
Momuung.com – Belakangan ini, media sosial ramai membahas pemotretan terbaru model sekaligus aktris Emily Ratajkowski. Dalam salah satu foto yang diunggah, Emily terlihat menggendong boneka bayi dengan pose menyerupai aktivitas Menyusui sambil memegang segelas minuman beralkohol.
Unggahan tersebut memicu beragam reaksi dari netizen. Sebagian menilai konsep pemotretan tersebut kontroversial karena menampilkan aktivitas menyusui bersamaan dengan alkohol, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai bagian dari ekspresi seni.
Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, ada satu hal penting yang menarik untuk dibahas dari sudut pandang kesehatan, yaitu apakah ibu menyusui boleh mengonsumsi alkohol dan bagaimana dampaknya terhadap ASI serta bayi.
Yuk, simak faktanya berikut ini, Mom!
Banyak Mommy mungkin pernah mendengar bahwa minum alkohol sesekali tidak masalah selama ASI dipompa dan dibuang setelahnya atau yang dikenal dengan istilah pump and dump.
Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kadar alkohol dalam ASI akan mengikuti kadar alkohol dalam darah ibu. Artinya, memompa dan membuang ASI tidak membuat alkohol keluar lebih cepat dari tubuh. Alkohol baru akan berkurang dari ASI ketika tubuh selesai memetabolismenya secara alami.
Karena itu, jika Mommy mengonsumsi alkohol, waktu menjadi faktor utama yang menentukan kapan kadar alkohol dalam ASI kembali menurun.
Selain dapat masuk ke dalam ASI, konsumsi alkohol juga diketahui dapat memengaruhi proses menyusui itu sendiri.
Produksi ASI sangat bergantung pada kerja dua hormon utama, yaitu prolaktin yang berperan dalam pembentukan ASI dan oksitosin yang membantu ASI mengalir keluar dari payudara saat bayi menyusu. Konsumsi alkohol dapat mengganggu keseimbangan kedua hormon ini, sehingga proses menyusui menjadi kurang optimal.
Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain:
Let-down reflex (LDR) adalah refleks alami yang membantu ASI mengalir dari payudara saat bayi mulai mengisap. Proses ini dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang berperan dalam mendorong ASI keluar melalui saluran ASI.
Konsumsi alkohol dapat mengganggu pelepasan hormon oksitosin, sehingga refleks pengeluaran ASI menjadi kurang optimal. Akibatnya:
Alkohol yang dikonsumsi ibu dapat masuk ke aliran darah dan berpindah ke ASI dalam jumlah tertentu. Karena organ tubuh bayi masih berkembang, paparan alkohol meskipun dalam jumlah kecil tetap perlu diperhatikan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa alkohol dalam ASI dapat memengaruhi:
Masa menyusui sering kali menjadi periode yang penuh tantangan. Kurang tidur, perubahan rutinitas setelah melahirkan, hingga kekhawatiran tentang produksi ASI dapat membuat Mommy merasa lelah secara fisik maupun emosional. Jika sedang menghadapi kondisi tersebut, ada beberapa cara yang lebih aman dan bermanfaat untuk membantu tubuh tetap sehat sekaligus mendukung kelancaran menyusui.
Tubuh membutuhkan lebih banyak cairan selama masa menyusui karena sebagian cairan akan digunakan untuk memproduksi ASI. Oleh karena itu, Mommy disarankan untuk mengonsumsi sekitar 2,5-3,1 liter yang bisa berasal dari air putih, susu, sup, maupun buah dan sayuran yang kaya air.
Agar lebih mudah, Mommy bisa:
Kurang tidur dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan memengaruhi suasana hati. Meski tidak selalu mudah dilakukan, Mommy bisa mencoba beristirahat saat bayi tidur atau meminta bantuan pasangan dan keluarga untuk berbagi tugas mengurus Si Kecil.
Tidak harus tidur berjam-jam, bahkan waktu istirahat singkat selama 15–30 menit dapat membantu tubuh terasa lebih segar dan mengurangi stres.
Lingkungan yang tenang dan nyaman dapat membantu tubuh melepaskan hormon oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran ASI.
Beberapa hal sederhana yang bisa dicoba antara lain:
Saat Mommy merasa lebih rileks, proses menyusui biasanya juga akan terasa lebih nyaman bagi Mommy maupun Si Kecil.
Jika bayi tampak sering rewel, sulit tenang, atau menangis setelah menyusu, jangan langsung berasumsi bahwa penyebabnya berasal dari makanan atau minuman yang Mommy konsumsi.
Perhatikan juga faktor lain seperti rasa lapar, pelekatan yang kurang optimal, kebutuhan untuk bersendawa, atau kondisi bayi yang sedang tidak nyaman. Untuk membantu mengenali berbagai kemungkinan penyebabnya, Mommy bisa membaca artikel “Bayi Terbangun dan Menangis Setelah Menyusu? Ini 4 Penyebabnya” sebagai panduan tambahan.
Viralnya pemotretan Emily Ratajkowski memang memicu banyak perdebatan. Namun di balik kontroversi tersebut, ada pelajaran penting yang bisa Mommy ambil, yaitu memahami bagaimana konsumsi alkohol dapat memengaruhi proses menyusui.
Meski sesekali mengonsumsi alkohol tidak selalu menyebabkan masalah yang serius, alkohol tetap dapat masuk ke dalam ASI dan memengaruhi produksi maupun pengeluaran ASI. Dalam beberapa kondisi, paparan alkohol melalui ASI juga dapat memengaruhi pola tidur dan kenyamanan bayi.
Karena itu, selama masa menyusui, Mommy sebaiknya lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi. Menjaga pola makan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan harian, beristirahat yang cukup, serta mengelola stres dengan baik merupakan langkah yang lebih aman untuk mendukung produksi ASI dan kesehatan Si Kecil.
Kalau Mommy sedang menghadapi tantangan menyusui, seperti ASI terasa berkurang, bayi sulit menyusu, atau pelekatan yang belum optimal, jangan ragu untuk mencari bantuan. Mommy bisa berkonsultasi dengan konselor laktasi Mom Uung untuk mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai dengan kondisi Mommy dan Si Kecil. Karena setiap perjalanan menyusui itu unik, dan Mommy tidak harus menjalaninya sendirian.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.