
Momuung.com – Melihat Stretch mark saat hamil dalam konteks kehamilan dan menyusui | Mom Uung" class="glossary-link">stretch mark saat hamil mulai muncul di perut, paha, atau payudara sering kali membuat Mommy khawatir dan kurang percaya diri. Tenang ya, Mom. Stretch mark merupakan perubahan kulit yang sangat umum terjadi selama kehamilan dan bukan berarti Mommy kurang merawat diri.
Yuk, kenali penyebab, gambaran stretch mark saat hamil, serta cara membantu menyamarkannya agar Mommy bisa menikmati setiap momen kehamilan dengan lebih nyaman.
Sebelum melihat berbagai gambaran stretch mark saat hamil, Mommy perlu tahu bahwa kondisi ini sebenarnya sangat umum terjadi. Dalam dunia medis, stretch mark pada ibu hamil dikenal dengan istilah striae gravidarum.
Stretch mark terjadi karena kulit harus meregang untuk mengikuti pertumbuhan rahim, perkembangan Si Kecil, dan kenaikan berat badan selama kehamilan. Ketika peregangan terjadi cukup cepat, serat kolagen dan elastin, yaitu protein yang berfungsi menjaga kekuatan dan elastisitas kulit, dapat mengalami kerusakan pada lapisan dermis atau lapisan tengah kulit. Kerusakan inilah yang kemudian membentuk garis-garis pada permukaan kulit yang kita kenal sebagai stretch mark (Erlandson et al., 2023).
Selain peregangan kulit, perubahan hormon selama kehamilan juga diduga ikut mempengaruhi elastisitas kulit. Namun, para ahli menjelaskan bahwa penyebab stretch mark saat hamil bersifat multifaktorial, artinya dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus, seperti perubahan hormon, peregangan kulit, dan faktor genetik.
Stretch mark paling sering muncul pada bagian tubuh yang mengalami peregangan paling besar, seperti:
Stretch mark juga merupakan kondisi yang sangat umum dialami ibu hamil. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 55 hingga 90 persen ibu hamil mengalami striae gravidarum selama kehamilan.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya stretch mark antara lain:
Jadi, jika Mommy mulai melihat stretch mark muncul selama kehamilan, tidak perlu langsung merasa bersalah atau berpikir bahwa Mommy kurang merawat diri. Pada banyak kasus, stretch mark merupakan bagian dari perubahan alami tubuh selama kehamilan yang dipengaruhi oleh elastisitas kulit dan faktor keturunan, sehingga kemunculannya sering kali memang sulit dicegah sepenuhnya (DermNet NZ, 2021, Erlandson et al., 2023).
Stretch mark saat hamil dapat memiliki warna, bentuk, dan tekstur yang berbeda pada setiap Mommy. Yuk, kenali beberapa gambaran stretch mark berikut.
Pada tahap awal, stretch mark dikenal sebagai striae rubrae. Garis-garis ini biasanya tampak berwarna merah muda, merah, atau sedikit keunguan. Sebagian Mommy juga mungkin merasakan kulit terasa lebih gatal atau sedikit sensitif saat stretch mark mulai muncul.
Warna tersebut muncul karena pembuluh darah di bawah kulit masih lebih terlihat pada fase awal pembentukan stretch mark. Kondisi ini merupakan bagian dari proses alami perubahan kulit selama kehamilan.
Tidak semua stretch mark memiliki warna yang sama. Pada Mommy dengan warna kulit yang lebih gelap, stretch mark dapat tampak berwarna ungu tua, cokelat, atau lebih gelap dibandingkan area kulit di sekitarnya.
Perbedaan warna ini dipengaruhi oleh pigmentasi alami kulit dan tahap perkembangan stretch mark. Jadi, Mommy tidak perlu khawatir jika warna stretch mark berbeda dengan yang sering dilihat di media sosial atau dialami orang lain.
Seiring waktu, stretch mark akan memasuki fase yang disebut striae albae. Pada tahap ini, warna merah atau ungu mulai memudar dan berubah menjadi putih, keperakan, atau sedikit lebih terang dibandingkan warna kulit di sekitarnya.
Perubahan warna tersebut merupakan bagian dari proses alami penyembuhan kulit. Walaupun tampilannya menjadi lebih samar, stretch mark umumnya tidak hilang sepenuhnya.
Selain warnanya berubah, tekstur stretch mark juga dapat berbeda dengan kulit di sekitarnya. Saat diraba, stretch mark sering kali terasa sedikit cekung, lebih tipis, atau tampak seperti kerutan halus.
Hal ini terjadi karena serat kolagen dan elastin pada lapisan dermis mengalami peregangan dan kerusakan selama kehamilan. Akibatnya, struktur kulit berubah sehingga permukaannya tidak lagi sehalus sebelumnya.
