
Momuung.com – Pernah merasa payudara tiba-tiba bengkak, terasa penuh, kencang, atau bahkan keras saat menyusui? Kondisi ini sering membuat Mommy khawatir karena payudara terasa tidak nyaman dan ASI seolah lebih sulit keluar saat Si Kecil menyusu atau ketika dipompa.
Meski sering dianggap sebagai tanda ASI yang menumpuk, payudara bengkak tidak selalu disebabkan oleh produksi ASI yang berlebihan. Pada beberapa kondisi, pembengkakan jaringan di sekitar payudara justru dapat menekan saluran ASI sehingga alirannya menjadi kurang lancar.
Tenang, Mom. Kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan langkah yang tepat tanpa perlu memijat payudara terlalu kuat hingga menimbulkan rasa sakit. Salah satu metode yang sering direkomendasikan adalah Pijat limfatik payudara, yaitu teknik pijatan lembut yang bertujuan membantu mengurangi pembengkakan dan melancarkan aliran ASI.
Yuk, cari tahu kapan pijat limfatik perlu dilakukan serta bagaimana cara melakukannya dengan aman di rumah. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Pijat limfatik payudara umumnya dapat membantu mengurangi pembengkakan jaringan dan meningkatkan kenyamanan payudara saat terjadi breast engorgement. Mommy dapat mempertimbangkan teknik ini apabila mengalami beberapa tanda berikut:
Saat payudara terasa berat, tegang, dan membengkak, tetapi ASI yang keluar saat menyusui atau pumping terasa lebih sedikit dari biasanya, penyebabnya tidak selalu karena produksi ASI yang kurang.
Pada beberapa kasus, pembengkakan jaringan di sekitar saluran ASI dapat menekan aliran ASI sehingga pengosongan payudara menjadi kurang optimal (Mitchell et al., 2022).
Pembengkakan tidak hanya dapat terjadi pada payudara, tetapi juga pada area areola dan puting.
Tanda yang sering muncul antara lain:
Kondisi ini dapat membuat proses menyusui menjadi kurang efektif dan terkadang menyebabkan bayi terlihat frustrasi saat menyusu (ACOG, 2021).
Menurut Cleveland Clinic (2023), payudara bengkak dapat menimbulkan gejala seperti:
Pada beberapa Mommy, pembengkakan juga dapat meluas hingga area samping payudara atau mendekati ketiak karena jaringan limfatik di area tersebut saling terhubung.
Sebelum mencoba pijat limfatik payudara, ada satu hal penting yang perlu Mommy pahami. Teknik ini bukan bertujuan untuk “memecah” benjolan atau mengeluarkan ASI dengan cara dipijat keras.
Pijat limfatik merupakan teknik sentuhan ringan yang membantu mengurangi edema payudara, yaitu pembengkakan jaringan akibat penumpukan cairan limfa dan cairan di sekitar jaringan payudara. Karena targetnya adalah sistem limfatik yang berada dekat permukaan kulit dan, tekanan yang digunakan sebaiknya sangat lembut dan tidak sampai menimbulkan rasa sakit (Mitchell et al., 2022).
Beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan:
Area ketiak merupakan salah satu lokasi kelenjar getah bening (axillary lymph nodes) yang berperan dalam proses drainase cairan limfa (Cleveland Clinic, 2023).
Cara melakukannya:
Setelah itu, letakkan telapak tangan atau ujung jari pada area payudara yang terasa tegang atau bengkak lalu lakukan usapan lembut tanpa tekanan ke arah ketiak.
Cara melakukannya:
Jika masih ada area yang terasa penuh atau mengeras, Mommy dapat menambahkan gerakan melingkar kecil di atas permukaan kulit untuk membantu mengurangi rasa tegang akibat pembengkakan tanpa memberikan tekanan berlebih pada saluran ASI.
Cara melakukannya:
Setelah melakukan pijat limfatik, Mommy dapat langsung menyusui atau pumping agar ASI lebih mudah keluar. Ketika pembengkakan mulai berkurang, payudara biasanya akan terasa lebih nyaman dan proses pengeluaran ASI pun menjadi lebih optimal.
Pijat limfatik sebaiknya dilakukan sebelum menyusui atau pumping, terutama saat payudara terasa penuh dan tegang. Namun, teknik ini juga dapat dilakukan kapan saja ketika payudara mulai terasa bengkak atau tidak nyaman. Setelahnya, Mommy bisa mengompres payudara dengan kompres dingin untuk membantu mengurangi pembengkakan. Agar lebih nyaman, pijat limfatik dapat dilakukan sambil duduk bersandar atau berbaring telentang.

Saat pembengkakan payudara mulai berkurang, biasanya tubuh Mommy juga akan terasa jauh lebih nyaman. Dalam kondisi ini tujuan utama bukan hanya “mengeluarkan ASI”, tapi membantu mengurangi tekanan pada jaringan payudara supaya aliran ASI bisa kembali lancar dan bayi lebih mudah menyusu.
Biasanya, setelah pembengkakan mulai membaik, Mommy akan merasakan beberapa perubahan seperti:
Kalau payudara sudah terasa lebih rileks dan tidak terlalu tegang, Mommy bisa melanjutkan dengan teknik pengosongan ASI yang lebih lembut seperti Teknik Marmet, Cara Memerah ASI dengan Tangan Agar Lebih Lancar. Teknik ini membantu mengosongkan payudara secara optimal tanpa tekanan berlebihan, sehingga tetap nyaman dan aman untuk jaringan payudara yang masih sensitif.
Walaupun pijat limfatik biasanya membantu mengurangi rasa penuh dan tegang pada payudara, ada kondisi tertentu yang perlu Mommy perhatikan lebih serius. Jika setelah dilakukan pijatan lembut payudara masih tetap keras, bengkak, atau ASI tetap sulit keluar, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Beberapa kondisi yang perlu Mommy waspadai:
Kondisi seperti ini bisa mengarah pada sumbatan saluran ASI (blocked duct) atau peradangan pada payudara (mastitis), sehingga sebaiknya tidak ditangani sendiri dalam waktu lama.
Jika tanda-tanda ini muncul, Mommy disarankan untuk segera berkonsultasi dengan konselor atau dokter laktasi agar mendapatkan penanganan yang sesuai dan tidak memperparah kondisi.
Perjalanan menyusui memang tidak selalu mudah, Mom. Ada kalanya terasa penuh tantangan, terutama saat tubuh sedang beradaptasi. Tapi dengan pemahaman yang tepat, Mommy tidak perlu panik atau merasa sendirian.
Yang terpenting, perlakukan payudara dengan lembut dan hindari pijatan yang terlalu keras karena justru bisa membuat jaringan semakin tidak nyaman. Setiap proses menyusui butuh sentuhan yang aman, tenang, dan sesuai kebutuhan tubuh.
Semangat terus ya, Mom, karena setiap tetes ASI yang Mommy berikan adalah bentuk kasih sayang terbaik untuk Si Kecil.
Kalau Mommy masih mengalami nyeri, bengkak, atau kesulitan saat menyusui, Mommy bisa konsultasi langsung dengan konselor laktasi Mom Uung untuk mendapatkan panduan yang lebih tepat sesuai kondisi Mommy dan bayi.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.