
Momuung.com – Mommy mungkin sudah sering mendengar bahwa menyusui punya banyak manfaat untuk Si Kecil. Tapi ternyata, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa menyusui juga bisa memberi dampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh Mommy, termasuk fungsi otak di masa depan.
Menariknya, manfaat ini tidak hanya terasa saat masa menyusui saja, tapi juga bisa menjadi “investasi kesehatan” untuk Mommy di kemudian hari. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini, Mommy.
Beberapa studi menunjukkan hasil yang cukup menarik, Mommy. Penelitian dari UCLA Health menemukan bahwa ibu yang pernah menyusui cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik saat memasuki usia lanjut dibandingkan yang tidak menyusui. Kemampuan ini mencakup daya ingat, kecepatan memproses informasi, hingga kemampuan mengambil keputusan.
Menariknya lagi, semakin lama total durasi menyusui, semakin terlihat juga peningkatan pada fungsi otak di masa tua, terutama pada aspek memori, kecepatan berpikir, dan fungsi eksekutif.
Temuan serupa juga muncul dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Evolution, Medicine, and Public Health, yang menunjukkan adanya pola konsisten antara pengalaman menyusui dan skor kognitif yang lebih baik pada usia lanjut.
Para ahli masih terus meneliti hal ini, tapi ada beberapa kemungkinan penjelasan yang sering disebutkan:
Saat menyusui, tubuh Mommy memproduksi dua hormon utama, yaitu oksitosin dan prolaktin. Oksitosin berperan membantu rasa tenang, menurunkan respons stres, sekaligus mendukung ikatan emosional antara Mommy dan Si Kecil. Sementara itu, prolaktin berfungsi untuk merangsang produksi ASI sekaligus membantu tubuh lebih rileks. Kombinasi kedua hormon ini tidak hanya mendukung proses menyusui, tetapi juga membantu sistem saraf Mommy bekerja lebih stabil dan menurunkan tingkat stres secara alami.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Mommy yang menyusui cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Hal ini berkaitan dengan bagaimana tubuh lebih baik dalam mengatur kadar gula darah, lemak, serta tekanan darah selama dan setelah masa menyusui.
Kondisi metabolisme dan kesehatan pembuluh darah yang lebih stabil ini penting, karena aliran darah yang sehat juga berperan dalam menjaga fungsi otak tetap optimal dalam jangka panjang.
Saat menyusui, terjadi proses bonding atau ikatan emosional yang kuat antara Mommy dan Si Kecil. Momen ini juga memicu pelepasan hormon oksitosin yang membuat tubuh lebih rileks, membantu menurunkan ketegangan emosional, dan memberikan rasa tenang.
Dalam jangka panjang, kondisi emosional yang lebih stabil ini membantu mengurangi stres kronis. Stres yang lebih terkontrol diketahui dapat berdampak positif pada kesehatan sistem saraf dan fungsi otak Mommy di masa depan.
Dari berbagai temuan ini, menyusui tidak hanya menjadi sumber nutrisi terbaik untuk Si Kecil, tetapi juga bisa menjadi bagian dari “investasi kesehatan” jangka panjang untuk Mommy.
Meski penelitian masih terus berkembang, banyak studi menunjukkan pola yang cukup konsisten bahwa pengalaman menyusui berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih baik di usia lanjut, seperti daya ingat dan kemampuan berpikir yang tetap terjaga.
Selain itu, manfaat ASI juga tidak berhenti di sini saja. Di masa bayi, ASI berperan penting dalam membantu sistem imun Si Kecil agar lebih kuat menghadapi berbagai risiko penyakit. Mommy bisa membaca lebih lanjut tentang peran ASI dalam perlindungan tubuh bayi di artikel Cara ASI Membantu Daya Tahan Tubuh Bayi Saat Risiko Campak Meningkat.
Agar proses menyusui berjalan lebih nyaman dan manfaatnya bisa terasa lebih optimal, penting juga untuk menjaga kondisi tubuh Mommy setiap hari dengan langkah-langkah sederhana berikut ini:
Agar tubuh tetap bertenaga dan produksi ASI optimal, Mommy perlu memastikan asupan gizi harian lebih lengkap dan seimbang dari berbagai kelompok makanan berikut:
Asupan cairan yang cukup sangat penting untuk membantu menjaga energi, fokus, dan mendukung produksi ASI tetap optimal. Untuk ibu menyusui, kebutuhan cairan umumnya sekitar 2,5 sampai 3,1 liter per hari, atau setara dengan kurang lebih 10 sampai 12 gelas air putih.
