Benarkah Menyusui Bisa Menurunkan Risiko Hipertensi?

Momuung.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh perempuan, termasuk saat hamil. Kondisi ini dikenal sebagai gangguan hipertensi pada kehamilan (Hypertensive Disorders of Pregnancy/HDP), yang meliputi hipertensi kronis, hipertensi gestasional, preeklampsia, hingga eklampsia.
Selain dapat membahayakan kehamilan, hipertensi juga berisiko meningkatkan berbagai masalah kesehatan di kemudian hari, seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal.
Kabar baiknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi bayi, tetapi juga dapat memberikan manfaat kesehatan bagi ibu, termasuk membantu menurunkan risiko hipertensi di masa depan.
Lantas, bagaimana hubungan antara Menyusui dan hipertensi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Mommy!
DAFTAR ISI
Apa Hubungan Hipertensi dengan Menyusui?
Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Yale University dan dipublikasikan dalam JAMA Network Open menemukan bahwa ibu yang mengalami gangguan hipertensi selama kehamilan cenderung memiliki pengalaman menyusui yang lebih menantang.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengevaluasi dua hal, yaitu:
- Apakah ibu berhasil memulai proses menyusui setelah melahirkan.
- Berapa lama ibu dapat mempertahankan proses menyusui.
Hasilnya menunjukkan bahwa ibu dengan riwayat hipertensi saat hamil memiliki kemungkinan lebih besar untuk:
- Terlambat memulai menyusui.
- Menyusui dalam waktu yang lebih singkat.
- Mengalami hambatan selama proses menyusui.
Menurut penulis utama penelitian sekaligus instruktur pediatri di Yale School of Medicine, Deanna Nardella, sebagian besar ibu sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk menyusui. Namun, berbagai tantangan yang dihadapi setelah melahirkan sering kali membuat proses tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
Mengapa Ibu dengan Hipertensi Lebih Sulit Menyusui?
Hipertensi bukanlah satu-satunya penyebab ibu mengalami kesulitan menyusui. Ada berbagai faktor lain yang juga dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI, seperti:
- Nyeri saat menyusui.
- Pelekatan bayi yang kurang tepat.
- Produksi ASI yang belum optimal.
- Masa cuti melahirkan yang terbatas.
- Kurangnya dukungan dari pasangan maupun keluarga.
- Kelelahan fisik dan perubahan emosi setelah melahirkan.
Kombinasi dari berbagai faktor tersebut dapat membuat sebagian ibu menghentikan proses menyusui lebih cepat dari yang direncanakan.
Menyusui Dapat Memberikan Manfaat bagi Kesehatan Ibu
Data menunjukkan bahwa pada periode 2017–2019, sekitar 16% kehamilan di Amerika Serikat mengalami komplikasi hipertensi. Sementara itu, meski sekitar 83% ibu memulai menyusui, hanya sekitar 25% yang masih memberikan ASI sesuai rekomendasi hingga beberapa bulan berikutnya.
Berdasarkan berbagai penelitian, menyusui memang tidak secara langsung mencegah hipertensi. Namun, menyusui diyakini dapat membantu memperbaiki kesehatan metabolik dan menurunkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular di kemudian hari.
Beberapa manfaat menyusui bagi kesehatan ibu antara lain:
- Membantu menurunkan risiko hipertensi setelah melahirkan.
- Mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang.
- Membantu mengurangi risiko stroke.
- Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
- Membantu proses pemulihan tubuh setelah persalinan.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami mekanisme pasti yang menghubungkan menyusui dengan penurunan risiko hipertensi.
Pentingnya Dukungan agar Mommy Berhasil Menyusui
Melihat manfaat menyusui bagi kesehatan ibu dan bayi, para ahli menilai bahwa dukungan selama masa menyusui perlu diberikan sejak masa kehamilan, terutama bagi ibu yang memiliki faktor risiko hipertensi.
Beberapa bentuk dukungan yang dapat membantu keberhasilan menyusui meliputi:
- Edukasi mengenai menyusui sejak masa kehamilan.
- Konsultasi dengan konselor laktasi sebelum maupun setelah melahirkan.
- Dukungan dari pasangan dan keluarga selama masa menyusui.
- Pendampingan tenaga kesehatan apabila Mommy mengalami kendala menyusui.
Para ahli juga tetap merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, kemudian dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai anjuran.
Kesimpulan
Menyusui tidak hanya memberikan manfaat bagi tumbuh kembang si Kecil, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan Mommy. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menyusui berpotensi membantu menurunkan risiko hipertensi serta penyakit kardiovaskular di kemudian hari, meskipun hubungan tersebut masih terus diteliti lebih lanjut.
Jika Mommy memiliki riwayat hipertensi selama kehamilan atau mengalami kendala saat menyusui, jangan berkecil hati. Dengan dukungan yang tepat, edukasi yang memadai, serta pendampingan dari tenaga kesehatan atau konselor laktasi, peluang untuk berhasil menyusui tetap terbuka.
Apabila Mommy membutuhkan pendampingan selama proses menyusui, Mom Uung menyediakan layanan Konsultasi Menyusui bersama Konselor Laktasi yang siap membantu menemukan solusi sesuai dengan kondisi Mommy. Dengan penanganan yang tepat, Mommy dapat menjalani perjalanan menyusui dengan lebih nyaman dan percaya diri.
Komentar
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









