
Momuung.com – Memasuki trimester ketiga, Mommy mungkin mulai sering merasakan Nyeri selangkangan saat hamil, sakit di pangkal paha, atau ngilu di area tulang kemaluan saat berjalan dan berganti posisi. Keluhan ini cukup umum terjadi karena tubuh mulai beradaptasi dengan perubahan menjelang persalinan.
Tapi, ada cara yang bisa Mommy coba bersama Papa untuk membantu membuat tubuh terasa lebih nyaman. Salah satunya adalah teknik Rebozo, yaitu teknik menggunakan kain untuk memberikan gerakan lembut pada tubuh.
Yuk, kenali penyebab nyeri selangkangan saat hamil dan cara melakukan teknik Rebozo yang nyaman dan aman bersama Papa!
Memasuki trimester ketiga, rasa ngilu di selangkangan, panggul, atau tulang kemaluan memang cukup sering dialami. Keluhan ini dapat termasuk pregnancy-related pelvic girdle pain (PGP), yaitu nyeri yang muncul di area panggul selama kehamilan.
PGP bisa terasa di bagian depan panggul, tepat di sekitar symphysis pubis, selangkangan, pinggang, hingga menjalar ke paha. Rasa sakitnya juga dapat semakin terasa saat Mommy:
Kondisi ini tidak berarti bayi sedang dalam bahaya. Namun, rasa nyerinya bisa cukup mengganggu aktivitas sehari-hari (Royal College of Obstetricians and Gynaecologists [RCOG], 2015).
Selama kehamilan, tubuh Mommy mengalami banyak perubahan untuk mempersiapkan persalinan. Salah satunya adalah perubahan hormon, termasuk relaxin, yang membuat ligamen di sekitar panggul menjadi lebih lentur. Ditambah dengan ukuran dan berat rahim yang semakin besar serta perubahan postur tubuh, area panggul bisa menjadi lebih sensitif terhadap tekanan dan gerakan.
Jadi, nyeri panggul saat hamil bukan hanya karena “panggul semakin longgar”, ya, Mom. Cara tubuh menerima beban, gerakan, dan perubahan selama kehamilan juga dapat mempengaruhi munculnya rasa nyeri.
Kabar baiknya, ada beberapa cara yang dapat membantu Mommy merasa lebih nyaman, mulai dari mengatur aktivitas, menghindari gerakan yang memicu nyeri, hingga menggunakan metode relaksasi tertentu. Salah satunya adalah teknik Rebozo.
Teknik Rebozo merupakan metode non farmakologis yang menggunakan kain panjang untuk memberikan gerakan lembut dan berirama pada tubuh, termasuk area panggul. Teknik ini berasal dari tradisi penggunaan kain Rebozo dan kemudian digunakan oleh sebagian tenaga kesehatan atau pendamping persalinan sebagai salah satu metode untuk membantu memberikan rasa nyaman (Tuncay et al., 2025).
Gerakan Rebozo biasanya dilakukan secara lembut, misalnya dengan memberikan goyangan atau gerakan ritmis menggunakan kain. Tujuannya lebih kepada membantu relaksasi dan memberikan rasa nyaman, bukan untuk menekan atau memanipulasi panggul secara kuat.
Penelitian mengenai Rebozo dalam kehamilan dan persalinan memang masih berkembang. Beberapa studi pada ibu yang sedang menjalani persalinan menunjukkan bahwa Rebozo berpotensi membantu mengurangi persepsi nyeri dan meningkatkan pengalaman atau kepuasan selama persalinan.
Penelitian lain pada ibu yang menjalani persalinan pertama juga menemukan adanya penurunan tingkat nyeri dan kecemasan serta peningkatan kepuasan persalinan pada kelompok yang mendapatkan teknik Rebozo. Namun, penelitian tersebut dilakukan selama proses persalinan, bukan untuk mengobati nyeri panggul pada trimester ketiga.
Jadi, beberapa manfaat Rebozo yang saat ini lebih masuk akal untuk disampaikan adalah:
Namun, perlu diluruskan juga, Mom. Belum cukup bukti untuk mengatakan bahwa Rebozo pasti dapat memperbaiki posisi bayi, membuat kepala bayi otomatis masuk panggul, atau menjamin persalinan menjadi lebih lancar. Penelitian mengenai manfaat tersebut masih terbatas dan hasilnya belum cukup kuat untuk menjadikannya sebagai klaim pasti. Bahkan, penelitian terbaru yang mengevaluasi penggunaan Rebozo untuk mencegah persalinan dengan bantuan pada kondisi tertentu masih berupa pilot trial dan menunjukkan bahwa penelitian yang lebih besar masih diperlukan (Hillier et al., 2026).
Karena itu, kalau Mommy ingin mencoba Rebozo, anggap teknik ini sebagai pendamping untuk relaksasi dan kenyamanan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan kehamilan atau terapi medis.

Kalau Mommy ingin mencoba teknik Rebozo di rumah, lakukan dengan gerakan yang pelan, lembut, dan tetap mengikuti kenyamanan tubuh. Papa bisa membantu menjaga gerakan kain tetap stabil selama Mommy berada dalam posisi yang nyaman.
