
Momuung.com – Pernah melihat Si Kecil menangis lama dan sulit ditenangkan, padahal sudah disusui, popoknya bersih, dan tidak terlihat sakit? Tangisan seperti ini bisa muncul berulang, terutama pada sore atau malam hari, dan tentu saja bisa membuat Mommy ikut lelah, ya.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah Kolik pada bayi. Kolik bukan penyakit dan umumnya terjadi pada bayi yang secara medis sehat. Kondisi ini biasanya muncul pada minggu-minggu awal kehidupan, mencapai puncaknya sekitar usia 6 minggu, lalu berangsur membaik ketika bayi berusia sekitar 3-4 bulan.
Salah satu cara yang bisa Mommy coba untuk membantu menenangkan Si Kecil adalah metode 5S, yaitu swaddling, side/stomach position, shushing, swinging, dan sucking. Teknik ini menggunakan kombinasi sentuhan, suara, dan gerakan lembut yang dapat membantu memberikan rasa nyaman pada bayi.
Yuk, kenali tanda kolik dan cara menerapkan 5S dengan aman di rumah.
Kolik adalah kondisi ketika bayi yang sehat menangis lebih sering, lebih lama, dan lebih sulit ditenangkan tanpa penyebab yang jelas.
Kolik umumnya mulai terlihat pada usia sekitar 2-3 minggu, kemudian mencapai puncak sekitar usia 6 minggu dan biasanya membaik dengan sendirinya pada usia 3-4 bulan. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi perkembangan sistem saraf dan saluran pencernaan bayi yang masih berlangsung diduga ikut berperan.
Yang perlu Mommy ingat, kolik bukan berarti Mommy salah mengasuh atau ASI Mommy tidak baik.
Kolik secara klasik sering dikenali dengan aturan angka 3, yaitu:
Patokan ini membantu menggambarkan pola tangisan berlebihan, tetapi bukan satu-satunya dasar untuk menentukan apakah bayi mengalami kolik. Dokter juga akan mempertimbangkan kondisi dan gejala lain yang dialami bayi. Kriteria Rome IV, misalnya, menggunakan pendekatan yang lebih spesifik terhadap pola tangisan.
Selain menangis lama dan sulit ditenangkan, beberapa bayi dapat menunjukkan:
Meski tangisannya terdengar sangat kuat, bayi dengan kolik umumnya tetap sehat dan tumbuh sesuai perkembangannya. Namun, tangisan terus-menerus juga dapat menjadi tanda kondisi lain, sehingga Mommy perlu memperhatikan gejala penyerta.
Metode 5S merupakan pendekatan untuk membantu menenangkan bayi melalui lima cara sederhana: swaddling, side/stomach position, shushing, swinging, dan sucking.
Beberapa penelitian dan tinjauan mengenai teknik ini menunjukkan bahwa kombinasi kelima stimulasi tersebut dapat membantu menenangkan bayi dan mengurangi tangisan. Namun, respons setiap bayi bisa berbeda dan metode ini tidak menggantikan pemeriksaan bila ada tanda penyakit.
Membedong dapat memberikan rasa nyaman dan membantu mengurangi gerakan refleks yang tiba-tiba, seperti refleks Moro, yang terkadang membuat bayi kembali terbangun atau menangis.
Jika Mommy ingin membedong Si Kecil, lakukan dengan aman. Bedong sebaiknya cukup nyaman, tetapi tidak terlalu ketat, terutama di bagian dada dan pinggul. Pastikan bayi dapat bernapas dengan bebas dan masih bisa menggerakkan pinggul serta kakinya.
Yang perlu diperhatikan: hentikan penggunaan bedong ketika Si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda ingin berguling.
Saat bayi sedang menangis, Mommy dapat menggendongnya dalam posisi miring atau tengkurap dengan tubuh dan kepala tetap tersangga.
Posisi ini dapat memberikan rasa nyaman karena tubuh bayi mendapatkan sentuhan dan tekanan lembut dari tangan Mommy. American Academy of Pediatrics juga merekomendasikan menggendong bayi dalam posisi miring atau tengkurap sebagai salah satu cara menenangkan bayi yang rewel.
Namun, posisi ini hanya untuk menenangkan bayi saat digendong dan diawasi langsung.
Kalau Si Kecil tertidur, segera pindahkan ke tempat tidur yang datar dan kokoh dengan posisi telentang. Bayi tidak dianjurkan tidur dalam posisi tengkurap atau miring tanpa pengawasan.
Suara yang lembut dan berulang dapat membantu memberikan suasana yang menenangkan bagi sebagian bayi. Mommy bisa mencoba suara “sshhh”, suara kipas yang lembut, atau white noise dengan volume rendah.
Beberapa penelitian menunjukkan suara berulang dapat membantu menenangkan bayi, tetapi penggunaan white noise tetap perlu memperhatikan volume, jarak, dan durasi. AAP menyarankan agar perangkat suara ditempatkan sejauh mungkin dari kepala bayi dan digunakan dalam waktu yang singkat untuk mengurangi risiko paparan suara yang terlalu keras.
