
Momuung.com – Nyeri dada dan sesak napas saat hamil tentu bisa membuat Mommy khawatir. Namun, keluhan ini tidak selalu berarti ada masalah pada jantung. Selama kehamilan, perubahan bentuk tubuh, pertumbuhan rahim, serta postur sehari-hari juga dapat memengaruhi rasa nyaman di area dada dan tulang rusuk.
Salah satunya adalah kebiasaan duduk membungkuk atau terlalu lama berada dalam posisi yang sama.
Lalu, bagaimana posisi duduk bisa memengaruhi keluhan tersebut? Dan kapan Nyeri dada saat hamil perlu segera diperiksakan?
Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Mommy.
Nyeri dada dan sesak napas lebih sering terasa ketika kehamilan semakin besar, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Salah satu alasannya adalah perubahan bentuk tubuh yang membuat tekanan pada area dada dan tulang rusuk ikut berubah.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim semakin membesar dan bagian atasnya dapat mencapai area di bawah tulang rusuk. Kondisi ini dapat membuat ruang gerak diafragma menjadi lebih terbatas sehingga sebagian Mommy merasa napas lebih pendek atau kurang lega.
Ketika Mommy duduk membungkuk, posisi dada dan perut menjadi semakin tertekan. Postur seperti ini juga dapat membuat otot punggung, bahu, dan dada bekerja lebih keras sehingga rasa pegal atau nyeri bisa terasa lebih jelas.
Selain perubahan mekanis, hormon kehamilan seperti relaxin membuat ligamen dan jaringan tubuh menjadi lebih lentur. Perubahan tersebut juga dapat berkontribusi terhadap rasa tidak nyaman di sekitar tulang rusuk selama kehamilan.
Beberapa hal yang dapat membuat keluhan terasa lebih berat antara lain:
Perubahan bentuk tubuh dan meningkatnya beban pada otot serta sendi juga dapat membuat Mommy merasakan ketidaknyamanan di area tubuh lain, terutama saat memasuki trimester ketiga. Salah satunya adalah nyeri di area selangkangan yang bisa terasa saat berdiri, berjalan, atau berganti posisi. Mommy bisa membaca Cara Mengatasi Nyeri Selangkangan Saat Hamil Trimester 3 untuk memahami penyebab dan cara mengurangi keluhannya.
Banyak Mommy mungkin pernah mendengar bahwa posisi duduk tertentu bisa membuat bayi berada dalam posisi posterior atau occiput posterior. Namun, posisi duduk Mommy tidak dapat dianggap sebagai penyebab langsung posisi bayi menjadi posterior.
Posisi janin sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor dan dapat berubah selama kehamilan maupun menjelang persalinan. Jadi, Mommy tidak perlu merasa bersalah hanya karena sesekali duduk dengan posisi yang kurang ideal.
Meski begitu, menjaga postur tetap nyaman selama hamil tetap penting. Beberapa manfaatnya antara lain:
Perubahan postur tubuh memang merupakan bagian normal dari kehamilan. Seiring membesarnya perut, titik berat tubuh juga berubah sehingga beban pada otot dan sendi ikut meningkat.
Sebelum melakukan banyak perubahan, Mommy bisa mulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Mengubah posisi duduk, rutin bergerak, dan melakukan peregangan ringan dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman.
Saat mulai terasa nyeri atau sesak, coba perhatikan kembali posisi tubuh Mommy. Duduk dengan punggung tersangga dapat membantu mengurangi tekanan pada punggung dan membuat tubuh tidak mudah membungkuk.
Mommy bisa mencoba:
ACOG juga menyarankan untuk memperhatikan posisi tubuh saat duduk serta menggunakan dukungan pada punggung bawah untuk membantu menjaga kenyamanan selama kehamilan.
Duduk terlalu lama dapat membuat otot punggung, bahu, dan area sekitar tulang rusuk semakin tegang. Karena itu, usahakan tubuh tetap bergerak secara berkala.
Coba biasakan:
Mommy juga tidak perlu terlalu khawatir dengan sesekali duduk dalam posisi yang kurang ideal. Yang lebih penting adalah tidak mempertahankan posisi tersebut terlalu lama dan kembali ke postur yang lebih nyaman. Kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama juga dapat memperberat keluhan muskuloskeletal selama kehamilan.
Jika dada terasa tidak nyaman setelah duduk cukup lama, berhenti sejenak dan beri tubuh waktu untuk rileks.
Mommy bisa mencoba:
Lakukan gerakan secara perlahan dan jangan diteruskan jika menimbulkan nyeri. Aktivitas fisik dan latihan selama kehamilan umumnya aman pada kehamilan tanpa komplikasi, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing Mommy.
Tidak semua nyeri dada saat hamil menandakan kondisi serius. Namun, nyeri dada dan sesak napas tidak sebaiknya diabaikan jika muncul tiba-tiba, berat, atau disertai gejala lain.
Segera cari pertolongan medis jika Mommy mengalami:
Nyeri dada yang disertai sesak napas mendadak, pingsan, atau gejala lain tertentu dapat menjadi tanda masalah jantung atau paru yang membutuhkan penanganan segera. Pada kehamilan, kondisi seperti emboli paru meskipun jarang tetap perlu diwaspadai.
Sementara itu, sakit kepala berat dan gangguan penglihatan selama kehamilan juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda preeklamsia.
Jadi, bila nyeri dada Mommy terasa berbeda dari biasanya atau membuat khawatir, jangan ragu untuk menghubungi dokter atau fasilitas kesehatan.
Nyeri dada saat hamil dapat terjadi karena berbagai perubahan yang dialami tubuh, termasuk rahim yang semakin besar, perubahan postur, serta ketegangan pada otot dan area tulang rusuk. Duduk membungkuk atau terlalu lama dalam satu posisi dapat membuat rasa tidak nyaman tersebut semakin terasa.
Untuk membantu menguranginya, Mommy bisa mulai dengan:
Namun, Mommy tetap perlu mengenali tanda bahaya. Jika nyeri dada atau sesak napas muncul tiba-tiba, terasa berat, tidak membaik, atau disertai pusing, pingsan, jantung berdebar, gangguan penglihatan, maupun gejala lainnya, segera cari pertolongan medis.
Semoga informasi ini membantu Mommy lebih memahami perubahan tubuh selama kehamilan dan mengetahui langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kenyamanan sehari-hari.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.