
Momuung.com – Si Kecil lagi belajar tengkurap, tapi malah sering gumoh setelah Tummy time? Tenang, Mom, kondisi ini belum tentu berarti ada yang salah dengan cara Mommy melatihnya.
Tummy time memang penting untuk membantu menguatkan otot leher, bahu, dan tubuh bagian atas Si Kecil. Namun, waktu melakukannya juga perlu diperhatikan, terutama setelah bayi menyusu.
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk tummy time agar Si Kecil tetap nyaman dan tidak mudah gumoh? Yuk, cari tahu tipsnya di artikel selengkapnya, Mom!
Gumoh (spit-up atau regurgitasi) cukup umum terjadi pada bayi, terutama bayi berusia di bawah 4 bulan. Salah satu alasannya adalah sistem pencernaan, termasuk katup antara kerongkongan dan lambung, masih berkembang. Akibatnya, isi lambung lebih mudah naik kembali, terutama ketika lambung sedang penuh.
Setelah menyusu, Si Kecil juga bisa merasa kurang nyaman jika langsung diajak melakukan aktivitas yang memberi tekanan pada perut atau melibatkan banyak gerakan.
Karena itu, tummy time bukan berarti berbahaya setelah menyusu. Namun, memberi jeda dan memilih waktu saat bayi sudah nyaman dapat membantu mengurangi kemungkinan gumoh dan membuat sesi bermain lebih menyenangkan. Selain memperhatikan waktu tummy time, penting juga bagi Mommy untuk mengetahui cara menangani gumoh dengan tepat agar Si Kecil tetap nyaman dan aman. Mommy bisa membaca panduan Jangan Panik! Ini Cara Aman Menangani Bayi Gumoh agar Tidak Tersedak untuk mengetahui langkah yang bisa dilakukan saat Si Kecil gumoh.
Sebenarnya, Mommy tidak perlu berpatokan pada waktu tunggu tertentu, seperti 20, 30, atau 45 menit setelah menyusui, untuk mulai melakukan tummy time. Tidak ada jeda waktu yang berlaku sama untuk setiap bayi. Yang terpenting, lakukan tummy time saat Si Kecil sudah cukup nyaman dan terjaga setelah menyusu. Jika bayi masih terlihat sangat kenyang, rewel, atau tidak nyaman, tunggu hingga kondisinya lebih tenang sebelum mulai.
Kalau Si Kecil baru selesai menyusu, Mommy tidak perlu langsung mengajaknya tummy time, terutama jika ia mudah gumoh. Berikan waktu agar Si Kecil merasa lebih nyaman, misalnya dengan menggendongnya dalam posisi tegak. Tidak ada durasi tunggu yang pasti sebelum tummy time, karena setiap bayi memiliki kondisi dan toleransi yang berbeda setelah menyusu.
Selama menunggu, Mommy bisa:
Setelah Si Kecil terlihat tenang, terjaga, dan tidak menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman, Mommy bisa mulai tummy time dalam sesi singkat. Namun, jika Si Kecil masih mudah gumoh atau terlihat tidak nyaman meski sudah diberi waktu untuk beristirahat, tidak perlu memaksakan tummy time setelah menyusu. Mommy bisa memilih waktu lain saat perut Si Kecil tidak sedang kekenyangan untuk melakukan tummy time.
Waktu yang tepat untuk tummy time tidak harus mengikuti jam tertentu. Yang terpenting, pilih saat Si Kecil sedang terjaga, tenang, dan siap bermain.
Mommy bisa mencoba tummy time saat Si Kecil:
Mommy bisa memanfaatkan momen sehari-hari, seperti setelah Si Kecil bangun tidur, setelah mengganti popok, atau sebelum maupun setelah mandi. Jika Si Kecil menangis atau semakin rewel saat tengkurap, jangan dipaksakan. Angkat dan tenangkan terlebih dahulu, kemudian coba kembali di kesempatan berikutnya.
American Academy of Pediatrics merekomendasikan tummy time sejak bayi pulang dari rumah sakit, dilakukan dalam beberapa sesi singkat saat bayi terjaga dan selalu dalam pengawasan. Durasi dan frekuensinya dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan Si Kecil (Moon et al., 2022).
Tummy time tidak harus dilakukan dalam satu sesi yang panjang. Bayi yang masih belajar mengontrol kepala biasanya lebih nyaman jika latihan dilakukan dalam beberapa sesi singkat sepanjang hari.
Mommy bisa mulai dari beberapa menit per sesi, kemudian menambah durasinya secara bertahap sesuai kemampuan dan toleransi Si Kecil. Sekitar usia 7 minggu, total tummy time dapat ditingkatkan hingga sekitar 15-30 menit sepanjang hari, yang bisa dibagi menjadi beberapa sesi singkat (Moon et al., 2022).
Kalau Si Kecil belum betah tengkurap di matras, Mommy bisa mencoba beberapa cara berikut:
Yang terpenting, tummy time hanya dilakukan saat Si Kecil terjaga dan selalu dalam pengawasan. Saat tidur, bayi tetap harus diletakkan dalam posisi telentang pada permukaan tidur yang aman (American Academy of Pediatrics, 2022).
