
Momuung.com – Kulit bayi baru lahir memang terlihat sangat lembut dan halus. Namun dalam beberapa hari setelah lahir, banyak Mommy mungkin akan mulai melihat kulit si Kecil tampak mengelupas.
Tenang ya Mom, kondisi ini umumnya normal dan merupakan bagian dari proses adaptasi kulit bayi terhadap lingkungan di luar kandungan.
Saat di dalam rahim, kulit bayi dilindungi oleh lapisan alami bernama vernix caseosa. Setelah lahir, lapisan ini akan mulai terlepas dan kulit bayi akan menyesuaikan diri dengan udara luar yang lebih kering.
Biasanya proses pengelupasan ini terjadi pada 1 hingga 2 minggu pertama kehidupan bayi, terutama di area tangan dan kaki, meskipun bisa juga muncul di perut, punggung, atau bokong. Kulit yang terlihat mengelupas belum tentu menandakan kulit bayi kering ya, Mom. Karena sering kali, lapisan kulit di bawahnya tetap dalam kondisi sehat dan normal.
Nah, agar Mommy lebih tenang, berikut beberapa cara yang bisa membantu menjaga kenyamanan kulit bayi selama fase ini.
Saat melihat kulit bayi mengelupas, mungkin Mommy ingin langsung membersihkannya. Tapi sebaiknya hindari menarik atau mengelupas kulit secara paksa.
Kulit yang sedang mengelupas sebenarnya masih berfungsi melindungi kulit baru di bawahnya. Jadi biarkan berjalan alami tanpa dibantu dicabut.
Terlalu lama berendam di air hangat bisa membuat minyak alami kulit bayi ikut terangkat.
Agar lebih aman:
Setelah mandi, Mommy bisa mengoleskan pelembap ringan untuk membantu menjaga kelembapan kulit bayi.
Pilih produk yang:
Gunakan secukupnya saja, karena kulit bayi tidak membutuhkan terlalu banyak produk.
Kulit bayi masih sangat sensitif, jadi sebaiknya hindari:
Gunakan produk yang lebih gentle untuk meminimalkan risiko iritasi.
Kesehatan dan kelembapan kulit bayi juga sangat dipengaruhi oleh kecukupan asupan cairan dan nutrisi dari dalam tubuhnya. Pada bayi baru lahir, kebutuhan ini sepenuhnya dipenuhi melalui ASI.
Karena itu, pastikan si Kecil mendapatkan ASI yang cukup sesuai dengan kebutuhannya, baik dari frekuensi maupun tanda kecukupan seperti bayi tampak tenang setelah menyusu, BAK cukup, dan berat badan yang bertambah sesuai usia.
Perlu diingat juga, bayi di bawah 6 bulan tidak membutuhkan tambahan air putih karena seluruh kebutuhan cairannya sudah terpenuhi dari ASI.
Jika Mommy melihat kulit bayi tampak sangat kering, berbeda dari biasanya, atau disertai tanda lain yang membuat khawatir, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak agar bisa dievaluasi lebih lanjut.
Udara dingin atau terlalu kering dapat membuat kulit bayi kehilangan kelembapan lebih cepat.
Yang bisa dilakukan:
Kulit bayi baru lahir sangat sensitif terhadap sinar matahari.
Saat keluar rumah:
Paparan sinar matahari langsung sebaiknya dihindari terutama pada bayi yang masih sangat kecil.
Kulit bayi baru lahir yang mengelupas merupakan kondisi yang sangat umum dan biasanya terjadi sebagai bagian dari proses adaptasi alami kulit setelah bayi lahir ke dunia.
Dengan perawatan yang lembut dan sederhana, seperti menjaga kelembapan kulit, menghindari penggunaan bahan yang berpotensi mengiritasi, serta memastikan kenyamanan si Kecil, kondisi ini umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu tanpa perlu penanganan khusus.
Namun, setiap bayi memiliki kondisi kulit yang berbeda. Jika Mommy melihat kulit bayi tampak sangat kering, kemerahan, atau muncul tanda lain yang tidak biasa dan membuat khawatir, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil secara menyeluruh, Mommy juga bisa menambah wawasan tentang kebutuhan nutrisi anak melalui artikel “Suplementasi Anak yang Direkomendasikan IDAI untuk Dukung Tumbuh Kembang” agar pemahaman tentang perawatan bayi tidak hanya fokus pada kulit, tetapi juga kesehatan dari dalam.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.