
Momuung.com – Suami minum ASI istri mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian orang. Namun, kebiasaan ini kembali ramai diperbincangkan dan membuat banyak Mommy bertanya-tanya. Sebenarnya, apakah aman? Apakah ada manfaatnya untuk pria dewasa? Yuk, cari tahu fakta medis dan penjelasan hukumnya dalam artikel ini.
Banyak Mommy mungkin penasaran, apakah suami minum ASI istri sebenarnya aman dilakukan?
Jawabannya, ya, umumnya aman, selama ASI berasal dari istri yang sehat dan tidak memiliki penyakit yang dapat ditularkan melalui ASI. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mengonsumsi ASI berbahaya bagi pria dewasa dalam kondisi tersebut.
Menurut konselor laktasi dr. Ratih Ayu Wulandari, IBCLC, bukan hanya suami, Mommy juga boleh mencoba mencicipi ASI sendiri. Cara ini bahkan dapat membantu Mommy mengenali rasa ASI yang diproduksi.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Dawn Cedrone, Registered Nurse sekaligus spesialis laktasi. Ia menjelaskan bahwa ASI aman dikonsumsi pasangan selama ibu dalam kondisi sehat dan tidak mengidap penyakit yang dapat menular melalui ASI, seperti HIV.
“Selama Anda sehat dan bebas HIV, tidak ada yang berbahaya dalam ASI Anda. Bagaimanapun juga, ASI memang dibuat untuk dikonsumsi manusia.”
Meski begitu, Mommy tetap perlu memahami bahwa beberapa penyakit infeksi memang bisa menular melalui ASI. Karena itu, keamanan ASI sangat bergantung pada kondisi kesehatan ibu. Jika Mommy sedang mengalami infeksi tertentu atau memiliki penyakit yang dapat ditularkan melalui ASI, sebaiknya hindari memberikan ASI kepada orang dewasa dan konsultasikan dengan dokter bila diperlukan.
ASI dikenal sebagai makanan terbaik untuk bayi karena mengandung berbagai nutrisi dan senyawa bioaktif yang mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Di dalam ASI terdapat berbagai komponen penting, seperti:
Karena kandungannya yang lengkap, tidak sedikit orang menganggap ASI sebagai superfood. Bahkan, ada yang percaya bahwa minum ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh, menambah stamina, hingga membantu membentuk massa otot pada pria dewasa.
Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi ASI memberikan manfaat kesehatan khusus bagi orang dewasa.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), komposisi ASI memang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sistem pencernaan, metabolisme, dan daya tahan tubuhnya masih berkembang. Sementara itu, orang dewasa memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda sehingga manfaat ASI pada bayi tidak dapat disamakan dengan manfaat pada tubuh orang dewasa.
Hal ini juga didukung oleh berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa belum ada bukti klinis yang membuktikan konsumsi ASI pada orang dewasa dapat:
Jadi, meskipun suami minum ASI istri umumnya aman jika Mommy dalam kondisi sehat, kebiasaan tersebut belum terbukti memberikan manfaat kesehatan tertentu bagi pria dewasa. Jika tujuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, orang dewasa tetap dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang memang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.
Meskipun suami minum ASI istri umumnya aman, ada beberapa kondisi yang membuat kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Pasalnya, kesehatan Mommy juga memengaruhi keamanan ASI yang dikonsumsi.
Sebaiknya suami tidak mengonsumsi ASI apabila Mommy mengalami kondisi berikut:
Selain itu, apabila Mommy sedang menjalani kehamilan berisiko tinggi, misalnya memiliki riwayat persalinan prematur atau komplikasi kehamilan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan stimulasi payudara secara intens. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi kehamilan tetap aman.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan kebutuhan ASI Si Kecil selalu menjadi prioritas utama.
