
Momuung.com – Mommy, pernah merasa bingung karena Bayi susah tidur meski sudah digendong, disusui, atau diayun cukup lama? Baru saja tertidur, beberapa menit kemudian Si Kecil kembali terbangun dan menangis. Kondisi seperti ini memang sering membuat Mommy kelelahan, apalagi jika terjadi hampir setiap malam.
Padahal, tidak semua masalah tidur bayi disebabkan karena Si Kecil rewel atau manja. Ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari justru membuat bayi lebih sulit tidur nyenyak. Kabar baiknya, kebiasaan tersebut bisa diperbaiki agar Si Kecil lebih mudah beristirahat dan Mommy juga bisa tidur lebih tenang.
Yuk, kenali 4 kesalahan yang paling sering dilakukan saat menidurkan bayi, lengkap dengan cara mengatasinya agar waktu tidur Si Kecil menjadi lebih berkualitas.
Masih banyak yang percaya kalau Bayi susah tidur malam karena terlalu lama tidur siang. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Bayi justru membutuhkan tidur siang yang cukup untuk membantu menjaga pola tidur tetap teratur (Moon et al., 2022).
Jika bayi terjaga terlalu lama hingga overtired (terlalu lelah), ia bisa menjadi lebih rewel, sulit ditenangkan, dan justru lebih sulit tertidur pada malam hari. Penelitian juga menunjukkan bahwa jadwal tidur yang konsisten, termasuk tidur siang, berkaitan dengan kualitas tidur bayi yang lebih baik (Durham University, 2022).
Dengan rutinitas yang teratur, bayi lebih mudah tidur dan kualitas tidur malamnya pun cenderung lebih baik.
Kasur bayi yang dihiasi bantal, guling, boneka, atau selimut memang terlihat lucu. Namun, menurut pedoman terbaru American Academy of Pediatrics (AAP), tempat tidur bayi yang paling aman justru kosong dari benda-benda tersebut.
Bayi berusia di bawah 1 tahun belum mampu memindahkan benda yang menutupi wajahnya. Karena itu, bantal, selimut longgar, atau boneka dapat meningkatkan risiko sesak napas dan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak (CDC, 2024).
Masih banyak yang percaya bahwa bayi susah tidur sebaiknya dibiarkan menangis sampai tertidur sendiri (cry it out). Padahal, pada bulan-bulan pertama kehidupan, sebagian besar bayi belum memiliki kemampuan self-soothing, yaitu kemampuan menenangkan diri tanpa bantuan orang tua.
Saat bayi menangis karena mengantuk, ia sedang memberi sinyal bahwa dirinya membutuhkan rasa aman dan bantuan untuk tidur. Merespons tangisan bayi dengan pelukan atau sentuhan bukan berarti memanjakan, tetapi membantu membangun secure attachment atau ikatan emosional yang aman antara bayi dan orang tua (AAP, 2020).
Saat bayi susah tidur, banyak orang tua terus mengajak bayi berbicara agar cepat tenang. Padahal, ketika bayi sudah memasuki fase mengantuk, terlalu banyak stimulasi suara justru bisa membuat otaknya tetap aktif sehingga lebih sulit tertidur (AAP, 2020).
Setelah mengetahui beberapa kebiasaan yang perlu dihindari, sekarang saatnya mencoba langkah-langkah sederhana yang bisa membantu Si Kecil tidur lebih nyenyak.
Lakukan rutinitas yang sama setiap malam selama sekitar 20-30 menit sebelum tidur. Rutinitas sederhana membantu bayi mengenali bahwa waktu istirahat sudah tiba.
Contohnya:
Suasana kamar juga berperan penting dalam membantu bayi tidur nyenyak. Mommy bisa melakukan beberapa hal berikut:
Bayi yang masih merasa lapar biasanya lebih mudah terbangun di tengah malam. Karena itu, sebelum memulai bedtime routine, pastikan Mommy sudah memberikan ASI atau susu hingga Si Kecil terlihat kenyang dan puas.
Agar lebih optimal, Mommy bisa memperhatikan beberapa hal berikut.

Setiap bayi memiliki pola tidur yang berbeda, jadi tidak perlu membandingkan Si Kecil dengan bayi lain ya, Mommy. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan tidurnya sesuai usia dan menciptakan rutinitas yang konsisten setiap hari.
Mulai dari menjaga jadwal tidur siang, menciptakan lingkungan tidur yang aman, merespons tangisan bayi dengan penuh kehangatan, hingga mengurangi stimulasi menjelang tidur, semua langkah sederhana ini dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak sekaligus membuat Mommy lebih tenang menjalani hari.
Kalau sesekali Si Kecil masih sulit tidur, jangan langsung menyalahkan diri sendiri ya, Mom. Proses belajar tidur membutuhkan waktu, baik bagi bayi maupun orang tuanya. Dengan kesabaran, konsistensi, dan dukungan dari Papa, perlahan Si Kecil akan menemukan ritme tidurnya sendiri.
Semoga tips dalam artikel ini bisa membantu Mommy menghadapi waktu tidur tanpa drama begadang setiap malam. Tetap semangat ya, Mom. Mommy sudah melakukan yang terbaik untuk Si Kecil, dan itu adalah hal yang sangat berarti.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Bayi bisa tetap sulit tidur meski sudah kenyang karena terlalu lelah (overtired), lingkungan tidur kurang nyaman, jadwal tidur yang belum teratur, atau terlalu banyak stimulasi sebelum tidur.