
Momuung.com – Tidak semua perjalanan menjadi seorang ibu berjalan mulus, Mom. Ada yang bisa langsung menyusui sejak awal, tapi ada juga yang harus menghadapi kondisi kesehatan atau proses pemulihan yang membuat menyusui belum bisa dilakukan secara langsung.
Hal inilah yang dialami oleh seorang ibu bernama Abbi Warden setelah melahirkan anak ketiganya.
Setelah menjalani operasi caesar kedua, Abbi harus menghadapi kondisi kesehatan yang membuatnya perlu menjalani perawatan lanjutan serta mengonsumsi obat tertentu. Situasi ini membuatnya belum bisa langsung menyusui atau merawat bayinya seperti yang ia rencanakan sejak awal.
Sebagai seorang ibu, masa ini tentu tidak mudah. Abbi merasa sedih karena belum bisa berada di dekat bayinya untuk menyusui, memeluk, dan menenangkan secara langsung. Ia juga sempat merasakan perasaan bersalah karena belum bisa segera memenuhi kebutuhan bayinya sendiri.
Namun, dalam situasi seperti ini, penting untuk dipahami bahwa setiap ibu bisa memiliki kondisi yang berbeda setelah melahirkan, dan dukungan serta informasi yang tepat sangat membantu menjaga ketenangan selama masa pemulihan. Dalam banyak kasus, ASI tetap memiliki peran penting dalam membantu perlindungan bayi, termasuk dalam mendukung daya tahan tubuhnya di masa awal kehidupan. Mommy bisa membaca lebih lanjut tentang hal ini di artikel Cara ASI Membantu Daya Tahan Tubuh Bayi Saat Risiko Campak Meningkat untuk memahami bagaimana ASI berkontribusi terhadap sistem imun bayi.
Di tengah situasi tersebut, datang bantuan dari keluarga terdekat. Adik iparnya, Becca Victoria, yang juga sedang menyusui, menawarkan bantuan untuk membantu merawat bayi Abbi.
Awalnya tawaran itu disampaikan secara ringan, namun ketika situasi benar-benar dibutuhkan, Becca langsung datang membantu tanpa ragu.
Ia tidak hanya membantu memberi ASI, tetapi juga menemani bayi tersebut agar tetap merasa tenang dan nyaman seperti saat bersama ibunya.
Becca bahkan membatalkan rencana keluarganya untuk tetap berada di sisi Abbi dan bayinya selama masa pemulihan.
Abbi mengakui bahwa meskipun sangat terbantu, ia tetap mengalami perasaan campur aduk di awal. Sebagai ibu, ada dorongan kuat untuk menjadi orang pertama yang memberi makan dan menenangkan bayi sendiri.
Ia sempat merasa bersalah karena tidak bisa langsung berada di sisi bayinya. Namun seiring waktu, ia mulai menyadari bahwa yang terpenting adalah bayinya tetap terpenuhi kebutuhannya dan mendapatkan perawatan yang baik.
Selama beberapa hari, Becca membantu merawat bayi Abbi dengan penuh perhatian, termasuk menemani tidur dan memastikan bayi tetap merasa nyaman.
Bagi Abbi, bantuan tersebut menjadi momen yang sangat berarti. Ia merasa sangat terbantu karena bisa fokus pada pemulihan tubuhnya tanpa khawatir berlebihan tentang kondisi bayinya.
Pengalaman ini membuatnya menyadari bahwa perjalanan menjadi ibu tidak harus dijalani sendirian.
Setiap ibu memiliki perjalanan menyusui yang berbeda. Ada yang berjalan lancar, ada juga yang membutuhkan waktu, bantuan, atau penyesuaian.
Yang paling penting adalah:
Kisah Abbi dan Becca menunjukkan bahwa kasih sayang untuk bayi bisa datang dari banyak orang. Dukungan keluarga bisa menjadi penguat besar di masa yang penuh tantangan.
Pada akhirnya, Abbi melihat pengalaman ini bukan hanya sebagai masa sulit, tetapi juga sebagai momen yang mempererat hubungan keluarga dan memperluas makna “ibu” dalam perjalanan hidupnya.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.