
Momuung.com – Payudara tiba-tiba terasa bengkak, keras, nyeri, atau penuh saat menyusui? Kondisi ini cukup sering dialami oleh busui dan tidak jarang membuat Mommy bingung harus melakukan apa terlebih dahulu. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, lebih baik dikompres hangat atau dingin, ya?
Padahal, penggunaan kompres yang tepat tidak hanya membantu mengurangi nyeri, tetapi juga dapat mempercepat proses penyembuhan dan membuat aktivitas menyusui terasa lebih nyaman. Sebaliknya, jika jenis kompres yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi payudara, keluhan justru bisa semakin parah dan membuat Mommy merasa tidak nyaman.
Supaya tidak salah langkah, yuk pahami kapan sebaiknya menggunakan kompres hangat dan kapan kompres dingin lebih dianjurkan. Buibu, baca selengkapnya di artikel ini ya!
Selama masa menyusui, payudara bekerja sangat aktif untuk memproduksi, menyimpan, dan mengeluarkan ASI. Di dalamnya terdapat kelenjar penghasil ASI, saluran ASI, pembuluh darah, dan pembuluh limfatik yang saling bekerja sama agar proses menyusui berjalan lancar (Mitchell et al., 2022).
Ketika ASI tidak dikeluarkan secara optimal, misalnya karena jadwal menyusui terlewat, pelekatan bayi belum tepat, atau payudara belum kosong dengan optimal setelah menyusui maupun pumping, payudara bisa terasa penuh, keras, dan nyeri. Pada beberapa Mommy, kondisi ini juga disertai dengan pembengkakan jaringan atau edema, sehingga payudara terasa semakin tegang dan tidak nyaman.
Karena itu, penggunaan kompres hangat atau kompres dingin sebaiknya disesuaikan dengan kondisi payudara. Keduanya memiliki manfaat yang berbeda dan digunakan pada waktu yang berbeda pula.
Kalau Mommy bertanya, “Kapan sebaiknya menggunakan kompres hangat?” jawabannya adalah sebelum menyusui atau sebelum pumping. Kompres hangat membantu menghangatkan jaringan payudara sehingga terasa lebih rileks dan aliran darah di area payudara menjadi lebih lancar (Premier Surgical Network, 2023). Pada sebagian Mommy, kondisi ini juga dapat membantu memicu let-down reflex, yaitu refleks alami yang membuat ASI lebih mudah mengalir saat Si Kecil mulai menyusu atau ketika Mommy memompa ASI.
Kompres hangat dapat membantu membuat jaringan payudara menjadi lebih rileks dan meningkatkan aliran darah di area payudara (Premier Surgical Network, 2023). Pada sebagian Mommy, kondisi ini juga dapat membantu memicu let-down reflex, yaitu refleks alami yang membantu ASI mengalir lebih lancar saat Si Kecil mulai menyusu atau ketika Mommy memompa ASI.
Namun, kompres hangat tidak disarankan jika Mommy mengalami sumbatan ASI (plugged ducts) atau mastitis. Suhu hangat dapat meningkatkan aliran darah sekaligus merangsang let-down reflex (LDR) sehingga produksi dan aliran ASI meningkat. Bila saluran ASI masih tersumbat, kondisi ini justru dapat meningkatkan tekanan di dalam payudara sehingga pembengkakan dan nyeri terasa semakin berat. Karena itu, pada kasus sumbatan ASI atau mastitis, kompres dingin lebih dianjurkan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri. Sementara itu, ASI tetap perlu dikeluarkan secara rutin melalui menyusui atau memerah ASI agar sumbatan dapat teratasi.
Agar manfaatnya lebih optimal, lakukan langkah berikut:
Perlu diingat ya, Mommy, kompres hangat tidak bertujuan untuk meningkatkan produksi ASI. Manfaat utamanya adalah membantu merilekskan jaringan payudara sehingga pelepasan hormon oksitosin dan let-down reflex (LDR) dapat berlangsung lebih optimal. Dengan begitu, ASI menjadi lebih mudah mengalir saat menyusui atau pumping.
Sebaliknya, jika payudara sedang mengalami pembengkakan (edema) atau sumbatan ASI (plugged ducts), kompres hangat tidak dianjurkan digunakan terlalu lama. Suhu hangat dapat memperparah pembengkakan sehingga tekanan pada saluran ASI meningkat, aliran ASI semakin terhambat, dan nyeri terasa lebih berat.

Berbeda dengan kompres hangat yang digunakan sebelum menyusui atau pumping untuk membantu melancarkan aliran ASI, kompres dingin lebih dianjurkan setelah menyusui atau pumping. Tujuannya adalah membantu mengurangi pembengkakan, meredakan peradangan, dan mengurangi rasa nyeri pada payudara.
Secara medis, suhu dingin bekerja dengan menyebabkan vasokonstriksi, yaitu penyempitan pembuluh darah sementara. Kondisi ini membantu mengurangi aliran cairan ke jaringan yang mengalami pembengkakan sehingga edema dapat berkurang. Selain itu, sensasi dingin juga membantu memperlambat penghantaran sinyal nyeri ke otak, sehingga payudara terasa lebih nyaman setelah menyusui atau memerah ASI (Mitchell et al., 2022).
Mommy dapat menggunakan kompres dingin pada kondisi berikut:
Agar manfaatnya optimal dan tetap aman, lakukan beberapa langkah berikut.
Kompres hangat maupun kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada payudara saat menyusui. Namun, jika keluhan tidak kunjung membaik atau justru semakin berat, Mommy sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi.
Selain menggunakan kompres, memastikan payudara dikosongkan secara efektif juga menjadi bagian penting untuk membantu mengurangi bendungan ASI. Jika Mommy ingin mempelajari cara memerah ASI secara manual, yuk baca juga artikel “Teknik Marmet, Cara Memerah ASI dengan Tangan Agar Lebih Lancar” untuk mengetahui langkah-langkah yang tepat agar pengeluaran ASI lebih optimal.
Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain:
Kombinasi gejala tersebut dapat mengarah pada mastitis, yaitu peradangan pada jaringan payudara yang pada beberapa kasus dapat berkembang menjadi abses payudara, yaitu kumpulan nanah akibat infeksi bakteri. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan untuk menentukan penanganan yang tepat, termasuk pemberian antibiotik bila memang terbukti disebabkan oleh infeksi bakteri. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang kondisi membaik dan risiko komplikasi, seperti abses payudara, dapat diminimalkan (Mitchell et al., 2022).
Kompres hangat dan kompres dingin memiliki manfaat yang berbeda. Kompres hangat lebih cocok digunakan sebelum menyusui atau pumping untuk membantu ASI lebih mudah mengalir, sedangkan kompres dingin dianjurkan setelah menyusui atau pumping untuk membantu mengurangi bengkak dan meredakan nyeri. Jika payudara tetap bengkak, nyeri tidak membaik, atau disertai demam dan kemerahan, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Kalau Mommy masih bingung menentukan kompres yang sesuai atau sedang mengalami kendala menyusui lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung. Pendampingan yang tepat dapat membantu proses menyusui menjadi lebih nyaman dan lancar untuk Mommy maupun Si Kecil.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.