
Momuung.com – Banyak Mommy yang bertanya, bolehkah Ibu menyusui donor darah?
Jawabannya, boleh, tetapi ada syarat dan waktu yang perlu diperhatikan agar kesehatan Mommy maupun Si Kecil tetap terjaga. Yuk, pahami aturan, waktu yang aman, serta tips mempersiapkan tubuh sebelum donor darah dengan membaca artikel selengkapnya di bawah ini, ya Mom!
Aturan mengenai donor darah untuk ibu menyusui ternyata bisa berbeda di setiap negara, Mom. Perbedaan ini dibuat untuk memastikan kondisi tubuh ibu benar-benar pulih setelah melahirkan dan tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil selama menyusui.
Berikut perbedaannya.
Menurut Palang Merah Indonesia (PMI), ibu boleh mendonorkan darah dengan ketentuan:
Sementara itu, World Health Organization (WHO) memberikan rekomendasi yang lebih hati-hati. WHO menyarankan agar ibu tidak mendonorkan darah selama masih menyusui, kemudian menunggu hingga:
Sebagai perbandingan, NHS Blood and Transplant di Inggris memperbolehkan ibu mendonorkan darah ketika bayi telah berusia minimal 6 bulan (NHS Blood and Transplant, n.d.).
Jadi, wajar ya Mom jika aturan donor darah yang Mommy temukan berbeda-beda. Sebelum memutuskan untuk donor, pastikan Mommy berkonsultasi dengan dokter atau mengikuti proses skrining kesehatan dari petugas PMI. Dengan begitu, donor darah tetap aman dilakukan tanpa mengganggu kesehatan Mommy maupun kelancaran menyusui.
Selain memastikan waktu donor sudah sesuai anjuran, Mommy juga perlu memastikan kondisi tubuh benar-benar sehat dan siap. Pasalnya, setiap calon pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan donor darah aman dilakukan.
Secara umum, beberapa syarat yang perlu dipenuhi meliputi:
Jadi, meskipun masa tunggu setelah melahirkan atau menyusui sudah terpenuhi, Mommy tetap perlu lolos pemeriksaan kesehatan sebelum diperbolehkan mendonorkan darah.

Saat mendonorkan darah, tubuh akan kehilangan sekitar 350-450 ml darah. Meski darah tersebut dapat diproduksi kembali, tubuh tetap membutuhkan waktu untuk memulihkan volume darah, kadar hemoglobin, dan cadangan zat besi.
Selama menyusui, tubuh juga terus bekerja memproduksi ASI setiap hari. Itulah sebabnya, jika cadangan zat besi atau hemoglobin Mommy masih rendah, donor darah dapat membuat tubuh lebih mudah mengalami:
Karena itu, aturan penundaan donor darah bukan berarti ibu menyusui tidak boleh menjadi pendonor, ya Mom. Tujuannya adalah memberi waktu bagi tubuh untuk pulih dengan optimal sehingga kesehatan Mommy tetap terjaga dan proses menyusui Si Kecil tetap berjalan dengan baik.
Menariknya, menyusui sendiri juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Mommy, tidak hanya membantu proses pemulihan setelah melahirkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Yuk, cari tahu penjelasan lengkapnya di artikel “Benarkah Menyusui Bisa Menurunkan Risiko Hipertensi?” ya, Mom.
Kabar baiknya, donor darah tidak terbukti secara langsung menyebabkan produksi ASI berkurang, asalkan Mommy dalam kondisi sehat, memenuhi syarat donor, serta tetap menjaga asupan cairan dan nutrisi setelah mendonor.
Hal ini karena produksi ASI bekerja dengan prinsip supply and demand. Artinya, semakin sering payudara dikosongkan melalui hisapan bayi atau pompa ASI, semakin banyak pula ASI yang diproduksi.
Meski begitu, sebagian Mommy mungkin merasa tubuh lebih lelah setelah donor darah. Jika kondisi ini disertai dengan kurang minum atau kurang makan, proses menyusui bisa terasa lebih berat untuk sementara waktu.
Agar tubuh lebih cepat pulih, usahakan setelah donor Mommy:
Kalau setelah donor Mommy merasa produksi ASI sedang kurang lancar, tidak perlu langsung panik ya. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan kelelahan, kurang cairan, atau asupan nutrisi yang belum optimal, bukan karena donor darah itu sendiri. Yuk, cari tahu cara membantu melancarkan produksi ASI dengan membaca artikel “ASI Seret? Cek 5 Tips Melancarkan ASI untuk Produksi yang Optimal” agar kebutuhan ASI Si Kecil tetap terpenuhi.
Tidak sedikit Mommy yang khawatir donor darah akan membuat kualitas ASI menurun atau kandungan zat besinya berkurang. Kabar baiknya, hal tersebut tidak terbukti.
Meski kandungan zat besi dalam ASI memang relatif sedikit, zat besi pada ASI memiliki bioavailabilitas yang tinggi, sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh bayi dibandingkan sumber zat besi lainnya. Bahkan, penelitian oleh Marques dkk. (2016) menunjukkan bahwa kadar hemoglobin ibu tidak berhubungan langsung dengan kadar hemoglobin bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
Meski begitu, bukan berarti Mommy boleh mengabaikan asupan nutrisi ya. Setelah donor darah, tubuh tetap membutuhkan zat besi untuk membantu proses pemulihan, seperti:
Setelah donor darah, sebagian orang dapat mengalami reaksi vasovagal, yaitu respons tubuh akibat penurunan volume darah sementara.
Gejalanya bisa berupa:
Pada ibu menyusui, risiko ini dapat meningkat bila sebelumnya Mommy:
Penelitian oleh Ebina dan Kashiwakura (2012) juga menunjukkan bahwa ibu menyusui memiliki tekanan darah sistolik yang cenderung lebih rendah pada awal masa nifas dibandingkan ibu yang tidak menyusui.
Karena itu, sebelum donor pastikan Mommy sudah makan, minum yang cukup, dan mengikuti seluruh arahan petugas kesehatan selama proses donor.
Setelah donor darah, tubuh memerlukan waktu untuk mengganti cairan dan membentuk sel darah merah baru. Supaya proses pemulihan berjalan lebih optimal, Mommy dapat melakukan beberapa hal berikut.
Selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, Mommy juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi harian dengan Susu Mylkflow Mom Uung, terutama setelah donor darah ketika tubuh sedang dalam proses pemulihan.
Susu Mylkflow diformulasikan khusus untuk ibu hamil dan menyusui dengan kandungan nutrisi yang membantu memenuhi kebutuhan harian Mommy, sekaligus mendukung produksi ASI.
Beberapa keunggulan Susu Mylkflow Mom Uung antara lain:
Meski begitu, Susu Mylkflow tetap merupakan pelengkap nutrisi, bukan pengganti makanan utama. Karena itu, Mommy tetap dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi lengkap, cukup minum, serta beristirahat agar proses pemulihan setelah donor darah berlangsung lebih optimal.
Dengan kondisi tubuh yang prima, Mommy pun bisa kembali beraktivitas dan menyusui Si Kecil dengan lebih nyaman.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.