
Momuung.com – Menjadi Mommy dari bayi berusia 3 bulan memang penuh momen yang bikin gemas. Si Kecil mulai aktif berceloteh, memperhatikan gerak-gerik orang di sekitarnya, dan semakin banyak menunjukkan perkembangan baru.
Tapi di tengah rasa gemas itu, mungkin muncul juga kekhawatiran, seperti, “Kok bayiku belum bisa miring-miring, ya?” atau “Kok temannya sudah bisa tengkurap sendiri, tapi bayiku belum?”
Setiap bayi memang punya milestone perkembangan yang berbeda. Namun, Mommy tetap bisa membantu memberikan stimulasi yang sesuai. Salah satu fondasi penting untuk mendukung kemampuan berguling, merangkak, hingga duduk adalah kekuatan otot leher, bahu, dan punggung yang dilatih melalui tummy time.
Yuk, kenali stimulasi motorik yang bisa Mommy lakukan di rumah agar Si Kecil semakin siap mengeksplorasi berbagai gerakan.
Tummy time bukan sekadar menaruh bayi dalam posisi tengkurap. Aktivitas ini menjadi salah satu latihan fisik awal bagi bayi untuk belajar melawan gravitasi.
Tanpa tummy time yang cukup, otot inti (core muscles) bayi tidak akan cukup kuat untuk mendukung gerakan berguling yang kompleks.
Aktivitas fisik seperti tummy time pada bayi terbukti secara signifikan meningkatkan skor perkembangan motorik kasar dan membantu menurunkan risiko plagiocephaly atau kepala peyang. Bayi yang mendapatkan stimulasi tengkurap saat terjaga juga memiliki koordinasi otot leher dan punggung yang lebih baik (Hewitt et al., 2020).
Supaya Si Kecil nggak cepat bosan atau rewel saat latihan, Mommy bisa mencoba beberapa gerakan sederhana berikut:
Ini bisa menjadi gerakan awal yang nyaman untuk Si Kecil.
Mommy cukup berbaring santai, lalu letakkan bayi di atas dada dalam posisi tengkurap. Saat Si Kecil berusaha melihat wajah Mommy, ia sebenarnya sedang melatih otot lehernya secara alami tanpa merasa seperti sedang berlatih.
Pegang perut bayi dengan kedua tangan Mommy, lalu angkat perlahan di atas tubuh Mommy seperti posisi pesawat terbang.
Gerakan ini membantu melatih keseimbangan sekaligus memperkuat otot punggungnya agar lebih siap melakukan gerakan berguling ke sisi kiri atau kanan.
Letakkan Si Kecil tengkurap melintang di atas paha Mommy. Sambil melakukannya, Mommy bisa mengelus punggungnya atau mengajaknya bernyanyi.
Posisi ini bisa terasa lebih nyaman bagi bayi yang belum terbiasa tummy time di lantai karena masih bisa merasakan kehangatan dan sentuhan Mommy.
Letakkan cermin kecil yang aman di depan bayi saat ia sedang tengkurap di atas matras.
Bayi biasanya tertarik melihat bayangannya sendiri. Keinginan untuk melihat atau meraih bayangan tersebut dapat memancing Si Kecil memindahkan beban tubuh ke satu sisi, yang menjadi salah satu langkah awal menuju gerakan berguling.
Bantu Si Kecil untuk miring ke satu sisi, lalu ganjal bagian punggungnya dengan gulungan handuk kecil.
Letakkan mainan di depannya agar ia tertarik untuk meraih. Latihan ini membantu melatih otot perut samping yang berperan penting dalam menghasilkan momentum untuk berguling.
Pentingnya variasi gerakan dan perubahan posisi tubuh juga didukung oleh penelitian Carson et al. (2022) dalam The International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa stimulasi gerak dan perubahan posisi tubuh berperan penting dalam mendukung kontrol kepala dan kemampuan motorik yang lebih optimal di usia awal kehidupan (Carson et al., 2022).
Mommy sering merasa bersalah ketika Si Kecil menangis saat tummy time? Tenang, itu bisa menjadi hal yang wajar karena aktivitas ini memang cukup melelahkan bagi bayi.
Supaya sesi tummy time terasa lebih nyaman, Mommy bisa mencoba beberapa cara berikut:
Penelitian oleh Carson et al. (2022) menunjukkan bahwa stimulasi motorik yang disertai interaksi orang tua membantu koordinasi gerak sekaligus meningkatkan rasa aman dan kenyamanan bayi. Hal ini membuat sesi tummy time terasa lebih menyenangkan dan dapat dilakukan secara lebih konsisten (Carson et al., 2022).
Kemampuan berguling sendiri merupakan salah satu bagian dari perjalanan perkembangan motorik Si Kecil. Seiring bertambahnya usia dan semakin baiknya kontrol tubuh, bayi akan mulai mempersiapkan diri untuk mencapai milestone berikutnya, termasuk belajar duduk. Mommy yang ingin mengetahui stimulasi yang bisa dilakukan saat Si Kecil mulai memasuki fase tersebut bisa membaca 5 Cara Melatih Bayi 4 Bulan Duduk Agar Cepat Mandiri & Aman.
MenStimulasi bayi agar bisa berguling tidak harus menjadi sesuatu yang membuat Mommy merasa terbebani. Mommy bisa melakukannya lewat berbagai gerakan tummy time yang sederhana dan menyenangkan secara konsisten.
Kuncinya adalah sabar dan terus memberikan apresiasi pada setiap kemajuan kecil Si Kecil. Ingat, Mommy yang bahagia dan ternutrisi dengan baik adalah pendamping terbaik untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Punya pertanyaan lebih lanjut atau sedang menghadapi tantangan terkait tumbuh kembang bayi dan mengASIhi? Yuk, manfaatkan layanan Konsultasi Menyusui & Kehamilan GRATIS 24 Jam bersama konselor ahli Mom Uung. Kami siap mendampingi Mommy sepenuh hati agar momen pengasuhan terasa lebih tenang dan bahagia.
Jangan lupa simpan artikel ini dan bagikan ke grup WhatsApp Mommy lainnya agar semakin banyak Mommy yang mendapatkan informasi seputar stimulasi dan tumbuh kembang Si Kecil.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.