
Momuung.com – Momen pertama menyusui newborn bisa terasa membahagiakan sekaligus bikin Mommy deg-degan. Si Kecil masih belajar menyusu, sementara Mommy juga masih beradaptasi mencari posisi yang nyaman dan membantu latch berjalan dengan baik. Apalagi kalau bayi sulit melekat, puting terasa perih, atau posisi menyusui terasa belum pas.
Salah satu posisi yang sering dipilih karena terasa praktis adalah side-lying, yaitu menyusui sambil berbaring miring. Posisi ini memang bisa membantu Mommy lebih rileks, terutama setelah melewati proses persalinan. Namun, pada hari-hari pertama, Mommy mungkin membutuhkan sedikit lebih banyak latihan untuk memastikan posisi tubuh Si Kecil dan latch tetap tepat.
Jadi, apakah side-lying boleh digunakan untuk newborn? Dan posisi menyusui seperti apa yang bisa membantu Mommy lebih mudah mengarahkan tubuh Si Kecil saat belajar menyusu?
Yuk, simak selengkapnya dan kenali berbagai posisi menyusui yang bisa Mommy coba di hari-hari pertama bersama newborn!
Kenapa Posisi Side-Lying Bisa Terasa Lebih Menantang di Hari Pertama?
Posisi menyusui berbaring miring atau side-lying bisa terasa nyaman, terutama saat Mommy masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan. Posisi ini juga dapat membantu Mommy lebih rileks karena tidak perlu menopang tubuh bayi sambil duduk atau berdiri. Namun, bagi Mommy yang baru belajar menyusui, side-lying mungkin membutuhkan sedikit latihan agar posisi tubuh Si Kecil dan pelekatan (latch) tetap pas (Healthline, 2020; La Leche League International [LLLI], 2026).
Pada newborn, posisi side-lying bisa lebih sulit karena kontrol kepala dan tubuh masih terbatas, sementara bayi perlu mempertahankan posisi tubuh dan menemukan payudara, dan mempertahankan pelekatan dengan stabil. Posisi inilah yang menjadi kesulitan di awal kelahiran
Jika pelekatan belum optimal, bayi bisa lebih mudah sulit mempertahankan latch, kurang dalam memasukkan payudara, atau transfer ASI menjadi kurang efektif. Bila kondisi ini membuat bayi tidak cukup sering atau efektif mengosongkan payudara, stimulasi payudara dapat berkurang dan pada akhirnya berpengaruh pada produksi ASI. – penjelasan kenapa bisa mempengaruhi supply ASI
Perlu diingat, side-lying bukan posisi yang dilarang untuk newborn. Bahkan, posisi ini bisa digunakan sejak sesi menyusui pertama selama dilakukan dengan posisi yang tepat dan Mommy tetap terjaga. Yang terpenting adalah Si Kecil berada dalam posisi yang nyaman, tubuhnya tersanggah, dan dapat melekat dengan baik pada payudara (Healthline, 2020).
Di masa awal menyusui, dukungan dari orang terdekat juga dapat membantu Mommy menjalani proses adaptasi dengan lebih nyaman. Saat Mommy masih belajar menemukan posisi menyusui yang tepat, Ayah dapat membantu menyiapkan kebutuhan Mommy dan Si Kecil, sekaligus memberikan dukungan selama sesi menyusui.
Karena itu, penting bagi Ayah untuk memahami bagaimana cara memberikan dukungan yang tepat selama proses menyusui. Mommy dan Ayah bisa membaca 5 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ayah untuk Mendukung Proses Menyusui agar Ayah dapat lebih memahami perannya dalam mendampingi perjalanan menyusui.
Salah satu tantangan side-lying adalah Mommy hanya memiliki ruang gerak yang lebih terbatas, terutama pada lengan yang berada di bawah tubuh. Karena itu, mengatur posisi bayi sekaligus membantu Si Kecil mendapatkan latch yang dalam (deep latch) mungkin terasa lebih tricky pada awalnya (LLLI, 2026).
Supaya lebih mudah, perhatikan beberapa hal berikut:
Deep latch berarti bayi memasukkan lebih banyak jaringan payudara ke dalam mulut, bukan hanya mengisap puting. Pelekatan yang nyaman membantu bayi mengeluarkan ASI dengan lebih efektif dan dapat membantu mencegah puting terasa terjepit atau nyeri (LLLI, 2026).
Karena newborn masih membutuhkan banyak bantuan untuk mengatur posisi tubuhnya, Mommy perlu memastikan Si Kecil tetap dekat dan menghadap payudara selama menyusu.
Pada posisi side-lying, Mommy bisa:
Posisi bayi yang stabil membantu Si Kecil tetap dekat dengan payudara sehingga lebih mudah mempertahankan pelekatan selama menyusu (Healthline, 2020; LLLI, 2026).
Side-lying memang terasa nyaman untuk Mommy yang sedang lelah. Namun, rasa nyaman ini juga perlu diimbangi dengan perhatian pada keamanan. Jika Mommy sangat mengantuk, ada kemungkinan tertidur tanpa sengaja saat menyusui.