Pada masa awal menyusui, produksi ASI masih dalam proses menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Semakin sering ASI dikeluarkan, baik melalui proses menyusui maupun memompa, tubuh akan mendapat sinyal untuk memproduksi lebih banyak ASI. Namun, proses ini tetap membutuhkan waktu hingga produksi ASI benar-benar stabil.
Karena itu, jika produksi ASI Mommy masih terbatas atau sedang berusaha meningkatkan supply ASI, sebaiknya seluruh ASI diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Setelah kebutuhan bayi terpenuhi dan produksi ASI sudah mencukupi, barulah Mommy dapat mempertimbangkan hal lain sesuai kenyamanan masing-masing.
Selain dari sisi kesehatan, tidak sedikit Mommy yang juga bertanya mengenai hukum suami minum ASI istri menurut ajaran Islam.
Secara umum, mayoritas ulama berpendapat bahwa suami yang meminum ASI istrinya tidak menjadi mahram karena persusuan (radha’ah). Dengan kata lain, tidak ada perubahan status hubungan suami istri akibat hal tersebut.
Hal ini karena dalam Islam, hukum persusuan hanya berlaku apabila seorang anak menyusu kepada seorang perempuan sebelum mencapai usia dua tahun hijriah. Ketentuan ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam QS. Al Baqarah ayat 233, yang menjelaskan bahwa masa penyusuan yang sempurna adalah selama dua tahun.
Artinya, apabila ASI diminum oleh orang yang sudah melewati usia tersebut, termasuk orang dewasa, maka tidak timbul hubungan mahram karena persusuan. Oleh sebab itu, suami yang meminum ASI istrinya tidak dianggap sebagai anak susuan dan hubungan pernikahan tetap sah sebagaimana mestinya.
Meski demikian, jika Mommy masih memiliki pertanyaan terkait hukum ini atau menemukan perbedaan pendapat di lingkungan sekitar, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan ustaz atau ulama yang kompeten agar mendapatkan penjelasan yang sesuai dengan mazhab atau pemahaman yang Mommy yakini.
Pada dasarnya, suami minum ASI istri umumnya aman dilakukan selama Mommy dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit yang dapat ditularkan melalui ASI. Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut memberikan manfaat kesehatan khusus bagi pria dewasa.
Dari sisi Islam, mayoritas ulama juga berpendapat bahwa suami yang meminum ASI istrinya tidak menimbulkan hubungan mahram karena persusuan. Sebab, hukum radha’ah hanya berlaku bagi anak yang menyusu sebelum usia dua tahun hijriah.
Terlepas dari keputusan Mommy dan Ayah, hal yang paling penting adalah memastikan kebutuhan ASI Si Kecil tetap menjadi prioritas agar tumbuh kembangnya berjalan optimal. Dukungan pasangan juga memiliki peran besar dalam keberhasilan perjalanan menyusui, bukan hanya dengan membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan emosional kepada Mommy.
Kalau Ayah ingin ikut berperan aktif selama masa menyusui, yuk baca juga artikel “Papa ASI Wajib Tahu! Ini 4 Cara Membantu Mommy Sukses Menyusui” untuk mengetahui berbagai cara sederhana yang bisa dilakukan agar Mommy merasa lebih nyaman dan proses menyusui berjalan lebih lancar.
Masih punya pertanyaan seputar menyusui atau sedang mengalami kendala selama memberikan ASI? Jangan ragu untuk konsultasi laktasi bersama tim konselor menyusui Mom Uung. Mommy akan mendapatkan pendampingan dari tenaga yang berpengalaman agar proses menyusui terasa lebih nyaman, tenang, dan sesuai dengan kebutuhan Mommy dan Si Kecil.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Suami sebaiknya tidak mengonsumsi ASI apabila ibu mengidap HIV, mengalami infeksi tertentu, infeksi jamur pada payudara (thrush), atau memiliki luka dan perdarahan pada puting. Selain itu, kebutuhan ASI bayi harus tetap menjadi prioritas utama.