
Momuung.com – Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Gempa yang berpusat di wilayah Nagekeo tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Flores dan membuat ribuan warga harus mengungsi.
Kondisi ini turut berdampak pada ibu hamil dan ibu menyusui yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah keterbatasan selama berada di pengungsian. Kerusakan sejumlah fasilitas kesehatan juga membuat pelayanan bagi ibu dan anak harus tetap dilakukan dalam kondisi darurat.
Situasi tersebut salah satunya terlihat dari laporan persalinan di tenda pengungsian di Reo, Kabupaten Manggarai. Seorang ibu terdampak gempa harus melahirkan di tengah kondisi pengungsian dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Di Nagekeo, layanan kesehatan juga terdampak setelah RSUD setempat mengalami kerusakan berat. Kondisi ini membuat kebutuhan ibu hamil dan ibu menyusui menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian selama masa pemulihan.

Di tengah kondisi tersebut, Mom Uung Peduli NTT hadir memberikan dukungan bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang terdampak gempa. Aksi ini menjadi bagian dari No Mother Left Behind, komitmen Mom Uung untuk terus mendukung ibu dalam berbagai kondisi, termasuk saat menghadapi situasi darurat pascabencana.
Bagi ibu hamil dan ibu menyusui, kondisi pengungsian menghadirkan tantangan tersendiri. Meski kondisi di sekitar berubah drastis, kebutuhan mereka tetap berjalan setiap hari. Di tengah keterbatasan pengungsian, ibu tetap membutuhkan asupan yang cukup, ruang yang layak untuk beristirahat, serta kondisi yang mendukung proses menyusui dan perawatan bayi.
Santi, salah satu ibu terdampak yang memiliki bayi berusia satu bulan, merasakan langsung kondisi tersebut.
“Jadi memang agak sulit untuk kebersihannya, apalagi kalau menyusui kan perlu lingkungan yang nyaman dan alat-alat yang bersih. Terus tempat tidurnya juga jadi desek-desekan karena harus tidur bareng warga lainnya.”
Sementara itu, Zahara harus mengungsi ketika sedang hamil. Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi pengalaman yang tidak mudah, terutama karena harus meninggalkan rumah secara tiba-tiba saat gempa terjadi.
“Waktu gempa, suami saya lagi keluar. Jadi saya langsung cepat-cepat keluar dari rumah. Sedih pasti, apalagi di tengah hamil saya harus ikut mengungsi karena gempa. Tapi saya juga berterima kasih karena ada Mom Uung dan dikasih breastfeeding kit. Setidaknya saya jadi punya perlengkapan tambahan selama mengungsi.”
Cerita Santi dan Zahara menunjukkan bahwa kebutuhan seorang ibu tetap berjalan meski berada di tengah situasi bencana. Kehamilan, menyusui, pemenuhan nutrisi, hingga kebutuhan merawat bayi tetap harus dijalani, meski fasilitas dan kondisi yang biasanya mendukung aktivitas tersebut menjadi jauh lebih terbatas.

Melalui gerakan No Mother Left Behind, Mom Uung turut menyalurkan bantuan bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang terdampak gempa di NTT. Bantuan yang diberikan mencakup hygiene kit, makanan, dan breastfeeding kit Mom Uung.
Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Laktasi dan Kesehatan Ibu & Bayi Pascabencana yang digelar di Desa Nampar Sepang, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Berkolaborasi dengan MyFundAction Indonesia dan didukung tenaga kesehatan dari Puskesmas Pota, kegiatan ini diikuti oleh 56 penerima manfaat. Dalam kegiatan tersebut, dr. Regina Novita Jehalu bersama bidan dari Puskesmas Pota turut memberikan edukasi dan layanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi.

Selain mendapatkan edukasi dan konsultasi, para penerima manfaat juga memperoleh paket nutrisi dan paket menyusui dari Mom Uung sebagai dukungan selama masa pemulihan pascabencana.
Kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan partner lokal menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di lapangan.
Bagi Mom Uung, hadir di tengah situasi bencana bukan hanya tentang menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan kebutuhan ibu tetap mendapat perhatian. Sebab, kehamilan, menyusui, dan merawat anak tetap harus berjalan, bahkan ketika seorang ibu menghadapi kondisi yang serba terbatas.
Pemulihan pascagempa membutuhkan waktu. Meski kondisi darurat berangsur mereda, kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak tetap berjalan setiap hari.
Karena menjadi ibu tidak berhenti ketika bencana datang. Kebutuhan untuk tetap sehat, menyusui, dan merawat anak tetap harus dijalani, meski dalam kondisi yang serba terbatas.
Melalui No Mother Left Behind: For Every Mother in NTT, Mom Uung terus berupaya mendukung Mommy selama proses pemulihan melalui bantuan, edukasi, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan, partner, dan relawan lokal.
Even when we couldn’t be there, our care can.
No Mother Left Behind.
For Every Mother in NTT.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.