
Momuung.com – Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan angka kelahiran yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pasangan menunda memiliki anak karena berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, kesibukan pekerjaan, hingga tantangan untuk mendapatkan kehamilan secara alami.
Namun, ada kabar baik dari sisi kebijakan kesehatan. Pemerintah Jepang mulai memasukkan layanan perawatan kesuburan ke dalam asuransi kesehatan nasional, sehingga akses program kehamilan menjadi lebih mudah dan biaya yang harus ditanggung pasangan menjadi jauh lebih ringan.
Penasaran bagaimana kebijakan ini bisa berdampak pada peningkatan angka kehamilan di Jepang? Yuk, baca selengkapnya di artikel ini, Mom.
Tidak semua pasangan bisa langsung mendapatkan kehamilan secara alami. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi, seperti gangguan ovulasi, usia, kualitas sperma, hingga kondisi pada sistem reproduksi.
Untuk membantu kondisi tersebut, ada teknologi reproduksi berbantu atau assisted reproductive technology (ART). Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah IVF. Proses ini dilakukan dengan cara mempertemukan sel telur dan sperma di luar tubuh, kemudian embrio yang terbentuk akan dipindahkan kembali ke dalam rahim agar bisa berkembang menjadi kehamilan.
Dengan adanya dukungan asuransi kesehatan, akses ke layanan ini menjadi lebih mudah dijangkau. Hal ini membantu lebih banyak pasangan mendapatkan kesempatan untuk menjalani program kehamilan tanpa terbebani biaya yang terlalu besar.
Selain memahami berbagai metode perawatan kesuburan, penting juga bagi calon ibu untuk mengetahui faktor kesehatan lain yang bisa memengaruhi kehamilan. Salah satunya adalah risiko selama masa kehamilan, seperti yang dibahas dalam artikel Jangan Abaikan! 6 Kebiasaan yang Bisa Meningkatkan Risiko Preeklampsia Saat Hamil.
Setelah layanan perawatan kesuburan ditanggung oleh asuransi kesehatan, jumlah pasangan yang mengikuti program kehamilan di Jepang mengalami peningkatan. Studi nasional menunjukkan kenaikan terutama pada kelompok usia 25 sampai 34 tahun, yaitu sekitar 22,9 persen.
Selain itu, jumlah kehamilan yang berhasil melalui bantuan teknologi reproduksi juga ikut meningkat. Pada tahun 2023, tercatat ribuan kehamilan terjadi melalui program ART, termasuk sebagian yang merupakan kehamilan kembar.
Hal ini menunjukkan bahwa ketika akses layanan kesehatan dibuat lebih mudah dan terjangkau, lebih banyak pasangan memiliki kesempatan dan keberanian untuk mencoba program kehamilan.
Meskipun teknologi kesuburan seperti IVF memberikan harapan besar bagi banyak pasangan, proses ini tetap perlu dilakukan dengan pengawasan medis yang ketat.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan kehamilan ganda atau kembar. Kehamilan kembar memang bisa terjadi pada program IVF, tetapi risikonya cenderung lebih tinggi, seperti kelahiran prematur, berat badan bayi lebih rendah, dan potensi komplikasi selama kehamilan.
Karena itu, dokter biasanya akan mempertimbangkan jumlah embrio yang akan ditanam dengan sangat hati-hati. Tujuannya agar peluang kehamilan tetap optimal, namun risiko untuk ibu dan bayi tetap bisa diminimalkan.
Para ahli menilai bahwa rendahnya angka kelahiran tidak bisa diatasi hanya dengan kemajuan teknologi kesuburan saja.
Keputusan pasangan untuk memiliki anak biasanya dipengaruhi oleh banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari biaya hidup yang semakin tinggi, dukungan dari lingkungan kerja, kesiapan secara mental, hingga seberapa besar dukungan dari keluarga di sekitar.
Artinya, selain akses layanan medis yang semakin baik, tetap dibutuhkan juga kebijakan dan lingkungan sosial yang mendukung orang tua dalam menjalani peran mereka setelah anak lahir.
Kisah dari Jepang ini menunjukkan bahwa ketika akses layanan kesuburan dibuat lebih mudah dan terjangkau, peluang pasangan untuk memiliki anak juga ikut meningkat. Dukungan medis yang tepat bisa menjadi bantuan besar bagi banyak pasangan yang sedang berjuang menanti kehadiran Si Kecil.
Namun pada akhirnya, perjalanan menjadi orang tua tidak hanya berkaitan dengan aspek medis saja. Ada juga peran penting dari dukungan lingkungan, kesempatan yang tersedia, dan kondisi hidup yang mendukung agar setiap keluarga bisa tumbuh dan menjalani peran barunya dengan lebih baik.
Di samping ikhtiar medis, banyak pasangan juga memilih menenangkan diri dengan pendekatan spiritual selama masa kehamilan. Salah satu momen yang sering menjadi perhatian adalah usia kehamilan 4 bulan, yang biasanya dikaitkan dengan waktu penuh harapan dan doa, seperti yang dibahas dalam artikel Doa 4 Bulanan Kehamilan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.