5 Ciri-Ciri Bayi Mau Tengkurap, Mommy Perlu Tahu

Momuung.com – Tengkurap merupakan salah satu tahap penting dalam perkembangan motorik bayi. Sebelum Si Kecil benar-benar bisa tengkurap sendiri, biasanya ada beberapa tanda yang mulai terlihat dari gerakan sehari-harinya.
Setiap bayi berkembang dengan kecepatannya masing-masing, jadi Mommy tidak perlu membandingkan kemampuan Si Kecil dengan bayi lain. Yang lebih penting adalah memperhatikan apakah ia mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk belajar tengkurap.
DAFTAR ISI
Kapan Bayi Mulai Belajar Tengkurap?
Kemampuan tengkurap tidak muncul begitu saja, Mom. Sebelum Si Kecil bisa membalikkan tubuh dan tengkurap sendiri, biasanya ada beberapa kemampuan yang berkembang terlebih dahulu. Otot leher, bahu, lengan, punggung, dan tubuhnya akan semakin kuat sehingga ia mulai lebih aktif mengontrol gerakannya.
Setiap bayi punya tempo perkembangan yang berbeda, jadi Mommy tidak perlu khawatir jika tanda-tandanya muncul secara bertahap. Beberapa hal yang bisa Mommy perhatikan antara lain:
1. Mulai Mampu Mengangkat Kepala
Saat melakukan tummy time, Si Kecil mungkin mulai sering mengangkat kepala dan menahannya selama beberapa detik. Awalnya mungkin masih terlihat goyah, tetapi lama-kelamaan kepalanya akan semakin stabil.
Kemampuan ini menjadi salah satu dasar penting karena bayi membutuhkan kontrol kepala dan kekuatan otot leher untuk mulai mengangkat bagian atas tubuhnya.
2. Mulai Menopang Tubuh dengan Kedua Tangan
Coba perhatikan saat Si Kecil sedang tummy time. Ia mungkin mulai meletakkan kedua tangan di depan tubuh dan mendorong permukaan untuk mengangkat dada.
Gerakan ini membantu melatih kekuatan bahu, lengan, dan tubuh bagian atas. Seiring perkembangannya, Si Kecil akan semakin mampu menopang tubuh dengan lebih stabil.
3. Mulai Sering Memiringkan atau Memutar Tubuh
Sebelum bisa tengkurap sendiri, Si Kecil mungkin mulai sering memiringkan tubuh ke kanan atau kiri. Ada juga yang terlihat seperti berusaha memutar badan untuk mengubah posisi.
Gerakan ini menunjukkan bahwa ia mulai belajar mengontrol tubuh dan memindahkan berat badannya. Dari sinilah kemampuan berguling biasanya berkembang secara bertahap.
4. Kaki Semakin Aktif Bergerak
Si Kecil juga mungkin mulai lebih aktif menggerakkan kedua kakinya saat berbaring. Misalnya, menendang-nendang, mengangkat kaki, atau menggerakkan pinggul ke kanan dan kiri.
Gerakan tersebut merupakan bagian dari eksplorasi tubuh sekaligus membantu membangun koordinasi dan kekuatan yang nantinya dibutuhkan untuk berpindah posisi.
5. Mulai Berusaha Meraih Benda di Depannya
Saat tummy time, Mommy bisa meletakkan mainan favorit Si Kecil dalam jarak yang aman dan masih mudah dilihatnya.
Jika ia mulai mengangkat kepala, menjulurkan tangan, atau berusaha menggeser tubuh untuk meraihnya, ini menunjukkan bahwa Si Kecil mulai menggabungkan gerakan kepala, tangan, dan tubuhnya.
Selain melatih kemampuan motorik, cara ini juga bisa membuat tummy time terasa lebih menyenangkan bagi Si Kecil.

Bagaimana Membantu Bayi Belajar Tengkurap?
Kalau Si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda siap belajar tengkurap, Mommy bisa membantu dengan memberikan kesempatan untuk berlatih secara rutin melalui tummy time. Latihan ini membantu Si Kecil mengembangkan kekuatan otot leher, bahu, lengan, dan tubuh bagian atas.
Agar tummy time terasa lebih nyaman dan menyenangkan, Mommy bisa mencoba beberapa cara berikut:
- Lakukan saat Si Kecil terjaga dan dalam pengawasan. Pilih waktu ketika ia sedang tenang dan tidak terlalu mengantuk atau lapar.
- Letakkan mainan favorit di depannya. Mainan yang menarik dapat mendorong Si Kecil mengangkat kepala atau mencoba meraihnya.
- Ajak Si Kecil berinteraksi. Mommy bisa berbaring atau duduk di depannya sambil mengajak bicara. Suara dan wajah Mommy biasanya bisa membuatnya lebih tertarik mengangkat kepala.
- Mulai secara bertahap. Tidak perlu langsung dalam waktu lama. Sesuaikan durasi dengan kemampuan dan kenyamanan Si Kecil, kemudian tingkatkan perlahan.
- Berikan jeda saat Si Kecil mulai lelah. Jika ia sudah rewel atau terlihat tidak nyaman, hentikan sementara dan coba lagi di waktu lain.
Yang paling penting, tummy time dilakukan saat Si Kecil terjaga dan selalu dalam pengawasan orang dewasa. Untuk tidur, tetap letakkan bayi dalam posisi telentang di permukaan tidur yang aman.
Selain membantu melatih kekuatan dan kemampuan motorik, tummy time juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi tekanan terus-menerus pada bagian belakang kepala bayi. Jika Mommy mulai melihat bentuk kepala Si Kecil tampak tidak simetris atau sedikit peyang, Mommy bisa mempelajari 5 Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang dengan Tummy Time & Posisi Tidur yang Tepat agar stimulasi dan posisi Si Kecil tetap dilakukan dengan aman dan sesuai kebutuhannya.
Tidak Perlu Membandingkan Perkembangan Si Kecil
Setiap bayi memiliki ritme perkembangan yang berbeda. Ada yang lebih cepat belajar berguling dan tengkurap, sementara bayi lainnya membutuhkan waktu lebih lama. Jadi, Si Kecil belum menunjukkan semua tanda di atas bukan berarti perkembangannya bermasalah.
Alih-alih membandingkan dengan bayi lain, Mommy bisa fokus melihat perkembangan kemampuan Si Kecil dari waktu ke waktu. Berikan kesempatan untuk bergerak dan berlatih sesuai kemampuannya.
Namun, jika Mommy melihat Si Kecil kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, tidak menunjukkan perkembangan motorik sesuai yang diharapkan, atau ada hal lain yang membuat Mommy khawatir, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.
Tidak perlu terburu-buru mengejar milestone, Mom. Yang penting, Si Kecil punya kesempatan untuk bergerak, bereksplorasi, dan berkembang dengan dukungan Mommy.
Komentar
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Artikel Terkait
Menyusui13 Januari 2026
Anti Bingung Puting! Ini 4 Alternatif Media Pemberian ASIP untuk Bayi
Tumbuh Kembang8 April 2026
5 Fakta Kaki Bayi Ngangkang Apakah Normal? Simak Mitos Bedong & Posisi Menggendong Bayi yang Benar
Tumbuh Kembang21 Agustus 2026
Kenapa Bayi Baru Lahir Punya Rambut Halus? Ini Penjelasannya
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.






