
Momuung.com – Payudara terasa penuh, keras, kencang, atau nyeri saat menyusui memang bisa bikin Mommy khawatir. Apalagi kalau ASI terasa lebih sulit keluar atau Si Kecil jadi susah melekat.
Kondisi ini bisa terjadi karena breast engorgement, yaitu pembengkakan jaringan payudara yang dapat membuat payudara terasa berat dan tidak nyaman. Pada kondisi tertentu, pembengkakan di sekitar areola juga dapat membuat bayi lebih sulit melakukan deep latch.
Salah satu cara yang bisa membantu mengurangi rasa penuh dan bengkak adalah Pijat limfatik payudara. Berbeda dari pijat payudara biasa, teknik ini menggunakan sentuhan yang sangat lembut untuk membantu mengurangi pembengkakan jaringan, bukan menekan atau “memecahkan” sumbatan dengan kuat.
Yuk, kenali kapan pijat limfatik bisa dilakukan dan bagaimana langkahnya dengan aman, Mom!
Pijat limfatik bisa dipertimbangkan ketika payudara terasa bengkak, penuh, atau tegang, terutama jika kondisi tersebut membuat Mommy tidak nyaman atau Si Kecil kesulitan melekat.
Beberapa tanda yang bisa Mommy perhatikan:
Pembengkakan tidak selalu berarti produksi ASI Mommy terlalu banyak. Pada breast engorgement, peningkatan cairan dan pembengkakan jaringan di sekitar payudara dapat membuat aliran ASI terasa kurang lancar.
Ini penting banget, Mom.
Kalau payudara terasa keras atau seperti ada “sumbatan”, Mommy mungkin tergoda untuk langsung memijat bagian tersebut sekuat mungkin. Padahal, pijat yang terlalu kuat justru dapat menyebabkan trauma pada jaringan payudara dan memperburuk peradangan.
Pijat limfatik dilakukan menggunakan sentuhan ringan pada permukaan kulit. Tujuannya adalah membantu mengurangi edema, yaitu pembengkakan akibat penumpukan cairan di jaringan payudara.
Jadi, Mommy tidak perlu menekan dalam, menggosok keras, atau mengejar sensasi “benjolan pecah”. Kalau terasa sakit, tekanannya terlalu kuat.
Sebelum mulai, cari posisi yang nyaman, misalnya duduk bersandar atau berbaring telentang. Pastikan bahu dan tangan Mommy rileks.
Mulailah dari area ketiak pada sisi payudara yang terasa bengkak.
Area ini memiliki axillary lymph nodes, yaitu kelenjar getah bening yang menjadi salah satu jalur drainase cairan limfa dari area payudara.
Letakkan ujung jari di area ketiak, lalu buat gerakan melingkar kecil dengan tekanan yang sangat ringan. Tidak perlu menggosok cepat atau menekan dalam.
Lakukan beberapa kali sampai area terasa lebih rileks.
Setelah area ketiak, lanjutkan ke payudara yang terasa penuh.
Gunakan telapak tangan atau ujung jari untuk melakukan usapan perlahan pada permukaan kulit. Arahkan gerakan dari area sekitar payudara menuju ketiak atau ke arah tulang selangka.
Bayangkan seperti sedang mengusap kulit dengan lembut, bukan memijat otot.
Kalau ada area yang terasa lebih tegang, tetap gunakan tekanan ringan. Tidak perlu berusaha menekan bagian tersebut sampai terasa lunak secara paksa.
Jika masih ada bagian yang terasa penuh atau tegang, Mommy bisa menambahkan gerakan melingkar kecil di atas permukaan kulit.
Gunakan dua atau tiga ujung jari dan buat gerakan perlahan. Mulai dari area yang lebih dekat dengan bagian tengah payudara, kemudian bergerak ke arah luar.
Tetap gunakan tekanan yang ringan dan jangan menekan jaringan payudara secara dalam.
Tujuannya adalah membantu mengurangi rasa tegang akibat pembengkakan, bukan memaksa sumbatan keluar.
Setelah pembengkakan mulai berkurang, Mommy dapat melanjutkan dengan menyusui atau pumping sesuai kebutuhan.
Ketika areola terasa lebih lunak, Si Kecil dapat lebih mudah melekat pada payudara. Mommy juga mungkin merasa proses pengeluaran ASI menjadi lebih nyaman.
