
Momuung.co.id – Saat memotong kuku atau menggenggam jemari si Kecil, mungkin Mommy pernah melihat bintik putih atau bentuk kuku yang tampak berbeda. Hal seperti ini wajar membuat Mommy merasa khawatir, terutama jika baru pertama kali mengalaminya.
Padahal, kondisi Kuku bayi juga bisa memberi gambaran tentang kesehatan dan kecukupan nutrisinya. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, Mommy bisa lebih cepat memahami kondisi si Kecil dan memastikan tumbuh kembangnya tetap berjalan optimal.
Kuku terbentuk dari keratin, yaitu protein yang juga mendukung pembentukan rambut. Pertumbuhan kuku yang sehat sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang diterima tubuh setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan pada permukaan atau bentuk kuku dapat mencerminkan adanya ketidakseimbangan mikronutrisi atau respons tubuh terhadap kondisi kesehatan tertentu (Jayaprasad et al., 2025).
Meski begitu, perubahan pada kuku tidak selalu menandakan masalah serius. Mommy bisa menjadikannya sebagai tanda awal untuk lebih memperhatikan pola makan atau kondisi kesehatan si Kecil. Jika Mommy merasa ada perubahan yang tidak biasa, sebaiknya diskusikan dengan dokter anak saat jadwal pemeriksaan rutin agar kondisinya dapat dievaluasi dengan tepat.
Berikut adalah tiga kondisi kesehatan kuku bayi yang paling umum dan sering terjadi:
Banyak yang bertanya, apa sih penyebab kuku bayi ada bercak putih? Secara medis, kondisi ini disebut leukonychia, kondisi yang muncul karena tekanan atau benturan ringan pada kuku yang masih sangat lembut. Namun jika bercak putih muncul berulang, hal ini bisa berkaitan dengan kekurangan mikronutrisi seperti zinc atau kalsium. Zinc berperan penting dalam menjaga nafsu makan dan mendukung pertumbuhan bayi.
Pernahkah Mommy mendapati kuku bayi melengkung ke atas seperti sendok dengan tekstur yang sangat tipis? Kondisi ini disebut koilonychia. Dalam dunia medis, ini sering dikaitkan dengan defisiensi zat besi.
Kekurangan zat besi pada bayi dapat memicu gejala seperti tubuh mudah lelah, tampak pucat, dan aktivitas yang menurun. Karena itu, pemenuhan asupan zat besi menjadi hal yang penting untuk diperhatikan (Muddasani et al., 2021).
Nail pitting ditandai dengan munculnya titik atau lekukan kecil pada permukaan kuku. Pada beberapa bagi, kondisi ini dapat berkaitan dengan masalah pada kulit seperti eksim atau psoriasis. Jika perubahan ini disertai kulit yang mudah gatal atau meradang, sebaiknya Mommy berkonsultasi dengan dokter agar kondisi si Kecil dapat diperiksa lebih lanjut.
Perubahan pada kuku bayi sebaiknya tidak diabaikan. Kekurangan nutrisi yang berlangsung cukup lama dapat memengaruhi tumbuh kembang si Kecil, mulai dari pertumbuhan fisik hingga daya tahan tubuh. Karena itu, penting bagi Mommy untuk memastikan asupan nutrisi bayi terpenuhi dengan baik.
Bagi bayi yang masih sepenuhnya meminum ASI, kualitas nutrisi sangat dipengaruhi oleh pola makan Mommy. Pastikan asupan kalsium, zat besi, dan zinc terpenuhi. Saat bayi mulai MPASI, Mommy juga perlu memastikan menu hariannya mengandung sumber zat besi dan zinc yang cukup.
Perubahan pada kuku bayi cukup umum terjadi selama masa pertumbuhan.
Amati apakah ada gejala lain seperti nafsu makan menurun, bayi tampak lebih rewel, atau kulitnya menjadi kering.
Tambahkan sumber protein hewani seperti daging, telur, atau ikan untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi dan zinc.
Memperhatikan hal kecil pada tubuh si Kecil, termasuk kondisi kuku, bisa membantu Mommy mengenali tanda awal kebutuhan nutrisi bayi. Perubahan pada kuku memang bisa berkaitan dengan kekurangan zinc atau zat besi, tetapi langkah terbaik tetap dengan observasi yang tenang dan konsultasi dengan dokter anak jika diperlukan.
Selain nutrisi, kenyamanan dan keamanan lingkungan bayi juga penting untuk mendukung tumbuh kembangnya. Mommy juga bisa membaca artikel 3 Bahaya Bouncer Bayi yang Jarang Disadari dan Tips Aman Memakainya sebagai tambahan informasi agar si Kecil tetap aman dan nyaman dalam aktivitas sehari-hari.
Referensi:
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.