Agar tummy time tetap nyaman, aman, dan Si Kecil tidak mudah gumoh, Mommy bisa mengikuti beberapa tips berikut:
Untuk newborn yang belum nyaman tengkurap di lantai, Mommy bisa mengenalkannya lewat posisi tengkurap di dada.
Caranya:
Posisi ini bisa menjadi cara yang lebih aman untuk mengenalkan tummy time sebelum Si Kecil terbiasa bermain tengkurap di lantai.
Saat melakukan tummy time di lantai, gunakan playmat atau permukaan yang datar dan cukup kokoh. Hindari sofa, kasur empuk, atau permukaan yang membuat tubuh bayi mudah tenggelam.
Perlu diingat, permukaan untuk bermain berbeda dengan permukaan untuk tidur. Saat tidur, bayi harus selalu diletakkan telentang di permukaan yang datar dan kokoh untuk mengurangi risiko kematian terkait tidur (Moon et al., 2022).
Jika Si Kecil masih kesulitan mengangkat kepala saat tummy time, Mommy bisa mencoba menggunakan bantal atau nursing pillow sebagai penyangga. Letakkan di bawah bagian dada dan lengan agar posisi tubuh sedikit lebih terangkat dan Si Kecil lebih mudah melihat ke depan.
Lakukan dalam sesi singkat dan bantu Si Kecil tertarik mengangkat kepala dengan mengajaknya berinteraksi, misalnya melalui wajah, suara, atau mainan yang aman.
Selama tummy time, Mommy tetap perlu mengawasi Si Kecil dan memastikan wajah serta jalan napasnya tetap bebas dari bantal. Seiring otot leher, bahu, dan tubuhnya semakin kuat, Si Kecil akan semakin mampu mengangkat dan mempertahankan kepalanya.
Jika Si Kecil belum nyaman tengkurap langsung di permukaan datar, posisi gendong Tiger on the Tree bisa menjadi salah satu alternatif tummy time yang dimodifikasi.
Dalam posisi ini, tubuh bayi tetap berada dalam posisi tengkurap (prone), sehingga ia dapat belajar mengangkat dan menolehkan kepala sambil menggunakan otot leher, bahu, dan tubuh. Namun, karena tubuh Si Kecil masih mendapat dukungan dari tubuh Mommy, beban yang diterima berbeda dengan tummy time di permukaan datar.
Gunakan posisi ini saat Si Kecil terjaga dan selalu dalam pengawasan untuk menjaga posisi kepala serta jalan napasnya tetap aman.

Gumoh (spit-up atau regurgitasi) cukup umum pada bayi. Jika Si Kecil tetap terlihat sehat, menyusu dengan baik, dan tumbuh sesuai pola pertumbuhannya, gumoh ringan umumnya tidak perlu dikhawatirkan (NHS, 2024).
Kalau Si Kecil mudah gumoh saat tummy time, Mommy bisa mencoba beberapa cara berikut:
Selain mengatur waktu tummy time, memastikan Si Kecil sudah cukup nyaman setelah menyusu juga bisa membantu. Salah satunya dengan membantu bayi bersendawa untuk mengeluarkan udara yang tertelan saat menyusu. Mommy juga bisa mengajak Ayah ikut membantu dengan mempelajari 5 Langkah Ajarin Ayah Sendawain Bayi Pakai Teknik Gerak, Ampuh Cegah Gumoh! agar proses setelah menyusu terasa lebih nyaman untuk Si Kecil.
Tidak semua gumoh berarti ada masalah. Namun, Mommy perlu berkonsultasi dengan dokter jika Si Kecil mengalami:
Tanda-tanda tersebut perlu dievaluasi karena bisa menunjukkan kondisi yang berbeda dari gumoh biasa, terutama jika terjadi berulang atau disertai perubahan kondisi bayi (National Institute for Health and Care Excellence [NICE], 2015).
Tummy time merupakan bagian penting untuk membantu Si Kecil melatih kekuatan otot dan mendukung tumbuh kembangnya. Jadi, Mommy tidak perlu takut mengajak Si Kecil tengkurap, selama dilakukan saat bayi terjaga, nyaman, dan selalu dalam pengawasan.
Kalau Si Kecil mudah gumoh setelah menyusu, beri waktu untuk tenang dan gendong dalam posisi tegak terlebih dahulu. Setelah terlihat nyaman, Mommy bisa mulai tummy time secara bertahap dengan durasi yang sesuai kemampuan Si Kecil.
Jadi, tidak perlu terpaku pada hitungan menit, ya, Mom. Kenali kondisi Si Kecil, pilih waktu yang nyaman, dan lakukan secara konsisten. Dengan begitu, tummy time bisa menjadi momen bermain yang aman sekaligus membantu Si Kecil semakin kuat.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Tummy time dapat dilakukan saat Si Kecil terjaga, tenang, dan siap bermain. Mom bisa memanfaatkan waktu setelah bangun tidur, setelah mengganti popok, atau saat bayi sudah nyaman setelah menyusu.
23 Juli 2026