuh, ikuti takaran penyajian pada kemasan dan atur waktu konsumsinya agar tidak menambah rasa begah.
Bagi Mommy yang ingin melengkapi nutrisi harian selama hamil hingga menyusui, Mylkflow Mom Uung hadir dengan kombinasi nutrisi yang praktis dalam satu sajian.

Beberapa keunggulan utamanya:
Dengan kombinasi tersebut, Mylkflow dapat menjadi pelengkap menu harian, terutama ketika nafsu makan sedang naik turun atau asupan nutrisi terasa lebih sulit dipenuhi dari makanan saja.
Jadi, apakah susu hamil wajib meski Mommy sudah makan sehat?
Susu hamil bukan pengganti makanan dan tidak otomatis wajib untuk setiap ibu hamil. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi melalui pola makan seimbang dan suplemen yang memang direkomendasikan tenaga kesehatan.
Namun, susu kehamilan dapat menjadi pilihan praktis ketika Mommy membutuhkan pelengkap nutrisi, terutama saat:
Jadi, jangan melihat susu sebagai pengganti makanan utama. Posisikan susu sebagai pelengkap, sementara makanan bergizi tetap menjadi fondasi utama.
Susu hamil bisa diminum kapan saja sesuai kenyamanan Mommy. Tidak ada jam tertentu yang wajib untuk semua ibu.
Mommy bisa memilih waktu yang paling nyaman, misalnya:
Yang lebih penting adalah mengikuti takaran penyajian pada produk dan mengonsumsinya sesuai kebutuhan.
Jika Mommy sedang mengonsumsi prenatal vitamin atau suplemen lain, perhatikan juga kandungannya agar tidak terjadi asupan ganda yang berlebihan. Pemilihan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan.
Makan sehat tetap menjadi dasar utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Namun, dalam praktiknya, tidak selalu mudah mendapatkan semua nutrisi dalam jumlah yang konsisten setiap hari.
Protein, asam folat, DHA, kalsium, zat besi, dan berbagai vitamin serta mineral lainnya perlu diperhatikan karena masing-masing memiliki peran penting bagi kesehatan Mommy dan tumbuh kembang janin.
Karena itu, susu hamil dapat menjadi pelengkap nutrisi, terutama ketika pola makan sehari-hari masih memiliki celah atau Mommy sedang mengalami mual dan nafsu makan yang tidak stabil.
Mylkflow Mom Uung hadir sebagai susu nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui dengan High Protein, Tinggi Kalsium, 10 Nutrisi Penting, Tanpa Gula Tambahan, serta 3 Galactagogue Aktif untuk mendukung perjalanan ASI pada masa menyusui.
Dengan tetap menjadikan makanan bergizi sebagai fondasi, Mommy bisa menjadikan Mylkflow sebagai bagian dari rutinitas nutrisi harian untuk menemani perjalanan dari masa kehamilan hingga menyusui.
Yang terpenting, pilih asupan nutrisi sesuai kebutuhan tubuh dan kondisi kehamilan Mommy, serta konsultasikan vitamin atau suplemen tambahan dengan dokter atau tenaga kesehatan yang menangani kehamilan.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.