Stretch mark dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Namun, area yang paling sering mengalaminya adalah bagian yang mengalami peregangan paling besar selama kehamilan, yaitu:
Tidak semua Mommy akan mengalami stretch mark di semua area tersebut. Ada yang hanya muncul di perut, sementara yang lain mengalaminya di beberapa bagian tubuh sekaligus. Semua pola ini masih termasuk normal dan dipengaruhi oleh kondisi tubuh masing-masing.
Meskipun perubahan kulit yang normal dan sering kali sulit dicegah sepenuhnya, Mommy tetap bisa melakukan perawatan untuk menjaga kelembapan, mengurangi rasa gatal akibat peregangan kulit, serta membantu menjaga kesehatan kulit selama kehamilan. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba.
Mengoleskan pelembab secara rutin dapat membantu menjaga skin barrier atau lapisan pelindung kulit sehingga kulit terasa lebih lembab dan nyaman selama mengalami peregangan.
Mommy bisa memilih pelembab yang aman digunakan selama kehamilan, misalnya yang mengandung:
Beberapa ibu juga menggunakan stretch mark cream atau stretch mark oil. Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat bahwa produk tersebut dapat mencegah stretch mark secara pasti. Meski demikian, penggunaan pelembab tetap bermanfaat untuk membantu mengurangi kulit kering dan rasa gatal selama kehamilan (American Academy of Dermatology, n.d.).
Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan salah satu cara sederhana untuk mendukung kesehatan kulit selama kehamilan. Meskipun minum air putih tidak dapat mencegah stretch mark secara langsung, tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu menjaga fungsi kulit tetap optimal sehingga kulit tidak mudah terasa kering
Selama hamil, Mommy dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2,3 hingga 3 liter per hari atau setara 10-12 gelas, tergantung aktivitas, cuaca, dan kondisi kesehatan masing-masing. Jumlah tersebut mencakup cairan yang berasal dari minuman maupun makanan.
Agar kebutuhan cairan terpenuhi, Mommy bisa mendapatkannya dari berbagai sumber, seperti:
Saat kulit mulai meregang, Mommy mungkin akan merasakan gatal, terutama di area perut dan payudara. Sebisa mungkin hindari menggaruk kulit karena dapat menyebabkan iritasi atau luka pada permukaan kulit.
Sebagai gantinya, Mommy dapat:
Kulit juga membutuhkan nutrisi agar tetap sehat selama kehamilan. Meski tidak ada makanan yang terbukti dapat mencegah stretch mark, pola makan bergizi seimbang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang berperan dalam pembentukan kolagen dan proses regenerasi kulit.
Beberapa sumber nutrisi yang baik antara lain:
Apabila stretch mark masih terlihat setelah melahirkan dan Mommy ingin menyamarkannya, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk menentukan perawatan yang sesuai.
Beberapa prosedur yang dapat dipertimbangkan meliputi:
Perawatan tersebut umumnya memberikan hasil yang lebih baik pada stretch mark yang masih baru (striae rubrae) dibandingkan stretch mark yang sudah lama berubah menjadi putih (striae albae). Dokter juga akan menyesuaikan pilihan terapi apabila Mommy masih hamil atau sedang menyusui agar tetap aman (American Academy of Dermatology, n.d.).
Merawat kulit selama kehamilan memang membutuhkan kesabaran. Selain menjaga kesehatan kulit, jangan lupa mempersiapkan tubuh menjelang persalinan agar Mommy merasa lebih nyaman saat proses melahirkan nanti.
Kalau Mommy sedang mencari informasi seputar persiapan persalinan, jangan lewatkan artikel Jangan Asal Telentang! Ini 5 Posisi Melahirkan yang Direkomendasikan. Dengan memahami berbagai pilihan posisi melahirkan, Mommy bisa berdiskusi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan posisi yang paling nyaman dan sesuai dengan kondisi persalinan nanti.

Stretch mark saat hamil merupakan perubahan kulit yang sangat umum terjadi dan dialami oleh banyak ibu hamil. Warna, bentuk, maupun lokasinya bisa berbeda pada setiap Mommy karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan hormon, elastisitas kulit, hingga faktor genetik. Jadi, Mommy tidak perlu merasa minder atau membandingkan diri dengan orang lain ya.
Meski stretch mark tidak selalu bisa dicegah, Mommy tetap bisa menjaga kesehatan kulit dengan rutin menggunakan pelembab, memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, dan menerapkan pola hidup sehat selama kehamilan.
Yang terpenting, ingatlah bahwa setiap garis pada tubuh Mommy adalah bagian dari perjalanan luar biasa dalam menyambut kehadiran Si Kecil. Jadi, jangan lupa untuk tetap menyayangi dan mengapresiasi diri sendiri di setiap prosesnya.
Jika Mommy masih memiliki pertanyaan seputar kehamilan, menyusui, atau kesehatan ibu dan bayi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau Konselor Menyusui Mom Uung. Mom Uung siap menemani perjalanan Mommy agar tetap nyaman, sehat, dan penuh percaya diri.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Stretch mark paling sering muncul pada area tubuh yang mengalami peregangan paling besar, seperti:
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan kulit selama hamil meliputi: