
Momuung.com – Menyusui adalah perjalanan yang penuh cerita. Ada Mommy yang langsung lancar memberikan ASI sejak hari pertama, tetapi tidak sedikit juga yang harus menghadapi tantangan, seperti ASI yang keluar sedikit, payudara terasa penuh karena tersumbat, atau bahkan khawatir produksi ASI tidak cukup untuk si Kecil.
Sebenarnya, kondisi ini cukup umum dialami oleh ibu menyusui, terutama di awal masa menyusui. Kabar baiknya, sebagian besar penyebab ASI yang kurang lancar masih bisa diatasi dengan perawatan yang tepat dan dukungan dari orang-orang terdekat.
Yuk, kenali dulu apa saja penyebab ASI sedikit, lalu simak berbagai cara yang bisa Mommy lakukan agar produksi ASI tetap lancar.
Produksi ASI dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi tubuh hingga kebiasaan menyusui sehari-hari. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
Produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand, yaitu semakin sering payudara dikosongkan, semakin kuat sinyal yang diterima tubuh untuk memproduksi ASI kembali. Itulah mengapa menyusui atau memompa ASI secara rutin sangat penting, terutama pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan.
Sebaliknya, jika bayi jarang menyusu atau Mommy jarang memompa ASI, payudara akan lebih lama terisi penuh. Kondisi ini membuat tubuh menganggap kebutuhan ASI sudah berkurang sehingga produksi ASI pun dapat menurun secara bertahap.
Pelekatan atau latch on yang kurang tepat menjadi salah satu penyebab paling umum ASI terasa sedikit atau tidak keluar optimal. Saat bayi hanya mengisap puting tanpa memasukkan sebagian besar areola ke dalam mulutnya, proses pengosongan payudara menjadi kurang maksimal.
Padahal, payudara yang tidak dikosongkan dengan baik akan mengirimkan sinyal kepada tubuh untuk mengurangi produksi ASI. Selain memengaruhi suplai ASI, pelekatan yang kurang tepat juga dapat menyebabkan puting lecet, nyeri saat menyusui, hingga membuat bayi tidak mendapatkan ASI dalam jumlah yang cukup. Karena itu, memastikan posisi dan pelekatan bayi sudah benar merupakan langkah penting untuk menjaga produksi ASI tetap lancar.
Tidak sedikit Mommy yang merasa produksi ASI-nya sedikit, padahal sebenarnya kebutuhan si Kecil masih terpenuhi. Kondisi ini dikenal sebagai perceived insufficient milk (PIM) atau persepsi bahwa ASI tidak cukup.
Beberapa hal yang sering membuat Mommy merasa ASI kurang, antara lain:
Padahal, tanda-tanda tersebut belum tentu menunjukkan produksi ASI benar-benar sedikit. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Breastfeeding Journal, rasa percaya diri ibu saat menyusui juga berperan penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Karena itu, usahakan untuk tetap percaya pada kemampuan tubuh Mommy dan fokus pada tanda kecukupan ASI, seperti berat badan bayi yang bertambah sesuai usia serta frekuensi buang air kecil yang cukup.
Pada kondisi tertentu, pemberian susu formula memang diperlukan sesuai anjuran dokter atau tenaga kesehatan. Namun, jika terlalu sering menggantikan sesi menyusui tanpa diimbangi dengan memompa ASI, produksi ASI dapat berkurang.
Hal ini terjadi karena:
Jika Mommy perlu memberikan susu formula, usahakan tetap memompa ASI pada waktu yang sama agar stimulasi pada payudara tetap terjaga dan produksi ASI tidak menurun.
Beberapa kondisi kesehatan juga dapat memengaruhi produksi ASI karena berkaitan dengan hormon maupun fungsi jaringan payudara.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan produksi ASI berkurang, antara lain:
Kondisi tersebut dapat membuat produksi ASI menjadi lebih sedikit atau membutuhkan waktu lebih lama untuk meningkat setelah persalinan. Jika Mommy memiliki salah satu kondisi di atas dan merasa produksi ASI belum optimal, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi. Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar ibu tetap dapat menyusui dengan baik sesuai kondisi masing-masing.
Menjadi ibu baru memang tidak mudah. Kurang tidur, kelelahan, hingga rasa cemas sering kali membuat Mommy merasa kewalahan. Tanpa disadari, kondisi ini juga dapat memengaruhi kelancaran ASI.
Beberapa alasannya antara lain:
Karena itu, jangan ragu meminta bantuan pasangan atau keluarga agar Mommy memiliki waktu untuk beristirahat. Tidur yang cukup, melakukan aktivitas yang disukai, atau sekadar meluangkan waktu untuk relaksasi juga dapat membantu menjaga produksi ASI tetap lancar.
Selama menyusui, tubuh membutuhkan energi dan nutrisi lebih banyak untuk memproduksi ASI. Jika asupan makanan atau cairan tidak terpenuhi, produksi ASI bisa menjadi kurang optimal.
Agar produksi ASI tetap lancar, pastikan Mommy:
Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, usahakan juga untuk mengonsumsi camilan sehat di sela waktu makan jika Mommy mudah merasa lapar saat menyusui. Dengan tubuh yang tercukupi kebutuhan energi dan cairannya, proses produksi ASI pun dapat berjalan lebih optimal.
Jika produksi ASI mulai terasa berkurang, jangan langsung panik ya, Mommy. Berikut beberapa cara yang bisa membantu melancarkan ASI secara alami.
Semakin sering bayi menyusu, semakin besar pula rangsangan yang diterima tubuh untuk memproduksi ASI. Hal ini karena produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand, yaitu semakin sering ASI dikeluarkan, semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi.
Posisi menyusui dan pelekatan (latch on) yang tepat sangat berpengaruh terhadap kelancaran ASI. Saat bayi menyusu dengan benar, ia dapat mengosongkan payudara secara lebih efektif sehingga tubuh akan terus memproduksi ASI sesuai kebutuhannya.
Menyusui dengan kedua payudara secara bergantian dapat membantu menjaga produksi ASI tetap seimbang di kedua sisi. Selain itu, cara ini juga membantu bayi mendapatkan ASI hingga lebih tuntas, termasuk hindmilk, yaitu ASI yang keluar di akhir sesi menyusui dan mengandung lebih banyak lemak.
Agar lebih optimal, Mommy bisa melakukan beberapa hal berikut:
Pijat payudara merupakan salah satu cara sederhana yang dapat membantu melancarkan aliran ASI, terutama jika payudara terasa penuh atau mulai terjadi sumbatan. Pijatan yang dilakukan dengan lembut juga dapat membuat Mommy merasa lebih rileks sebelum menyusui.
Beberapa manfaat pijat payudara antara lain:
Selain pijat payudara, Mommy juga bisa melakukan pijat oksitosin, yaitu pijatan lembut di sepanjang tulang belakang hingga area bahu. Pijatan ini dapat membantu merangsang pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam let-down reflex, yaitu refleks alami yang membantu ASI mengalir lebih lancar saat menyusui.
Jika payudara mulai terasa bengkak atau muncul benjolan akibat ASI yang menumpuk, Mommy juga bisa mencoba teknik pijat limfatik payudara. Teknik pijatan ini dilakukan dengan gerakan yang lembut untuk membantu mengurangi pembengkakan sekaligus melancarkan aliran ASI. Agar lebih mudah dipraktikkan di rumah, Mommy dapat membaca panduan lengkapnya pada artikel 3 Langkah Pijat Limfatik Payudara agar ASI Lancar Saat Bengkak.
Skin to skin atau kontak langsung antara kulit Mommy dan bayi merupakan salah satu cara alami yang dapat membantu melancarkan proses menyusui, terutama pada hari-hari pertama setelah persalinan. Saat kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit Mommy, tubuh akan melepaskan hormon yang mendukung produksi sekaligus pengeluaran ASI.
Beberapa manfaat skin to skin antara lain:
Mommy bisa melakukan skin to skin segera setelah melahirkan atau kapan saja sebelum menyusui. Cukup letakkan si Kecil di dada Mommy tanpa penghalang pakaian, lalu biarkan ia menikmati kehangatan dan kenyamanan tersebut selama beberapa saat.
Jika payudara terasa penuh atau ASI sulit keluar, Mommy bisa mencoba mengompres payudara dengan air hangat sebelum menyusui. Cara sederhana ini dapat membantu membuat aliran ASI lebih lancar sekaligus memberikan rasa nyaman pada payudara.
