Menyusui Saat Hamil, Aman atau Tidak? Ini Tipsnya

Momuung.com – Menyusui saat hamil memang membuat tubuh Mommy bekerja lebih ekstra karena harus memenuhi kebutuhan janin sekaligus tetap memberikan ASI untuk Si Kecil. Pada kehamilan yang sehat dan berisiko rendah, menyusui selama hamil umumnya tidak menunjukkan peningkatan risiko keguguran atau persalinan prematur. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan pada kehamilan berisiko tinggi atau memiliki risiko persalinan prematur.
Karena itu, selain memastikan kondisi kehamilan aman, Mommy juga perlu menyesuaikan cara menyusui supaya tubuh tetap nyaman dan kebutuhan janin serta anak yang masih menyusu tetap terpenuhi.
DAFTAR ISI
- Perubahan yang Mungkin Mommy Rasakan Saat Menyusui Sambil Hamil
- Sesuaikan Posisi Menyusui agar Tubuh Tidak Cepat Pegal
- Jangan Memaksakan Frekuensi Menyusui yang Sama
- Kalau Puting Terasa Sakit, Cari Posisi dan Ritme yang Lebih Nyaman
- Dengarkan Tubuh Saat Mulai Lelah
- Jangan Lupa Makan dan Minum Secara Teratur
- Pastikan Kebutuhan Nutrisi Tidak Hanya Mengandalkan Produk Tambahan
- Perhatikan Kondisi Kehamilan, Bukan Hanya Kelancaran Menyusui
- Kalau Mulai Tidak Nyaman, Mommy Boleh Membuat Batas
- Libatkan Ayah agar Mommy Tidak Menjalani Dua Peran Sendirian
- Kapan Mommy Sebaiknya Berkonsultasi?
Perubahan yang Mungkin Mommy Rasakan Saat Menyusui Sambil Hamil
Kehamilan dapat membuat pengalaman menyusui terasa berbeda dari sebelumnya. Perubahan hormon dapat menyebabkan payudara dan puting menjadi lebih sensitif, sementara produksi ASI juga dapat berkurang seiring bertambahnya usia kehamilan.
Si Kecil pun mungkin menyadari perubahan tersebut. Sebagian anak menjadi lebih sering melepas payudara, menyusu lebih singkat, atau perlahan mengurangi frekuensi menyusu.
Selain itu, Mommy mungkin merasa lebih cepat lelah karena tubuh harus mendukung kehamilan sekaligus proses menyusui.
Kalau perubahan ini mulai membuat Mommy kewalahan, jangan langsung memaksakan diri. Tujuan utamanya bukan mempertahankan pola menyusui yang sama persis seperti sebelum hamil, tetapi mencari pola yang paling nyaman dan tetap memenuhi kebutuhan Mommy serta Si Kecil.
1. Sesuaikan Posisi Menyusui agar Tubuh Tidak Cepat Pegal
Saat perut mulai membesar, posisi menyusui yang sebelumnya nyaman bisa terasa kurang pas. Jangan ragu mengubah posisi sesuai usia kehamilan dan kenyamanan tubuh.
Beberapa posisi yang bisa dicoba:
- Side-lying atau menyusui sambil berbaring menyamping, jika dokter menyatakan aman dan Mommy berada dalam kondisi yang memungkinkan. Posisi ini dapat membantu mengurangi beban pada punggung dan tangan.
- Football hold, dengan tubuh anak berada di samping tubuh Mommy sehingga tekanan pada perut bisa lebih mudah diatur.
- Duduk dengan bantuan bantal, terutama untuk menyangga punggung, lengan, dan posisi anak.
Yang penting, Mommy tidak perlu menahan posisi yang membuat punggung, pinggang, atau perut terasa sakit. Gunakan bantal sebagai penyangga agar Mommy tidak perlu menopang berat badan anak sepenuhnya dengan tubuh sendiri.
Setiap posisi menyusui sebenarnya bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Mommy maupun Si Kecil. Kalau Mommy ingin melihat lebih banyak referensi posisi menyusui yang bisa membantu membuat proses menyusui lebih nyaman, termasuk saat harus menyusui lebih dari satu bayi, yuk baca juga artikel Papa Wajib Tahu! Posisi Menyusui Bayi Kembar agar ASI Lebih Optimal.