Kebutuhan ini bisa dipenuhi tidak hanya dari air putih, tetapi juga dari makanan berkuah seperti sup, buah dengan kandungan air tinggi, dan susu. Tanda sederhana kecukupan cairan bisa dilihat dari warna urine yang cenderung kuning muda atau hampir bening.
Tidur membantu otak memulihkan diri. Meski tidak selalu mudah, usahakan tetap mendapatkan waktu istirahat, termasuk tidur singkat di sela aktivitas.
Bonding dengan Si Kecil bisa diperkuat melalui skin-to-skin contact, yaitu momen saat kulit Mommy dan bayi bersentuhan langsung ketika menyusui, biasanya dengan posisi bayi diletakkan di dada Mommy tanpa banyak penghalang.
Sentuhan langsung ini membantu tubuh Mommy melepaskan hormon oksitosin, yang berperan membuat tubuh lebih rileks, menenangkan pikiran, serta meningkatkan rasa dekat secara emosional dengan Si Kecil. Selain itu, momen ini juga membantu bayi merasa lebih aman, hangat, dan nyaman sehingga proses menyusui menjadi lebih tenang dan alami untuk keduanya.
Posisi menyusui yang nyaman adalah posisi yang membuat tubuh Mommy dan Si Kecil sama-sama rileks, sehingga proses menyusui tidak menimbulkan pegal atau tegang di punggung, bahu, maupun lengan.
Beberapa posisi yang bisa dicoba antara lain:
Jika diperlukan, Mommy juga bisa menggunakan bantal menyusui untuk membantu menopang bayi agar posisi lebih stabil dan mengurangi tekanan pada tubuh.
Mengelola stres saat menyusui bisa dilakukan dengan cara-cara kecil yang mudah dilakukan sehari-hari, tapi efeknya cukup membantu tubuh jadi lebih tenang. Mommy bisa mulai dari menarik napas dalam secara perlahan untuk menenangkan pikiran dan merilekskan tubuh.
Selain itu, mendengarkan musik yang lembut atau menenangkan juga bisa membantu mengurangi ketegangan setelah aktivitas padat. Jika beban terasa terlalu banyak, Mommy juga bisa meminta bantuan pasangan atau keluarga untuk berbagi tugas, supaya tubuh tidak terlalu lelah dan pikiran lebih ringan.
Jika Mommy mengalami kendala saat menyusui seperti nyeri pada payudara, bayi sulit melekat (latch), atau produksi ASI terasa menurun, penting untuk tidak menanganinya sendirian terlalu lama.
Konselor laktasi dapat membantu mengevaluasi kondisi Mommy dan Si Kecil secara lebih menyeluruh, mulai dari teknik menyusui, posisi, hingga kemungkinan penyebab lain yang memengaruhi kelancaran ASI. Dengan pendampingan yang tepat, solusi yang diberikan biasanya lebih sesuai dan membantu proses menyusui menjadi lebih nyaman dan efektif.
Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki selama 20 sampai 30 menit per hari dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, menjaga tubuh tetap bugar, dan mendukung keseimbangan hormon setelah melahirkan. Gerakan sederhana ini juga bisa membantu Mommy merasa lebih segar tanpa membebani tubuh.
Setiap hari dalam masa menyusui bisa terasa berbeda, jadi penting untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh sendiri. Jika Mommy merasa lelah atau tidak bertenaga, tidak perlu memaksakan diri. Beri waktu untuk istirahat dan perlambat aktivitas agar tubuh bisa pulih dengan lebih baik.
Menyusui adalah sebuah proses yang berjalan bertahap, bukan hanya tentang memberi ASI untuk Si Kecil, tetapi juga tentang bagaimana tubuh dan emosi Mommy menyesuaikan diri setiap hari.
Menariknya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa manfaat menyusui tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga bisa memberi dampak baik untuk kesehatan Mommy di jangka panjang.
Tetap semangat ya, Mommy. Setiap usaha kecil dalam perjalanan menyusui ini adalah bentuk investasi berharga untuk kesehatan Mommy dan tumbuh kembang Si Kecil.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.