
Momuung.com – “Mommy hamil anak perempuan atau laki-laki, ya?”
Pertanyaan seperti ini sering banget muncul saat Mommy sedang hamil. Apalagi, ada banyak anggapan yang beredar di masyarakat tentang ciri-Ciri Hamil Anak Perempuan dan laki-laki, mulai dari bentuk perut, makanan yang diidamkan, kondisi kulit, sampai seberapa parah Kehamilan dan menyusui | Mom Uung" class="glossary-link">morning sickness yang dialami.
Meski terdengar meyakinkan, tidak semua tanda tersebut bisa digunakan untuk mengetahui jenis kelamin Si Kecil. Sebagian hanyalah mitos, sedangkan beberapa lainnya memang pernah dikaitkan dengan jenis kelamin janin dalam penelitian, tetapi tidak cukup akurat untuk digunakan sebagai cara menentukan jenis kelamin bayi secara individual.
Jadi, seperti apa saja ciri hamil anak perempuan dan laki-laki yang sering dipercaya? Mana yang mitos dan mana yang punya sedikit dasar ilmiah? Yuk, cari tahu bersama, Mommy!
Sampai sekarang, bentuk perut, ngidam, kondisi kulit, atau keluhan kehamilan tidak dapat digunakan sebagai metode pasti untuk menentukan apakah Si Kecil berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
Beberapa karakteristik kehamilan memang pernah ditemukan memiliki hubungan dengan jenis kelamin janin dalam penelitian. Namun, hubungan tersebut tidak cukup kuat untuk dijadikan alat prediksi bagi satu orang ibu hamil.
Jadi, kalau Mommy mengalami mual yang cukup berat, misalnya, bukan berarti Si Kecil pasti perempuan. Begitu juga kalau perut terlihat lebih menonjol ke depan, bukan berarti Mommy pasti mengandung bayi laki-laki.
Berikut beberapa tanda yang sering dianggap bisa menunjukkan jenis kelamin bayi beserta penjelasan medisnya.
Pernah dengar kalau perut yang terlihat bulat berarti hamil anak perempuan, sementara perut yang lebih menonjol ke depan berarti hamil anak laki-laki?
Anggapan ini memang sudah lama beredar. Namun, bentuk perut tidak dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi.
Bentuk perut selama kehamilan dipengaruhi oleh banyak hal, seperti posisi janin, bentuk dan ukuran tubuh Mommy, posisi rahim, kondisi otot perut, serta jumlah kehamilan sebelumnya.
Jadi, dua Mommy dengan usia kehamilan yang sama bisa memiliki bentuk perut yang sangat berbeda meskipun jenis kelamin bayinya sama.
Morning sickness yang lebih berat sering disebut sebagai salah satu ciri hamil anak perempuan. Apakah benar?
Ada penelitian yang menemukan bahwa ibu yang mengandung janin perempuan memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami mual dan muntah selama kehamilan, termasuk gejala yang lebih berat, dibandingkan ibu yang mengandung janin laki-laki. Salah satu studi besar terhadap lebih dari 91.000 kehamilan menemukan hubungan tersebut.
Namun, hubungan ini bukan berarti morning sickness bisa digunakan untuk memastikan jenis kelamin bayi.
Pasalnya, tingkat mual dan muntah setiap Mommy sangat dipengaruhi oleh banyak faktor lain. Jadi, Mommy yang mengalami morning sickness berat tetap bisa mengandung bayi laki-laki, begitu juga sebaliknya.
Ada anggapan bahwa kenaikan berat badan yang lebih banyak selama kehamilan merupakan tanda Mommy mengandung bayi laki-laki.
Padahal, kenaikan berat badan saat hamil tidak bisa dijadikan penentu jenis kelamin bayi.
Perubahan berat badan selama kehamilan dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk berat badan sebelum hamil, usia kehamilan, nafsu makan, pola makan, aktivitas fisik, pertumbuhan janin, pertumbuhan plasenta, jumlah cairan ketuban, dan kondisi kehamilan Mommy.
Jadi, jangan jadikan angka timbangan sebagai “tebakan” jenis kelamin Si Kecil, ya.
“Kalau ngidam makanan asin, berarti bayinya laki-laki.”
Mommy pasti pernah mendengar mitos ini. Ada juga anggapan bahwa keinginan makan makanan manis berarti mengandung bayi perempuan.
Faktanya, jenis makanan yang Mommy idamkan tidak bisa digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi.
Ngidam selama kehamilan cukup umum terjadi, tetapi penyebabnya belum sepenuhnya dipahami. Perubahan hormon, faktor metabolik, dan faktor psikologis diduga dapat ikut berperan.
Jadi, mau ngidam makanan manis, asin, asam, atau makanan tertentu lainnya, semuanya belum bisa dijadikan “petunjuk” apakah Si Kecil laki-laki atau perempuan.
Ada juga mitos yang mengatakan bahwa Mommy yang kulitnya terlihat lebih glowing sedang mengandung bayi laki-laki. Sebaliknya, jika muncul jerawat atau kulit menjadi lebih kusam, katanya bayinya perempuan.
