
Momuung.com – Bayi hanya mau menyusu di satu payudara sering membuat Mommy khawatir, apalagi jika Si Kecil selalu menolak ketika dipindahkan ke sisi lainnya. Kondisi ini juga kerap dikaitkan dengan leher kaku atau Tortikolis pada bayi.
Tapi, apakah benar menyusu hanya di satu sisi bisa menyebabkan tortikolis?
Yuk, pahami hubungan keduanya, kenali penyebab tortikolis pada bayi, dan ketahui apa yang bisa Mommy lakukan agar proses menyusui tetap nyaman.
Tidak ada bukti bahwa kebiasaan menyusu hanya di satu payudara secara langsung menyebabkan tortikolis.
Justru, pada sebagian bayi yang mengalami tortikolis, keterbatasan gerak leher dapat membuat mereka lebih nyaman menyusu di satu sisi. Misalnya, ketika bayi merasa tidak nyaman saat harus menoleh ke arah tertentu, ia mungkin memilih payudara dengan posisi yang tidak membuat lehernya terlalu banyak bergerak.
Karena itu, bayi yang terus-menerus memilih satu payudara bisa menjadi salah satu tanda adanya keterbatasan gerak atau ketidaknyamanan pada leher, bukan berarti kebiasaan tersebut menjadi penyebab tortikolis (American Physical Therapy Association [APTA], 2022).
Namun, Mommy juga tidak perlu langsung menganggap Si Kecil mengalami tortikolis hanya karena lebih menyukai satu payudara. Preferensi menyusu juga bisa dipengaruhi oleh berbagai hal lain, seperti:
Tortikolis adalah kondisi ketika posisi atau gerakan kepala dan leher bayi menjadi tidak simetris. Bayi dapat terlihat lebih sering memiringkan kepala ke satu sisi atau mengalami keterbatasan saat menoleh ke arah tertentu.
Tortikolis bukan hanya memiliki satu penyebab. Salah satu penyebab yang paling sering ditemukan pada bayi adalah congenital muscular torticollis (CMT), yaitu tortikolis yang berkaitan dengan pemendekan atau ketegangan otot sternocleidomastoid (SCM) pada salah satu sisi leher.
Jadi, penting untuk membedakannya: Tortikolis adalah kondisi umumnya, sedangkan CMT merupakan salah satu penyebab tortikolis pada bayi.
Selain CMT, keterbatasan gerak leher juga dapat berkaitan dengan preferensi posisi, gangguan mata, kelainan tulang leher, masalah neurologis, nyeri, infeksi, hingga trauma. Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.
Secara sederhana, penyebab tortikolis pada bayi dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori:
Pada CMT, salah satu otot SCM menjadi lebih pendek atau tegang sehingga bayi cenderung memiringkan kepala ke satu sisi dan lebih sulit menoleh ke arah sebaliknya.
CMT biasanya sudah ada sejak lahir atau mulai terlihat dalam beberapa minggu pertama kehidupan. Faktor yang diduga berperan antara lain posisi bayi di dalam rahim, ruang gerak yang terbatas, serta faktor yang berkaitan dengan proses persalinan (APTA, 2022; Płomiński et al., 2023).
Beberapa faktor yang lebih sering ditemukan pada bayi dengan CMT antara lain:
Namun, faktor-faktor tersebut tidak berarti pasti menyebabkan CMT. Bayi dengan riwayat persalinan tertentu belum tentu mengalami tortikolis.
Sebagian bayi memiliki positional preference, yaitu kecenderungan untuk melihat, tidur, atau mempertahankan kepala pada satu arah.
Preferensi posisi ini perlu diperhatikan karena jika kepala bayi terus berada pada posisi yang sama, tekanan berulang pada satu sisi kepala dapat meningkatkan risiko positional plagiocephaly, yaitu kondisi ketika bentuk kepala menjadi lebih datar pada salah satu sisi.
Positional preference dan tortikolis dapat ditemukan bersamaan, tetapi keduanya bukan kondisi yang sama. Karena itu, Mommy sebaiknya tidak langsung menganggap bayi mengalami tortikolis hanya karena ia lebih sering melihat ke satu arah.
Tidak semua tortikolis pada bayi berasal dari otot SCM. Dalam beberapa kasus, keterbatasan gerak leher dapat berkaitan dengan kondisi lain, seperti:
Karena penyebabnya dapat berbeda-beda, bayi yang menunjukkan posisi kepala tidak simetris atau keterbatasan gerak leher sebaiknya diperiksa oleh tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.

Nah, dari sini hubungan antara tortikolis dan preferensi menyusu menjadi lebih jelas.
Jika bayi mengalami keterbatasan gerak leher, posisi tertentu saat menyusu mungkin terasa lebih nyaman. Akibatnya, Si Kecil bisa menolak payudara yang mengharuskannya menoleh atau memiringkan kepala ke arah yang terasa tidak nyaman.
Mommy bisa memperhatikan apakah Si Kecil juga:
Kalau beberapa tanda tersebut muncul bersamaan, ada baiknya Mommy berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis anak.
Walaupun tidak terbukti menyebabkan tortikolis, menyusui hanya dari satu payudara dalam jangka waktu tertentu memang dapat memengaruhi produksi ASI di kedua sisi.
Produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand. Payudara yang lebih sering dikosongkan melalui menyusui atau memerah akan mendapatkan lebih banyak stimulasi untuk memproduksi ASI. Sebaliknya, payudara yang jarang dikosongkan dapat mengalami penurunan produksi secara bertahap.
Akibatnya, Mommy mungkin mengalami:
Jika Si Kecil hanya mau menyusu di satu sisi dan payudara lainnya mulai terasa penuh atau tidak nyaman, Mommy bisa tetap mengosongkan payudara tersebut dengan memerah sesuai kebutuhan.
Jika Mommy mulai mengalami payudara bengkak, keras, atau tidak nyaman karena jarang dikosongkan, teknik perawatan yang tepat dapat membantu. Mommy bisa membaca 3 Langkah Pijat Limfatik Payudara agar ASI Lancar Saat Bengkak untuk mengetahui langkah yang dapat dilakukan dengan aman di rumah.
Jika Si Kecil memang menunjukkan tanda tortikolis, stimulasi di rumah dapat menjadi bagian dari perawatan. Namun, latihan peregangan leher sebaiknya dilakukan sesuai arahan dokter atau fisioterapis, terutama jika bayi sudah didiagnosis mengalami CMT.
Sementara itu, beberapa aktivitas sederhana berikut dapat membantu Si Kecil lebih sering menggunakan kedua sisi tubuhnya.
Tummy time dilakukan ketika bayi dalam kondisi terjaga dan selalu berada dalam pengawasan. Aktivitas ini membantu memperkuat otot leher, bahu, dan punggung sekaligus mendukung perkembangan motoriknya (American Academy of Pediatrics, 2023).
Supaya Si Kecil lebih tertarik, Mommy bisa:
Kalau Mommy ingin mengetahui stimulasi lain untuk membantu perkembangan motorik Si Kecil, bisa membaca Lakukan Stimulasi 5 Gerakan Ini Kalau Gak Mau Bayi Telat Berguling.
Saat Si Kecil sedang terjaga, Mommy dapat menggunakan suara, wajah, atau mainan untuk menarik perhatiannya ke sisi kanan dan kiri.
Misalnya:
Tujuannya bukan memaksa kepala bayi berputar, tetapi memberikan kesempatan agar ia menggunakan kedua sisi leher secara alami.
Jika Si Kecil menolak salah satu payudara karena posisi kepala terasa tidak nyaman, Mommy dapat mencoba posisi menyusui yang memungkinkan bayi tetap mendapatkan ASI tanpa harus memutar leher secara berlebihan.
Posisi football hold atau rugby hold memungkinkan tubuh bayi berada di samping tubuh Mommy.
Cara melakukannya:
Posisi ini dapat menjadi salah satu pilihan ketika Mommy ingin mengurangi kebutuhan bayi untuk memutar kepala ke arah tertentu.
Posisi menyusui sambil berbaring menyamping juga dapat dicoba jika terasa lebih nyaman bagi Mommy dan bayi.
Pastikan:
Untuk keamanan tidur, setelah selesai menyusui Mommy tetap perlu mengikuti rekomendasi tidur aman untuk bayi dan tidak membiarkan bayi tidur tanpa pengawasan dalam posisi atau tempat yang tidak sesuai.
Jika Si Kecil telah didiagnosis mengalami CMT, dokter atau fisioterapis anak dapat memberikan latihan peregangan dan stimulasi yang disesuaikan dengan kondisi bayi.
Mommy perlu:
Penanganan yang dimulai lebih dini umumnya memberikan hasil yang lebih baik pada bayi dengan CMT (APTA, 2022; Płomiński et al., 2023).
Jangan menunggu sampai Si Kecil semakin sulit bergerak jika Mommy sudah melihat tanda yang mencurigakan.
Sebaiknya konsultasikan ke dokter jika:
Pemeriksaan penting dilakukan karena tortikolis memiliki berbagai kemungkinan penyebab. Dokter dapat membantu menentukan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan CMT, positional preference, atau penyebab lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kalau Si Kecil hanya mau menyusu di satu payudara, jangan langsung menganggap kebiasaan tersebut menyebabkan tortikolis, ya, Mommy.
Tortikolis adalah kondisi yang memiliki berbagai kemungkinan penyebab. CMT merupakan salah satu penyebabnya dan berkaitan dengan otot SCM, sementara kondisi lain dapat berkaitan dengan preferensi posisi, gangguan mata, tulang leher, neurologis, nyeri, infeksi, atau trauma.
Sebaliknya, bayi dengan tortikolis justru bisa memilih satu payudara karena posisi tersebut terasa lebih nyaman untuk lehernya.
Jadi, perhatikan juga apakah Si Kecil sering memiringkan kepala, sulit menoleh ke satu arah, atau menunjukkan tanda tidak nyaman saat menyusu. Jika ada, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis anak agar penyebabnya bisa diketahui sejak dini.
Untuk masalah posisi menyusui atau bayi yang hanya mau menyusu di satu sisi, Mommy juga bisa mendapatkan pendampingan dari Konselor Menyusui Mom Uung agar posisi dan pelekatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Si Kecil.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.