2. Jangan Memaksakan Frekuensi Menyusui yang Sama
Saat hamil, perubahan produksi ASI dan rasa tidak nyaman pada payudara bisa membuat sesi menyusui menjadi lebih berat. Karena itu, Mommy bisa mulai memperhatikan apakah Si Kecil masih benar-benar membutuhkan setiap sesi menyusu atau sudah dapat dialihkan ke rutinitas lain.
Untuk anak yang sudah lebih besar dan sudah mendapatkan makanan pendamping sesuai usia, menyusu tidak selalu harus menjadi satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhannya.
Mommy bisa mulai membangun variasi rutinitas, misalnya:
- menyusui ketika anak benar-benar membutuhkan kenyamanan;
- menawarkan makanan atau minuman sesuai usianya;
- mengajak bermain atau melakukan aktivitas lain ketika anak hanya mencari distraksi;
- mempertahankan sesi menyusu yang paling nyaman bagi Mommy dan anak.
Jadi, Mommy tidak harus mempertahankan semua sesi menyusu seperti sebelum hamil kalau tubuh sudah mulai kewalahan.
3. Kalau Puting Terasa Sakit, Cari Posisi dan Ritme yang Lebih Nyaman
Sensitivitas puting memang dapat meningkat selama kehamilan. Kondisi ini bisa membuat Mommy merasa lebih nyeri ketika Si Kecil mulai menyusu.
Jangan memaksakan sesi menyusui jika terasa sangat sakit. Coba:
- perbaiki kembali pelekatan agar anak tidak hanya menarik puting;
- ubah posisi menyusui;
- batasi durasi menyusu jika dokter atau konselor laktasi menilai kebutuhan ASI anak sudah terpenuhi;
- gunakan waktu istirahat setelah sesi menyusu.
Kalau nyerinya berat, menetap, atau disertai luka dan perdarahan, sebaiknya diperiksakan agar penyebabnya jelas.

4. Dengarkan Tubuh Saat Mulai Lelah
Salah satu tantangan terbesar menyusui sambil hamil adalah kelelahan. Karena itu, Mommy tidak perlu menunggu sampai benar-benar tumbang untuk beristirahat.
Coba buat aturan sederhana:
Kalau tubuh mulai lelah, kurangi aktivitas yang tidak mendesak.
Misalnya:
- pekerjaan rumah bisa dibagi dengan Ayah atau keluarga;
- siapkan makanan yang sederhana tetapi tetap bergizi;
- manfaatkan waktu anak tidur untuk beristirahat;
- pilih posisi menyusui yang tidak membuat tubuh harus menahan beban terlalu lama;
- minta bantuan ketika Mommy mulai kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kehamilan dan menyusui secara bersamaan memang membutuhkan perhatian lebih terhadap energi dan nutrisi. Studi systematic review juga menyoroti tingginya kebutuhan nutrisi pada ibu yang hamil sekaligus menyusui.
5. Jangan Lupa Makan dan Minum Secara Teratur
Mommy tidak perlu makan berlebihan, tetapi kebutuhan nutrisi memang perlu diperhatikan dengan lebih serius karena tubuh sedang mendukung dua proses sekaligus.
Prioritaskan makanan yang mengandung:
- Protein, seperti telur, ikan, ayam, daging, tahu, dan tempe.
- Zat besi, seperti daging, telur, kacang-kacangan, serta makanan yang diperkaya zat besi.
- Kalsium, seperti susu, yoghurt, keju, ikan tertentu yang dimakan bersama tulangnya, serta sayuran hijau.
- Folat dan vitamin lainnya, terutama yang direkomendasikan selama kehamilan.
- Karbohidrat dan lemak sehat, untuk membantu memenuhi kebutuhan energi.
ACOG menekankan bahwa kebutuhan nutrisi selama kehamilan harus mendukung kesehatan ibu sekaligus pertumbuhan janin, termasuk kebutuhan zat besi, kalsium, folat, vitamin D, kolin, dan omega-3.
Sementara itu, ibu menyusui juga membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan dirinya dan proses menyusui.