Karena itu, pastikan Mommy tetap terjaga selama Si Kecil menyusu. Setelah selesai, kembalikan bayi ke tempat tidur terpisah yang aman. Jika bayi tertidur saat menyusu, jangan biarkan ia terus tidur di tempat tidur orang dewasa (Healthline, 2020).
Setiap Mommy dan Si Kecil bisa punya posisi menyusui yang terasa paling nyaman. Kalau masih mencari posisi yang pas, beberapa pilihan berikut bisa Mommy coba untuk membantu Si Kecil mendapatkan latch yang baik sekaligus membuat sesi menyusui terasa lebih nyaman.
Pada posisi ini, bayi berada di depan tubuh Mommy dan disangga menggunakan lengan yang berlawanan dengan payudara yang sedang digunakan. Misalnya, saat menyusui dari payudara kanan, tangan kiri membantu menopang tubuh dan leher bayi.
Posisi ini bisa membantu Mommy lebih mudah mengarahkan Si Kecil ke payudara, terutama ketika masih belajar mendapatkan latch. Tangan yang lain juga tetap bebas untuk membantu menopang atau membentuk payudara jika diperlukan (LLLGB, 2026; LLLI, n.d.).
Saat menggunakannya, perhatikan beberapa hal berikut:
Pada posisi ini, Si Kecil berada di samping tubuh Mommy, tepat di bawah lengan, dengan kaki mengarah ke belakang. Posisi ini membuat wajah dan mulut bayi lebih mudah terlihat sehingga Mommy bisa membantu mengatur latch dengan lebih leluasa.
Football hold bisa menjadi pilihan yang nyaman setelah operasi caesar karena tubuh bayi tidak perlu menekan area perut yang masih dalam masa pemulihan. Posisi ini juga dapat membantu Mommy menopang tubuh bayi dengan lebih stabil selama menyusui (LLLGB, 2026; LLLI, 2026).
Cara melakukannya:
Kalau Mommy ingin posisi yang lebih santai, laid-back breastfeeding bisa dicoba. Mommy cukup bersandar dengan nyaman dalam posisi setengah berbaring, kemudian letakkan Si Kecil tengkurap di atas tubuh Mommy dengan bagian depan tubuh bayi menempel pada tubuh Mommy.
Posisi ini memungkinkan tubuh Mommy membantu menopang berat bayi, sementara gravitasi membantu menjaga Si Kecil tetap dekat. Bayi juga bisa menggunakan refleks alaminya, seperti rooting reflex, untuk mencari dan mendekati payudara (LLLGB, 2026; LLLI, 2026).
Supaya lebih nyaman:
Menemukan posisi menyusui yang nyaman memang penting, tetapi perjalanan menyusui Si Kecil nggak berhenti setelah ia berhasil melekat pada payudara. Setelah menyusu, beberapa bayi mungkin mengeluarkan sedikit ASI kembali atau mengalami gumoh. Kondisi ini cukup umum pada newborn, tetapi tetap penting bagi Mommy untuk memahami penyebabnya dan mengetahui kapan gumoh masih tergolong normal.
Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang kenapa bayi baru lahir sering gumoh dan apa penyebabnya supaya Mommy bisa lebih memahami kondisi Si Kecil setelah menyusu.

Mencari posisi menyusui yang nyaman memang membutuhkan proses, terutama saat Mommy dan Si Kecil masih sama-sama belajar. Namun, kalau sudah mencoba beberapa posisi dan masalah menyusui tetap berlanjut, jangan ragu untuk meminta bantuan tenaga kesehatan atau konselor laktasi yang terlatih.
Beberapa kondisi yang perlu Mommy perhatikan antara lain:
Konselor laktasi dapat membantu mengevaluasi posisi, latch, serta proses menyusu secara langsung sehingga Mommy bisa mendapatkan saran yang lebih sesuai dengan kondisi Mommy dan Si Kecil. Jika terdapat kekhawatiran mengenai berat badan atau kondisi kesehatan bayi, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Menyusui newborn memang membutuhkan proses belajar, baik untuk Mommy maupun Si Kecil. Jadi, nggak perlu merasa harus langsung menemukan posisi yang paling pas sejak hari pertama. Mommy bisa mencoba cross-cradle, football hold, laid-back, maupun side-lying sesuai kondisi dan kenyamanan.
Yang terpenting, pastikan tubuh Si Kecil tersangga dengan baik, latch terasa nyaman, dan Mommy tetap bisa menyusui dengan aman. Kalau satu posisi terasa kurang nyaman, nggak apa-apa mencoba posisi lainnya sampai menemukan yang paling cocok untuk Mommy dan Si Kecil.
Kalau Mommy masih bingung menentukan posisi, mengalami latch yang sulit, atau menyusui terasa sakit, jangan ragu untuk konsultasi dengan konselor menyusui Mom Uung. Mom Uung menyediakan layanan konsultasi menyusui gratis yang bisa dilakukan secara online melalui chat atau telepon, sehingga Mommy bisa mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.
Yuk, jangan berjuang sendirian. Konsultasikan perjalanan menyusui Mommy bersama Mom Uung dan temukan posisi menyusui yang lebih nyaman untuk Mommy dan Si Kecil!
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.