Manfaat kompres hangat sebelum menyusui, antara lain:
Mommy cukup mengompres payudara menggunakan handuk hangat selama sekitar 3-5 menit sebelum menyusui atau memompa ASI. Pastikan suhu kompres terasa hangat dan nyaman di kulit, tetapi tidak terlalu panas agar tidak menyebabkan iritasi atau luka bakar.
Setelah bayi selesai menyusu, Mommy bisa melanjutkan dengan memompa ASI selama beberapa menit.
Cara ini memberi sinyal pada tubuh untuk terus memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayi.
Power pumping merupakan metode memompa ASI yang meniru pola menyusu bayi saat sedang mengalami growth spurt.
Contohnya:
Teknik ini bisa dilakukan sebagai tambahan jika produksi ASI sedang menurun.
Jika kondisi Mommy dan si Kecil memungkinkan, usahakan untuk lebih sering menyusui secara langsung dari payudara. Isapan bayi merupakan stimulasi alami yang paling efektif untuk membantu menjaga sekaligus meningkatkan produksi ASI.
Beberapa manfaat menyusui langsung antara lain:
Jika Mommy sedang bekerja atau tidak bisa selalu bersama si Kecil, usahakan tetap menjaga jadwal memompa ASI secara rutin. Dengan begitu, payudara tetap mendapatkan stimulasi sehingga produksi ASI dapat terus terjaga.
Di tengah kesibukan mengurus si Kecil, jangan lupa bahwa kesehatan Mommy juga berperan penting dalam kelancaran proses menyusui. Tubuh yang cukup istirahat, terpenuhi kebutuhan nutrisinya, dan tidak terlalu lelah akan bekerja lebih optimal dalam memproduksi ASI.
Beberapa cara sederhana yang bisa Mommy lakukan antara lain:
Tidak sedikit Mommy yang ingin segera kembali ke berat badan sebelum hamil.
Namun selama menyusui, hindari diet ekstrem karena dapat mengurangi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi ASI.
Rokok maupun alkohol dapat memengaruhi kualitas dan produksi ASI.
Karena itu, sebaiknya hindari keduanya selama masa menyusui.
Beberapa jenis kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen dapat memengaruhi produksi ASI.
Jika Mommy berencana menggunakan KB setelah melahirkan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan pilihan yang paling sesuai.
Beberapa makanan yang sering dikaitkan dengan produksi ASI antara lain:
Jika diperlukan, dokter juga dapat menyarankan suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama menyusui.
Menyusui akan terasa lebih nyaman ketika Mommy merasa tenang.
Mintalah bantuan pasangan atau keluarga untuk mengurus pekerjaan rumah, sehingga Mommy bisa lebih fokus beristirahat dan menikmati momen bersama si Kecil.
Segera konsultasikan ke dokter atau konselor laktasi apabila:
Penanganan sejak dini dapat membantu menjaga proses menyusui tetap berjalan dengan baik.
Perjalanan menyusui setiap Mommy tentu berbeda-beda. Ada yang produksi ASI-nya langsung lancar sejak awal, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Keduanya adalah hal yang normal, jadi Mommy tidak perlu membandingkan diri dengan pengalaman ibu lainnya.
Jika ASI terasa belum lancar, jangan langsung berkecil hati. Tetap susui si Kecil sesering mungkin, pastikan pelekatan sudah benar, penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh, serta usahakan mendapatkan istirahat yang cukup. Dukungan dari pasangan dan keluarga juga memiliki peran penting agar Mommy dapat menjalani proses menyusui dengan lebih tenang dan nyaman.
Apabila produksi ASI masih terasa kurang, payudara sering bengkak, atau Mommy mengalami kendala lain selama menyusui, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Mom Uung menyediakan layanan Konsultasi Menyusui bersama Konselor Laktasi yang siap membantu Mommy menemukan solusi sesuai dengan kondisi masing-masing. Dengan pendampingan yang tepat, Mommy dapat menjalani proses menyusui dengan lebih percaya diri sehingga kebutuhan nutrisi si Kecil tetap terpenuhi secara optimal.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.