
Momuung.co.id – Selama masa kehamilan, banyak Mommy mulai merasakan perubahan pada kesehatan gigi dan gusi. Gusi bisa menjadi lebih sensitif, mudah berdarah, atau gigi terasa ngilu hingga muncul lubang kecil. Kondisi ini sering dianggap sebagai hal yang wajar karena perubahan tubuh saat hamil.
Padahal, kesehatan mulut yang kurang terjaga dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko komplikasi kehamilan, seperti ketuban pecah dini hingga persalinan prematur. Karena itu, keluhan pada gigi dan gusi sebaiknya tidak dianggap sepele.
Menjaga kesehatan gigi dan gusi bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan Mommy dan si Kecil yang sedang tumbuh di dalam kandungan. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Selama masa kehamilan, sering kali ibu mengalami perubahan pada kesehatan gusi dan gigi. Perubahan hormon dapat membuat jaringan gusi menjadi lebih sensitif terhadap plak bakteri sehingga lebih mudah mengalami peradangan. Kondisi ini dikenal sebagai pregnancy gingivitis dan cukup sering terjadi pada ibu hamil (American Dental Association, 2025).
Beberapa keluhan yang sering dirasakan antara lain:
Karena sering dianggap sebagai keluhan yang wajar selama hamil, sebagian Mommy menunda pemeriksaan ke dokter gigi. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, peradangan pada gusi dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dan berdampak pada kesehatan kehamilan.
Infeksi gusi yang berkembang lebih lanjut disebut periodontitis. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan mulut, tetapi juga dapat memicu respons peradangan di dalam tubuh secara menyeluruh.
Penelitian menunjukkan bahwa bakteri dan infeksi gusi dapat masuk ke dalam aliran darah dan memicu reaksi peradangan. Proses ini dapat meningkatkan produksi zat tertentu yang berkaitan dengan kontraksi rahim sehingga berpotensi mempengaruhi jalannya kehamilan (Daalderop et al., 2018).
Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, risiko yang dapat meningkat antara lain:
Karena itu, menjaga kesehatan gigi dan gusi selama kehamilan merupakan bagian penting dari perawatan prenatal untuk membantu melindungi kesehatan Mommy dan si Kecil.
Selama kehamilan, kesehatan gigi dan gusi dapat menjadi lebih rentan karena berbagai perubahan yang terjadi di dalam tubuh. Perubahan ini terutama dipengaruhi oleh faktor hormonal dan meningkatnya kebutuhan nutrisi untuk mendukung perkembangan janin.
Perubahan Hormon
Peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan dapat memengaruhi kondisi jaringan gusi. Pembuluh darah di area gusi menjadi lebih sensitif terhadap plak bakteri sehingga gusi lebih mudah mengalami peradangan dan pendarahan (Mayo Clinic, 2023).
Kebutuhan Kalsium untuk Perkembangan Janin
Selama masa kehamilan, janin membutuhkan kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi. Jika asupan kalsium harian Mommy tidak mencukupi, tubuh dapat menggunakan cadangan kalsium dari tulang dan gigi. Kondisi ini dapat membuat kesehatan gigi Mommy menjadi lebih rentan mengalami gangguan.
Untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi selama kehamilan, Mommy perlu memastikan kebutuhan nutrisi harian terpenuhi dengan baik. Asupan nutrisi yang cukup tidak hanya membantu menjaga kesehatan tubuh Mommy, tetapi juga mendukung proses pembentukan tulang dan gigi janin.
Beberapa nutrisi penting yang perlu diperhatikan antara lain:
Kalsium
Kalsium berperan penting dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Selama masa kehamilan, kebutuhan kalsium yang dianjurkan sekitar 1.000 mg per hari agar kesehatan tulang dan gigi Mommy tetap terjaga (World Health Organization, 2023).
Vitamin D
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal. Kebutuhan vitamin D selama kehamilan umumnya sekitar 600 hingga 700 IU per hari untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi serta perkembangan janin (National Institutes of Health, 2025).
Memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D secara seimbang dapat membantu menjaga kesehatan gigi Mommy sekaligus mendukung pertumbuhan si kecil di dalam kandungan.

Agar kesehatan gigi tetap terjaga selama kehamilan, Mommy dapat melakukan beberapa langkah sederhana berikut.
Memenuhi kebutuhan kalsium harian penting untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi selama kehamilan. Beberapa sumber kalsium yang dapat dikonsumsi antara lain:
Asupan kalsium yang cukup membantu menjaga kesehatan gigi Mommy sekaligus mendukung pembentukan tulang janin.
Pemeriksaan gigi tetap aman dilakukan selama kehamilan dan bahkan dianjurkan. Konsultasi dengan dokter gigi membantu mendeteksi lebih awal adanya peradangan atau infeksi yang berpotensi mempengaruhi kesehatan kehamilan.
Selain dari makanan sehari-hari, Mommy juga dapat mempertimbangkan asupan nutrisi tambahan seperti suplemen khusus ibu hamil yang diformulasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan. Asupan nutrisi yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan tubuh Mommy sekaligus mendukung pertumbuhan si Kecil di dalam kandungan.
Keluhan gigi selama kehamilan memang sering terjadi, tetapi bukan berarti boleh diabaikan. Infeksi pada gusi yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti ketuban pecah dini, persalinan prematur, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah.
Karena itu, menjaga kesehatan mulut selama kehamilan bukan hanya soal penampilan, tetapi juga merupakan investasi penting bagi kesehatan Mommy dan keselamatan si kecil di dalam kandungan.
Selain menjaga kesehatan gigi, Mommy juga bisa melakukan berbagai persiapan lain untuk mendukung kehamilan yang lebih sehat. Misalnya dengan melakukan gerakan tertentu yang membantu posisi janin tetap optimal. Mommy bisa membaca panduan lengkapnya di artikel 5 Gerakan untuk Ibu Hamil Cegah Bayi Sungsang Secara Alami.
Referensi:
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.