
Momuung.com – Halo Mommy cantik kesayangan Mom Uung! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Mommy dan Si Kecil yang ada di dalam kandungan selalu dalam keadaan sehat, bahagia, dan diliputi kenyamanan ya, Mom.
Nyeri di area ulu hati atau bawah tulang rusuk saat hamil sering kali langsung dikira asam lambung. Padahal, tidak semua keluhan tersebut berasal dari gangguan pencernaan, lho Mom. bisa jadi nyeri yang dirasakan merupakan Pregnancy rib pain, kondisi yang cukup umum terjadi selama kehamilan. Agar tidak salah mengenali gejalanya, yuk Buibu baca selengkapnya tentang perbedaan pregnancy rib pain dan Asam lambung saat hamil!
Memasuki trimester ketiga, banyak Mommy mulai merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman di area bawah payudara hingga tulang rusuk. Kondisi ini sering dikenal sebagai pregnancy rib pain atau nyeri tulang rusuk saat hamil.
Keluhan ini umumnya terjadi karena rahim yang semakin membesar mendorong diafragma dan organ-organ di dalam perut ke arah atas. Akibatnya, tulang rusuk dan otot di sekitarnya mendapatkan tekanan lebih besar dibandingkan sebelumnya. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan juga membuat ligamen dan jaringan ikat menjadi lebih lentur untuk mempersiapkan tubuh menghadapi persalinan (National Health Service [NHS], 2024).
Selain nyeri tulang rusuk, keluhan lain yang sering membuat Mommy bingung adalah heartburn atau sensasi panas akibat naiknya asam lambung.
Selama kehamilan, peningkatan hormon progesteron dapat membuat katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks. Kondisi ini memungkinkan isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Di saat yang sama, rahim yang terus membesar juga memberikan tekanan pada lambung sehingga risiko refluks asam semakin meningkat (Cleveland Clinic, 2024).
Gejala asam lambung saat hamil biasanya meliputi:
Yang sering membuat Mommy keliru, rasa nyeri akibat asam lambung terkadang dapat menjalar ke area dada bagian bawah hingga sekitar tulang rusuk. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai referred pain, yaitu nyeri yang dirasakan di lokasi berbeda dari sumber utamanya.
Karena itulah, tidak sedikit ibu hamil yang mengira dirinya mengalami pregnancy rib pain, padahal sebenarnya keluhan yang muncul berasal dari refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) selama kehamilan (National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases [NIDDK], 2020).
Karena sama-sama dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di area ulu hati, bawah payudara, atau sekitar tulang rusuk, banyak ibu hamil yang sulit membedakan antara pregnancy rib pain dan asam lambung (heartburn atau GERD).
Salah satu cara sederhana yang bisa Mommy perhatikan adalah bagaimana nyeri tersebut berubah saat tubuh bergerak atau berganti posisi.
Nyeri tulang rusuk saat hamil umumnya terjadi karena rahim yang semakin membesar mendorong diafragma dan tulang rusuk ke atas. Di saat yang sama, perubahan postur tubuh selama kehamilan juga dapat memberikan tekanan tambahan pada otot dan sendi di sekitar dada (NHS, 2024).
Ciri-ciri yang sering dirasakan antara lain:
Beberapa hal yang sering membantu meredakan pregnancy rib pain:
Sementara itu, asam lambung saat hamil terjadi karena hormon progesteron membuat katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, terutama saat rahim semakin membesar dan menekan lambung.
Gejala yang lebih khas meliputi:
Biasanya keluhan dapat berkurang dengan:
Meski demikian, kedua kondisi ini terkadang dapat muncul bersamaan selama kehamilan sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan bila keluhan sering terjadi atau semakin berat.
Tidak semua nyeri di ulu hati saat hamil disebabkan oleh asam lambung atau pregnancy rib pain. Pada beberapa kasus, keluhan ini dapat menjadi tanda preeklampsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan gangguan pada organ tubuh tertentu setelah usia kehamilan 20 minggu.
Salah satu gejala yang sering terlewat adalah nyeri di bawah tulang rusuk kanan atau perut kanan atas. Keluhan ini terjadi karena adanya gangguan pada fungsi hati yang dapat menyertai preeklampsia.
Berbeda dengan asam lambung atau pregnancy rib pain, nyeri akibat preeklampsia biasanya:
Mommy sebaiknya segera menghubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan apabila nyeri tersebut disertai:
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda bahwa preeklampsia memerlukan penanganan medis segera untuk melindungi kesehatan Mommy dan Si Kecil (Mayo Clinic, 2022).
Jika Mommy ingin mengetahui berbagai kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan risiko preeklampsia selama kehamilan, yuk lanjut baca artikel “Jangan Abaikan! 6 Kebiasaan yang Bisa Meningkatkan Risiko Preeklampsia Saat Hamil.”
Nyeri di area bawah dada, ulu hati, atau tulang rusuk saat hamil memang bisa membuat Mommy khawatir. Namun sebelum panik, cobalah perhatikan dulu kapan nyeri muncul, apa yang memicunya, dan apakah keluhan membaik setelah beristirahat atau mengubah posisi tubuh.
Jika nyeri masih tergolong ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah berikut bisa membantu Mommy merasa lebih nyaman.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, perubahan postur tubuh dapat memberikan tekanan tambahan pada dada, tulang rusuk, lambung, dan punggung (Cleveland Clinic, 2024).
Karena itu, usahakan untuk:
Duduk atau berbaring dalam posisi yang sama terlalu lama terkadang dapat membuat rasa tidak nyaman semakin terasa.
Mommy bisa mencoba:
Aktivitas ringan ini dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan kenyamanan selama kehamilan.
Jika nyeri disertai rasa panas di dada, perih di ulu hati, atau rasa asam di mulut, keluhan mungkin berkaitan dengan heartburn atau asam lambung.
Untuk membantu mengurangi gejalanya, Mommy dapat:
Saat beristirahat, Mommy dapat mencoba tidur miring ke kiri dengan bantuan bantal di antara lutut atau di bawah perut.
Posisi ini umumnya lebih nyaman pada trimester akhir dan dapat membantu mengurangi tekanan pada beberapa organ di dalam perut.

Nyeri di area ulu hati atau bawah tulang rusuk tidak selalu berbahaya. Namun, Mommy perlu segera mencari pertolongan medis jika nyeri:
Menurut Mayo Clinic (2022), kombinasi gejala tersebut dapat menjadi tanda preeklampsia, yaitu komplikasi kehamilan yang memerlukan penanganan medis segera.
Nyeri di area ulu hati, dada, atau tulang rusuk saat hamil dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari perubahan bentuk tubuh selama kehamilan hingga asam lambung yang meningkat. Karena gejalanya sering kali mirip, penting bagi Mommy untuk memperhatikan karakter nyeri dan gejala lain yang menyertainya.
Jika keluhan membaik setelah berganti posisi, beristirahat, atau melakukan peregangan ringan, umumnya kondisi tersebut tidak berbahaya. Namun, bila nyeri terasa menetap, semakin berat, atau disertai tanda bahaya seperti sakit kepala hebat, pandangan kabur, dan tekanan darah tinggi, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Asam lambung biasanya menimbulkan sensasi panas di dada, rasa asam di mulut, dan sering muncul setelah makan atau saat berbaring. Sementara pregnancy rib pain lebih sering terasa sebagai nyeri atau tekanan di bawah tulang rusuk yang membaik setelah Mommy mengubah posisi tubuh atau melakukan peregangan ringan.