Kalau Mommy menggunakan white noise, pilih volume yang lembut dan jangan menempatkan perangkat tepat di dekat kepala Si Kecil.
Gerakan berirama yang lembut dapat membantu membuat bayi merasa lebih tenang. Mommy bisa menggendong Si Kecil sambil berjalan perlahan atau mengayunkannya dengan gerakan kecil dan stabil.
Pastikan kepala dan leher bayi tetap tersangga dengan baik dan hindari gerakan yang terlalu cepat atau kuat.
AAP juga memasukkan gerakan seperti berjalan atau mengayun perlahan sebagai salah satu cara yang dapat dicoba untuk menenangkan bayi yang menangis.
Mengisap merupakan salah satu cara alami bayi untuk menenangkan dirinya. Mommy dapat menawarkan payudara jika Si Kecil memang menunjukkan tanda ingin menyusu.
Bagi bayi yang menyusu langsung, menyusui juga memberikan kontak, kehangatan, dan rasa nyaman sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Jika Mommy menggunakan empeng, penggunaannya juga dapat dipertimbangkan sesuai kondisi bayi dan rekomendasi tenaga kesehatan. Yang penting, jangan menggunakan empeng atau aktivitas mengisap sebagai pengganti menyusu ketika bayi sebenarnya sedang lapar.
Selain metode 5S, beberapa stimulasi lembut pada perut dan tubuh juga bisa dicoba ketika Si Kecil tampak tidak nyaman karena gas. Lakukan saat bayi sedang tenang dan hentikan jika ia terlihat tidak nyaman.
Pijat ILU merupakan pijatan lembut pada area perut dengan gerakan mengikuti jalur usus. Sentuhan ringan dapat membantu memberikan rasa nyaman dan membuat bayi lebih rileks.
Cara melakukannya:
Gerakan sepeda dapat menjadi stimulasi sederhana saat perut Si Kecil terasa penuh atau tidak nyaman. Caranya dengan menggerakkan kedua kaki bayi secara perlahan seperti sedang mengayuh sepeda.
Tips melakukannya:
Kedua cara ini sifatnya membantu memberikan rasa nyaman, bukan pengobatan khusus untuk kolik atau penyebab medis lainnya.
Kalau Si Kecil sering mengalami perut kembung, Mommy juga bisa mencoba beberapa langkah sederhana lainnya yang bisa dilakukan di rumah. Yuk, simak panduan 5 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi yang Ampuh dan Alami agar Mommy punya lebih banyak pilihan untuk membantu Si Kecil merasa nyaman.
Tangisan bayi yang terus-menerus bisa sangat melelahkan, baik secara fisik maupun emosional. Jadi, Mommy juga perlu menjaga diri sendiri.
Kalau Si Kecil terus menangis dan Mommy mulai merasa kewalahan, letakkan bayi di tempat tidur yang aman dan datar, lalu ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri. Bila ada pasangan atau anggota keluarga yang bisa membantu, jangan ragu untuk meminta bantuan.
Jangan pernah mengguncang bayi, meskipun tangisannya sangat sulit dihentikan.
Tidak semua bayi yang menangis lama mengalami kolik. Tangisan yang berlebihan juga bisa menjadi tanda bayi sedang mengalami rasa sakit atau kondisi medis tertentu.
Segera cari pertolongan medis jika tangisan disertai tanda seperti:
Mayo Clinic juga menekankan bahwa Mommy tidak perlu menunggu sampai tangisan berlangsung selama tiga minggu untuk berkonsultasi. Bila bayi sering mengalami tangisan panjang dan sulit ditenangkan, sebaiknya diperiksakan untuk memastikan tidak ada penyebab medis lain.
Kolik merupakan kondisi yang cukup umum pada bayi dan biasanya bersifat sementara. Tangisan dapat mencapai puncaknya di sekitar usia 6 minggu dan umumnya membaik ketika bayi memasuki usia 3-4 bulan.
Untuk membantu menenangkan Si Kecil, Mommy bisa mencoba metode 5S, yaitu:
Setiap bayi memiliki respons yang berbeda. Jadi, tidak apa-apa kalau tidak semua metode langsung berhasil pada Si Kecil. Coba dengan lembut dan lihat cara mana yang paling membuatnya nyaman.
Yang paling penting, tetap pastikan kebutuhan dasar Si Kecil terpenuhi dan jangan mengabaikan tanda yang mengarah pada kondisi medis lain.
Dan untuk Mommy, ingat bahwa bayi yang mengalami kolik bukan berarti Mommy melakukan sesuatu yang salah. Tangisan ini merupakan fase yang melelahkan, tetapi umumnya akan berangsur membaik seiring pertumbuhan Si Kecil.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.