Padahal, kondisi kulit selama kehamilan lebih berkaitan dengan perubahan hormon dan perubahan fisiologis tubuh Mommy, bukan jenis kelamin Si Kecil.
Perubahan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi produksi minyak, pigmentasi, dan kondisi kulit. Peningkatan aliran darah juga dapat membuat sebagian Mommy terlihat lebih cerah atau kemerahan.
Jadi, kulit glowing bukan tanda pasti hamil anak laki-laki, begitu pula munculnya jerawat bukan berarti Mommy sedang hamil anak perempuan.
Kalau Mommy mencari tanda fisik yang bisa digunakan untuk memastikan jenis kelamin bayi, jawabannya adalah tidak ada ciri kehamilan sehari-hari yang bisa memastikan hal tersebut.
Bentuk perut, morning sickness, ngidam, kenaikan berat badan, dan perubahan kulit dapat berbeda-beda pada setiap kehamilan. Bahkan, Mommy yang mengalami dua kehamilan dengan jenis kelamin bayi berbeda bisa saja merasakan gejala yang hampir sama.
Karena itu, lebih baik anggap tanda-tanda tersebut sebagai bagian dari perubahan tubuh selama hamil, bukan sebagai alat untuk menebak jenis kelamin Si Kecil.
Kalau Mommy dan Papa sudah penasaran dengan jenis kelamin Si Kecil, pemeriksaan medis adalah pilihan yang lebih dapat diandalkan dibandingkan menebak dari gejala kehamilan.
Jenis kelamin janin terkadang dapat terlihat melalui pemeriksaan USG bila posisi janin memungkinkan. USG sendiri dilakukan untuk memantau perkembangan janin dan berbagai kondisi kehamilan, sedangkan penilaian jenis kelamin bukan satu-satunya tujuan pemeriksaan.
Hasil pengamatan juga dapat dipengaruhi oleh posisi janin dan kondisi pemeriksaan. Jadi, jika jenis kelamin belum terlihat jelas pada satu pemeriksaan, Mommy tidak perlu langsung khawatir.
Selain USG, ada pemeriksaan prenatal tertentu yang menggunakan analisis DNA janin dalam darah Mommy. Pemeriksaan seperti cell-free DNA atau cfDNA terutama digunakan untuk skrining kelainan kromosom tertentu dan dapat memberikan informasi mengenai kromosom seks sebagai bagian dari pemeriksaan tersebut. Namun, pemeriksaan ini memiliki tujuan dan keterbatasan tertentu, sehingga hasilnya sebaiknya dibahas bersama dokter agar Mommy memahami arti dan interpretasinya.
Jadi, kalau Mommy ingin mengetahui jenis kelamin Si Kecil dengan lebih akurat, pilih metode pemeriksaan yang sesuai dan diskusikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan, ya.
Selain mengetahui perkembangan dan kondisi Si Kecil, pemeriksaan kehamilan juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Mommy menghadapi persalinan. Seiring usia kehamilan bertambah, Mommy mungkin mulai penasaran dengan proses pembukaan serviks dan tahapan yang akan dilalui saat melahirkan. Yuk, pahami juga Pembukaan 1-10 cm Saat Melahirkan, Ini Tahapannya supaya Mommy punya gambaran tentang proses persalinan dari awal hingga pembukaan lengkap.
Menebak jenis kelamin bayi dari bentuk perut atau kebiasaan Mommy memang sudah menjadi bagian dari cerita kehamilan di banyak keluarga.
Tidak masalah menjadikannya sebagai permainan ringan bersama keluarga selama Mommy tidak menganggapnya sebagai hasil medis yang pasti.
Misalnya, Mommy bisa saja seru-seruan menebak berdasarkan bentuk perut atau makanan yang sedang diidamkan. Namun, ketika ingin mengetahui jenis kelamin Si Kecil dengan lebih pasti, tetap gunakan pemeriksaan medis.
Dengan begitu, Mommy bisa menikmati berbagai mitos kehamilan tanpa perlu merasa cemas kalau hasil “tebakan” orang lain ternyata berbeda.
Ciri-ciri hamil anak perempuan dan laki-laki yang sering beredar, seperti bentuk perut, ngidam makanan tertentu, kenaikan berat badan, dan kondisi kulit, pada dasarnya tidak dapat digunakan untuk memastikan jenis kelamin Si Kecil.
Morning sickness yang lebih berat memang ditemukan lebih sering pada kehamilan dengan janin perempuan dalam beberapa penelitian. Namun, hubungan tersebut tetap tidak cukup untuk digunakan sebagai metode menentukan jenis kelamin bayi secara individual.
Jadi, kalau Mommy penasaran dengan jenis kelamin Si Kecil, jangan hanya mengandalkan perubahan tubuh selama kehamilan, ya. Pemeriksaan seperti USG dapat membantu melihat jenis kelamin bila kondisi pemeriksaan memungkinkan.
Apa pun jenis kelamin Si Kecil nantinya, yang paling penting adalah memastikan kehamilan berjalan sehat dan Mommy mendapatkan pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.