Pertama, siapkan kain panjang yang cukup lebar, kuat, dan tidak mudah bergeser saat digunakan. Mommy tidak harus punya kain Rebozo khusus. Kain jarik batik, selendang panjang berbahan katun, atau kain panjang dengan bahan yang tidak licin bisa menjadi alternatif selama ukurannya cukup untuk melingkari area panggul atau bokong dengan nyaman.
Sebaiknya pilih kain yang teksturnya lembut agar tidak membuat kulit bergesekan atau terasa sakit. Hindari kain yang terlalu tipis, mudah robek, terlalu licin, atau terlalu sempit karena dapat membuat kain mudah bergeser saat digerakkan oleh Papa.
Sebelum mulai, pastikan kain cukup panjang untuk dipegang Papa dari kedua sisi tanpa harus menariknya terlalu kuat. Kain sebaiknya terasa menopang, bukan mengikat atau menekan tubuh Mommy.
Kalau menggunakan kain jarik, pilih bagian kain yang masih dalam kondisi baik dan tidak memiliki bagian yang robek atau serat yang sudah longgar. Untuk tambahan kenyamanan, Mommy juga bisa mengenakan pakaian yang bahannya lembut dan tidak terlalu tebal di antara kulit dan kain.
Mommy tidak harus menggunakan satu posisi tertentu. Pilih posisi yang membuat tubuh terasa stabil dan rileks, misalnya:
Hindari posisi yang membuat Mommy pusing, sesak, atau justru memperparah nyeri panggul.
Papa dapat membantu menempatkan kain di sekitar area panggul atau bokong sesuai teknik Rebozo yang sudah dipelajari.
Pastikan:
Tekanan yang diberikan sebaiknya ringan. Rebozo bukan teknik untuk menarik atau menekan panggul dengan kuat.
Setelah posisi Mommy dan kain sudah nyaman, Papa dapat menggerakkan kain secara perlahan ke kanan dan kiri dengan ritme yang lembut.
Mommy bisa sambil:
Tidak perlu mengguncang panggul dengan kuat atau mengejar durasi tertentu. Sampai saat ini, belum ada standar medis yang menetapkan durasi atau intensitas Rebozo yang harus dilakukan di rumah.
Penelitian terbaru memang menunjukkan potensi Rebozo dalam membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan pengalaman persalinan. Namun, penelitian tersebut dilakukan pada ibu yang sudah berada dalam proses persalinan, sehingga hasilnya belum dapat digunakan untuk memastikan manfaat Rebozo sebagai rutinitas di rumah selama trimester ketiga (Tandoğan & Oskay, 2024; Tuncay et al., 2025).
Tidak ada bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa Mommy harus melakukan Rebozo setiap malam sebelum tidur. Jika kehamilan berjalan normal dan dokter atau bidan tidak memberikan pembatasan aktivitas, Mommy dapat menjadikannya sebagai salah satu cara relaksasi yang dilakukan sesuai kenyamanan tubuh. ACOG menyebutkan bahwa aktivitas fisik pada kehamilan umumnya aman pada kehamilan tanpa komplikasi, tetapi aktivitas tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu (ACOG, 2020).
Selain teknik Rebozo, memperhatikan posisi tubuh saat beraktivitas dan beristirahat juga penting, terutama ketika perut sudah semakin besar di trimester ketiga. Posisi duduk yang kurang tepat dapat membuat area panggul dan punggung terasa semakin tidak nyaman. Mommy bisa membaca Hati-Hati, Mom! Bahaya Posisi Duduk Sembarangan Saat Hamil dan Cara Memperbaikinya untuk mengetahui posisi duduk yang lebih nyaman selama kehamilan.
Sebaiknya tidak, Mom.
Karena kain perlu dipegang dan digerakkan dari luar tubuh, Mommy lebih aman melakukannya bersama Papa, pendamping persalinan, bidan, atau orang yang sudah memahami tekniknya.
Papa juga perlu memperhatikan respons Mommy selama gerakan berlangsung.
Gym ball bukan syarat untuk melakukan Rebozo. Mommy bisa menggunakan posisi lain yang tetap stabil, seperti berlutut sambil bersandar pada sofa atau tempat tidur.
Yang terpenting, pilih posisi yang membuat Mommy aman, nyaman, dan tidak memperparah keluhan panggul.
Jangan lanjutkan aktivitas jika Mommy mengalami tanda yang tidak biasa, seperti:
Nyeri selangkangan dan panggul di trimester 3 memang bisa bikin Mommy kurang nyaman. Teknik Rebozo bisa menjadi salah satu cara relaksasi yang dilakukan bersama Papa selama gerakannya lembut dan sesuai kondisi tubuh Mommy.
Yang terpenting, jangan memaksakan gerakan jika terasa sakit atau tidak nyaman. Kalau keluhan semakin berat atau disertai tanda yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter atau bidan.
Jangan lupa save dan share artikel ini ke Papa, ya, Mom, supaya bisa jadi panduan saat ingin mencoba Rebozo bersama di rumah!
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.