Untuk membantu meredakan rasa nyeri dan bengkak, Mommy juga bisa menggunakan kompres dingin setelah menyusui atau pumping. Kompres dingin dapat membantu mengurangi inflamasi dan rasa tidak nyaman.
Yang perlu dihindari adalah pumping berlebihan hanya untuk membuat payudara terasa benar-benar kosong. Pengosongan yang berlebihan dapat mempertahankan produksi ASI yang terlalu tinggi dan membuat pembengkakan lebih mudah berulang.
Kalau Mommy mengalami payudara bengkak tetapi tetap perlu pumping, kenyamanan selama memerah ASI juga penting.
Ukuran flange, posisi corong, dan tingkat isapan yang terlalu tinggi dapat membuat puting atau jaringan payudara semakin tidak nyaman. Karena itu, pumping sebaiknya dilakukan dengan tingkat isapan yang terasa nyaman dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Nah, kebutuhan inilah yang membuat pemilihan breast pump menjadi bagian penting dari rutinitas pumping Mommy.
Salah satu pilihan dari Mom Uung adalah M2 Pro Portable Electric Breast Pump with SmartCycle™ Technology, yang dirancang untuk mendukung pengalaman pumping yang lebih nyaman dan fleksibel.

SmartCycle™ menggabungkan beberapa elemen desain:
Gentle Areola Stimulation
Bagian silikon dengan struktur fleksibel dirancang untuk memberikan stimulasi lembut pada area areola selama pumping.
Even Pressure Distribution
Desainnya membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata pada area puting dan areola.
Adaptive Flex Fit
Bagian silikon yang fleksibel membantu mengikuti kontur payudara sekaligus membantu mempertahankan seal selama sesi pumping.
Ultra-Soft Comfort
Bagian silikon yang bersentuhan langsung dengan payudara menggunakan 100% medical-grade silicone untuk memberikan sensasi yang lebih lembut.
M2 Pro juga dilengkapi fitur yang mendukung kebutuhan Mommy sehari-hari:
Namun, perlu diingat ya, Mom. Breast pump bukan pengganti penanganan mastitis atau kondisi payudara lainnya. Jika Mommy mengalami keluhan yang menetap, penyebabnya tetap perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan.

Pijat limfatik dapat membantu mengurangi pembengkakan jaringan, sehingga payudara terasa lebih ringan dan nyaman. Ketika pembengkakan berkurang, area areola juga dapat menjadi lebih lunak sehingga proses menyusui atau pumping bisa terasa lebih mudah.
Namun, hal ini berbeda dengan meningkatkan produksi ASI.
Kalau produksi ASI Mommy memang sedang menurun, pijat limfatik bukan solusi tunggal. Mommy tetap perlu melihat frekuensi pengeluaran ASI, efektivitas menyusui atau pumping, ukuran flange, teknik pumping, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Jadi, pijat limfatik lebih tepat dipandang sebagai cara membantu mengurangi pembengkakan dan meningkatkan kenyamanan, bukan sebagai metode instan untuk memperbanyak ASI.
Pijat limfatik dapat menjadi salah satu langkah awal untuk membantu mengatasi rasa penuh dan bengkak. Namun, jangan terus menangani sendiri jika keluhan tidak membaik.
Segera konsultasikan dengan dokter atau dokter laktasi apabila Mommy mengalami:
Gejala tersebut dapat berkaitan dengan mastitis atau kondisi lain pada payudara yang membutuhkan evaluasi dan penanganan lebih lanjut.
Saat payudara terasa bengkak atau keras, Mommy tidak perlu langsung memijatnya dengan kuat. Pijat limfatik justru menggunakan gerakan yang ringan dan lembut untuk membantu mengurangi pembengkakan jaringan.
Setelah itu, Mommy bisa melanjutkan menyusui atau pumping sesuai kebutuhan. Untuk rutinitas pumping, pastikan teknik, ukuran flange, dan tingkat isapan juga terasa nyaman.
Kalau Mommy membutuhkan breast pump yang praktis dan nyaman untuk menemani rutinitas tersebut, M2 Pro Portable Electric Breast Pump with SmartCycle™ Technology bisa menjadi salah satu pilihan.
Yang terpenting, Mom, dengarkan respons tubuh. Payudara tidak perlu dipaksa. Penanganan yang lembut dan tepat justru membantu Mommy menjalani proses menyusui dengan lebih nyaman.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.