
Momuung.com – Halo Mommy! Pernah ragu untuk mulai lari atau kembali olahraga setelah melahirkan karena takut produksi ASI berkurang? Tenang, Mom. Faktanya, olahraga lari umumnya aman dilakukan oleh ibu menyusui dan tidak otomatis membuat ASI menjadi seret jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Bahkan, aktivitas fisik seperti lari dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan mood, dan mengurangi stres yang sering dirasakan selama masa menyusui. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Mommy tetap nyaman berolahraga tanpa mengganggu kebutuhan ASI Si Kecil.
Yuk, simak fakta medis dan tips aman olahraga lari untuk ibu menyusui selengkapnya di artikel ini!
Olahraga lari dapat menjadi pilihan yang baik untuk membantu menjaga kebugaran tubuh setelah melahirkan. Namun, agar aktivitas ini tetap nyaman dan tidak mengganggu proses menyusui, ada beberapa hal yang perlu Mommy perhatikan.
Sebelum berolahraga, usahakan untuk menyusui Si Kecil atau melakukan pumping terlebih dahulu. Payudara yang terlalu penuh dapat terasa lebih berat dan tidak nyaman saat berlari karena adanya gerakan berulang pada area dada.
Selain membantu mengurangi rasa tidak nyaman, mengosongkan payudara sebelum berolahraga juga dapat membantu mencegah bendungan ASI yang berpotensi menyebabkan saluran ASI tersumbat atau mastitis.
Saat berlari, jaringan payudara akan ikut bergerak mengikuti ritme tubuh. Karena itu, pilihlah sport bra dengan tingkat penyangga yang baik (high support) agar payudara tetap nyaman selama berolahraga.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih sport bra:
Bra yang terlalu ketat dapat menekan jaringan payudara dan berisiko menyebabkan ketidaknyamanan, terutama pada ibu yang masih aktif menyusui.
Menyusui dan olahraga sama-sama meningkatkan kebutuhan cairan tubuh. Karena itu, Mommy perlu lebih memperhatikan asupan cairan agar tidak mengalami dehidrasi.
Secara umum, ibu menyusui membutuhkan sekitar 2,5-3,1 liter cairan per hari, termasuk dari air putih, susu, sup, buah, dan sayuran yang mengandung banyak air.
Agar lebih mudah:
Dehidrasi dapat membuat tubuh lebih cepat lelah dan pada beberapa ibu dapat memengaruhi produksi ASI.
Masa menyusui membutuhkan energi tambahan karena tubuh terus memproduksi ASI setiap hari. Ketika Mommy juga rutin berlari, kebutuhan energi dan zat gizi tentu menjadi lebih tinggi.
Ibu menyusui umumnya membutuhkan tambahan sekitar 330-400 kalori per hari dibandingkan sebelum hamil. Pastikan kebutuhan tersebut dipenuhi dari makanan bergizi seimbang, seperti:
Hindari diet yang terlalu ketat atau memangkas kalori secara drastis karena dapat membuat tubuh cepat lelah dan mengganggu pemulihan setelah berolahraga.
Jika Mommy baru kembali berolahraga setelah melahirkan, tidak perlu langsung menargetkan jarak atau kecepatan tertentu. Mulailah secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Misalnya:
Selama berolahraga, perhatikan respons tubuh. Jika muncul keluhan seperti pusing, nyeri pada area panggul atau bekas jahitan, perdarahan yang bertambah, sesak napas, atau nyeri payudara yang mengganggu, segera hentikan aktivitas dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Yang terpenting, fokuslah pada pemulihan dan kesehatan tubuh secara bertahap. Tidak perlu terburu-buru mengejar performa sebelum hamil, karena setiap Mommy memiliki proses pemulihan yang berbeda.
Ada anggapan bahwa olahraga intensitas tinggi dapat meningkatkan asam laktat dalam tubuh yang secara teori bisa sedikit memengaruhi rasa ASI. Namun, perubahan ini biasanya hanya bersifat sementara dan lebih sering terjadi pada aktivitas fisik yang sangat berat, bukan olahraga ringan seperti jogging.
Pada ibu yang melakukan lari dengan intensitas sedang hingga ringan, peningkatan asam laktat umumnya tidak signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan komposisi ASI akibat olahraga ringan sangat minimal dan tidak berdampak klinis pada bayi, sehingga rasa ASI tetap aman dan tidak berubah secara berarti.
Jika setelah berolahraga bayi terlihat kurang nyaman atau menolak menyusu, penyebabnya tidak selalu karena rasa ASI berubah. Salah satu kemungkinan yang lebih sering terjadi adalah bayi kurang nyaman dengan aroma tubuh ibu setelah berkeringat, bukan karena kandungan ASI itu sendiri.
Untuk membantu bayi lebih nyaman, Mommy bisa:
Perubahan perilaku bayi setelah menyusu juga bisa dipengaruhi banyak faktor lain seperti lapar, lelah, atau kondisi tidak nyaman. Mommy bisa membaca artikel “Bayi Terbangun dan Menangis Setelah Menyusu? Ini 4 Penyebabnya” untuk memahami lebih lanjut berbagai kemungkinan tersebut.
Intinya, olahraga lari dengan intensitas yang sesuai justru aman dilakukan oleh ibu menyusui dan tidak perlu dikhawatirkan dapat mengubah rasa ASI secara signifikan. Yang paling penting tetap menjaga hidrasi, nutrisi, dan kenyamanan tubuh agar proses menyusui tetap optimal.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Tidak secara langsung. Olahraga lari dengan intensitas ringan hingga sedang tidak terbukti menurunkan produksi ASI jika asupan nutrisi dan cairan tetap tercukupi.