
Momuung.com – Setelah Si Kecil lahir, ada beberapa tindakan medis yang biasanya dilakukan untuk membantu menjaga kesehatannya. Salah satunya adalah pemberian suntikan vitamin K. Meski sering direkomendasikan oleh dokter, masih banyak Mommy yang bertanya-tanya, sebenarnya apa Manfaat vitamin K untuk bayi baru lahir?
Yuk, cari tahu mengapa vitamin K penting, kapan waktu pemberiannya, serta berapa dosis yang dianjurkan untuk Si Kecil.
Vitamin K adalah vitamin yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Nutrisi ini membantu tubuh membentuk bekuan darah sehingga perdarahan dapat berhenti saat terjadi luka. Selain itu, vitamin K juga berperan dala m menjaga kesehatan tulang.
Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, kebutuhan vitamin K umumnya dipenuhi dari makanan, seperti:
Selain dari makanan, bakteri baik di dalam usus juga membantu menghasilkan sebagian vitamin K.
Namun, kondisi tersebut berbeda pada bayi baru lahir. Saat lahir, cadangan vitamin K dalam tubuh bayi masih sangat sedikit sehingga mereka lebih berisiko mengalami perdarahan akibat kekurangan vitamin K atau Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB).
Hal ini terjadi karena:
Karena itulah, dokter menganjurkan pemberian vitamin K segera setelah bayi lahir sebagai langkah pencegahan.
Perlu dipahami juga, vitamin K hanyalah salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan Si Kecil pada awal kehidupannya. Seiring pertumbuhannya, kebutuhan vitamin dan mineral akan terus berubah sesuai usia dan kondisi kesehatannya. Kalau Mommy ingin mengetahui suplemen apa saja yang direkomendasikan untuk mendukung tumbuh kembang anak, yuk baca juga artikel “Suplementasi Anak yang Direkomendasikan IDAI untuk Dukung Tumbuh Kembang.” Di sana, Mommy bisa menemukan informasi mengenai jenis suplemen yang dianjurkan IDAI serta kapan pemberiannya diperlukan.
Sejak tahun 1961, American Academy of Pediatrics (AAP) telah merekomendasikan pemberian suntikan vitamin K pada semua bayi baru lahir. Hingga saat ini, rekomendasi tersebut masih menjadi standar di banyak negara.
Suntikan diberikan pada otot paha bayi dan hanya perlu dilakukan satu kali.
Menurut para ahli, tindakan sederhana ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah perdarahan serius pada bayi.
Beberapa manfaat pemberian vitamin K antara lain:
Penelitian juga menunjukkan bahwa bayi yang tidak menerima suntikan vitamin K memiliki risiko sekitar 80 kali lebih tinggi mengalami perdarahan berat dibandingkan bayi yang mendapatkannya.
Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB) adalah kondisi ketika bayi mengalami perdarahan karena kadar vitamin K dalam tubuhnya terlalu rendah.
Perdarahan dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti:
Perdarahan di otak merupakan bentuk VKDB yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan:
Karena sering kali tidak menimbulkan gejala sebelum perdarahan terjadi, pencegahan dengan suntikan vitamin K menjadi langkah yang sangat penting.
Rekomendasi yang paling umum adalah satu kali suntikan vitamin K sebanyak 0,5-1 mg yang diberikan melalui suntikan intramuskular (IM) pada paha bayi.
Satu kali suntikan ini umumnya sudah cukup untuk melindungi bayi selama beberapa bulan pertama kehidupan, hingga tubuhnya mulai memiliki cadangan vitamin K sendiri dan Si Kecil mulai memperoleh vitamin K dari makanan pendamping ASI (MPASI).
Di beberapa negara, vitamin K juga tersedia dalam bentuk tetes minum.
Namun, pemberian oral biasanya membutuhkan beberapa kali dosis, misalnya:
Meski begitu, suntikan tetap menjadi metode yang paling direkomendasikan karena memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap VKDB dibandingkan pemberian melalui mulut.
Dokter umumnya menganjurkan agar vitamin K diberikan dalam waktu 6 jam pertama setelah bayi lahir.
Pemberian pada waktu tersebut dinilai paling efektif untuk mencegah terjadinya VKDB, terutama pada minggu-minggu awal kehidupan ketika kadar vitamin K bayi masih sangat rendah.
Karena itu, Mommy tidak perlu khawatir jika setelah persalinan dokter atau bidan segera menawarkan suntikan vitamin K. Tindakan ini merupakan bagian dari perawatan rutin bayi baru lahir yang telah direkomendasikan oleh berbagai organisasi kesehatan dunia.
Ya, Mommy. Hingga saat ini, suntikan vitamin K telah digunakan selama puluhan tahun dan terbukti aman, efektif, serta memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan risikonya.
Efek samping yang muncul umumnya ringan, misalnya:
Reaksi alergi berat akibat suntikan vitamin K sangat jarang terjadi.
Vitamin K merupakan nutrisi penting yang membantu proses pembekuan darah dan melindungi bayi dari perdarahan serius akibat Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB). Karena bayi lahir dengan cadangan vitamin K yang masih sangat sedikit, pemberian suntikan vitamin K segera setelah lahir menjadi langkah pencegahan yang direkomendasikan oleh berbagai organisasi kesehatan, termasuk American Academy of Pediatrics (AAP).
Jika Mommy masih memiliki pertanyaan mengenai vitamin K, imunisasi, atau perawatan bayi baru lahir, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter anak atau tenaga kesehatan. Dengan informasi yang tepat, Mommy dapat mengambil keputusan terbaik untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
15 Januari 2026