6. Pastikan Kebutuhan Nutrisi Tidak Hanya Mengandalkan Produk Tambahan
Yang paling penting tetap makanan beragam dan bergizi seimbang. Minuman bernutrisi dapat digunakan sebagai pelengkap ketika Mommy sulit memenuhi kebutuhan dari makanan sehari-hari, bukan sebagai pengganti makanan utama.
Dalam konteks Mom Uung, Susu Mylkflow Mom Uung dapat diposisikan sebagai salah satu pilihan praktis untuk melengkapi asupan harian Mommy selama hamil dan menyusui. Kandungan protein dan zat besinya dapat menjadi bagian dari pola makan harian, terutama ketika Mommy sedang sibuk atau sulit menyiapkan makanan lengkap.
Namun, kebutuhan zat besi selama kehamilan tetap perlu diperhatikan secara individual dan mengikuti anjuran dokter, terutama bila Mommy mengalami anemia. ACOG merekomendasikan pemantauan anemia selama kehamilan dan suplementasi zat besi bila memang diperlukan.
7. Perhatikan Kondisi Kehamilan, Bukan Hanya Kelancaran Menyusui
Ini bagian yang penting, Mommy.
Kalau selama menyusui Mommy mengalami keluhan seperti:
- perdarahan dari vagina;
- kontraksi atau kram yang teratur;
- nyeri perut yang tidak biasa;
- tanda persalinan prematur;
- atau kondisi kehamilan lain yang sudah dinyatakan berisiko oleh dokter,
jangan hanya menganggapnya sebagai kelelahan biasa. Segera konsultasikan dengan dokter kandungan.
Menyusui saat hamil umumnya dapat dilakukan pada kehamilan sehat, tetapi systematic review menyarankan kehati-hatian pada ibu dengan kehamilan berisiko tinggi atau risiko persalinan prematur.
8. Kalau Mulai Tidak Nyaman, Mommy Boleh Membuat Batas
Menyusui saat hamil tidak berarti Mommy harus bertahan dengan semua sesi menyusu sampai kehamilan selesai.
Kalau tubuh sudah terlalu lelah atau sesi menyusu terasa semakin berat, Mommy bisa berdiskusi dengan dokter atau konselor laktasi mengenai penyesuaian frekuensi menyusu atau penyapihan bertahap, terutama bila anak sudah lebih besar.
Yang penting, keputusan tersebut dibuat berdasarkan kondisi Mommy, kebutuhan anak, dan keadaan kehamilan, bukan karena merasa bersalah.
9. Libatkan Ayah agar Mommy Tidak Menjalani Dua Peran Sendirian
Saat hamil sambil menyusui, dukungan pasangan menjadi semakin penting.
Ayah bisa membantu dengan cara sederhana, misalnya:
- mengambilkan makanan dan minuman saat Mommy menyusui;
- menjaga Si Kecil setelah selesai menyusu agar Mommy bisa beristirahat;
- mengambil alih pekerjaan rumah;
- menemani kontrol kehamilan;
- membantu menenangkan anak ketika sebenarnya ia hanya membutuhkan perhatian, bukan ASI.
Dengan begitu, Mommy tidak harus menggunakan energi yang sama untuk mengurus kehamilan, menyusui, dan seluruh pekerjaan rumah sekaligus.
Kapan Mommy Sebaiknya Berkonsultasi?
Tidak perlu menunggu sampai masalah menjadi berat. Konsultasikan dengan dokter atau bidan jika Mommy merasa ragu apakah kondisi kehamilan aman untuk tetap menyusui, terutama bila memiliki kehamilan berisiko tinggi.
Konsultasi juga penting jika Mommy mengalami perubahan kondisi yang cukup signifikan, seperti:
- kelelahan yang sangat berat;
- penurunan berat badan yang tidak diharapkan;
- kesulitan memenuhi kebutuhan makan dan minum;
- nyeri menyusui yang berat;
- perdarahan atau kontraksi;
- atau kekhawatiran mengenai pertumbuhan janin maupun kebutuhan Si Kecil.
Dengan begitu, keputusan untuk melanjutkan, menyesuaikan, atau mengurangi frekuensi menyusui dapat dibuat berdasarkan kondisi nyata Mommy, bukan sekadar mitos atau pengalaman orang lain.
Komentar
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









