
Momuung.com – Payudara bengkak, keras, dan nyeri setelah melahirkan? Kondisi yang dikenal sebagai Engorgement atau bendungan ASI ini sering dialami Mommy, terutama pada minggu-minggu pertama setelah persalinan. Pembengkakan yang terjadi bahkan bisa membuat areola menjadi keras sehingga Si Kecil kesulitan mendapatkan pelekatan (latch) yang baik saat menyusu.
Salah satu cara yang dapat membantu mengatasinya adalah Reverse pressure softening (RPS). Teknik sederhana tanpa obat ini membantu mengurangi pembengkakan di sekitar puting sehingga areola menjadi lebih lunak dan bayi lebih mudah menyusu. Yuk, pelajari cara melakukan Reverse Pressure Softening (RPS) dan kapan teknik ini sebaiknya digunakan!
Saat payudara mengalami bendungan ASI (engorgement), pembengkakan tidak hanya terjadi pada payudara, tetapi juga dapat mencapai area areola, yaitu bagian gelap di sekitar puting. Pembengkakan ini terjadi akibat penumpukan cairan (edema) sehingga areola menjadi lebih keras, tegang, dan kurang lentur.
Padahal, agar bisa menyusu dengan efektif, bayi perlu mendapatkan deep latch atau pelekatan yang dalam. Artinya, bayi tidak hanya mengisap puting, tetapi juga sebagian besar area areola. Ketika areola membengkak dan mengeras, bayi akan lebih sulit memasukkan areola ke dalam mulutnya. Akibatnya, pelekatan menjadi kurang optimal atau mudah terlepas (slipping off), sehingga proses menyusui tidak berjalan efektif.

Akibatnya, beberapa masalah berikut dapat terjadi:
Bayi cenderung hanya mengisap bagian puting karena sulit memasukkan areola ke dalam mulut. Tekanan yang terus-menerus pada puting dapat menyebabkan rasa nyeri, lecet, bahkan luka saat menyusui (Mitchell et al., 2022).
Pelekatan yang kurang dalam membuat payudara tidak kosong dengan optimal. Jika kondisi ini terus berlanjut, bendungan ASI bisa semakin berat dan meningkatkan risiko saluran ASI tersumbat hingga mastitis atau peradangan pada payudara.
Saat areola membengkak, bayi akan lebih sulit mendapatkan deep latch atau pelekatan yang dalam. Akibatnya, Si Kecil tidak hanya harus mengisap lebih kuat, tetapi juga terus berusaha mempertahankan pelekatan yang mudah terlepas.
Karena ASI tidak mengalir seefektif biasanya, bayi bisa menjadi lebih cepat lelah, sering melepas puting saat menyusu, hingga tampak frustrasi karena ASI yang didapat belum sesuai dengan kebutuhannya (UNICEF UK, 2025).
Ketika menyusui terasa nyeri, bayi terus rewel karena sulit melekat, sementara ASI juga tidak keluar optimal saat dipompa, wajar jika Mommy mulai merasa cemas. Tidak sedikit ibu yang kemudian khawatir produksi ASI-nya sedikit atau bahkan mengira ASI-nya “seret”.
Perasaan ini sering kali membuat Mommy kehilangan rasa percaya diri dalam menyusui, bahkan mempertimbangkan memberikan susu formula lebih awal. Padahal, sebelum mengambil keputusan tersebut, penting untuk memahami Dampak Pemberian Susu Formula Tanpa Indikasi yang Bisa Mengganggu Produksi ASI. Dengan penanganan yang tepat, pembengkakan payudara biasanya dapat diatasi sehingga proses menyusui kembali nyaman dan target ASI eksklusif tetap dapat tercapai.
Jika areola masih terasa kencang akibat pembengkakan, Mommy bisa mencoba Reverse Pressure Softening (RPS) sebelum menyusui.
RPS adalah teknik memberikan tekanan lembut menggunakan ujung jari di sekitar pangkal puting selama beberapa saat. Teknik ini membantu memindahkan cairan pembengkakan (edema) di sekitar areola ke jaringan payudara yang lebih dalam, sehingga areola menjadi lebih lunak dan lentur. Dengan areola yang lebih lembut, Si Kecil akan lebih mudah mendapatkan deep latch atau pelekatan yang dalam saat menyusu (La Leche League Great Britain [LLLGB], 2026).
Teknik ini sebaiknya dilakukan sebelum menyusui atau sebelum pumping, terutama jika areola masih terasa tegang atau keras sehingga Si Kecil sulit mendapatkan pelekatan yang baik.
Sebelum memulai, pastikan Mommy sudah mencuci tangan menggunakan sabun dan memotong kuku agar kulit payudara tetap terlindungi.
Lakukan teknik ini sekitar 30 detik hingga 2 menit sebelum menyusui atau pumping, terutama jika areola masih terasa keras sehingga bayi sulit melekat dengan baik.
Mommy dapat menggunakan posisi jari yang paling nyaman. Pada praktiknya, posisi-posisi ini boleh dikombinasikan atau diputar sesuai bagian areola yang masih terasa tegang.

Cara melakukannya:

Cara melakukannya:
Agar manfaat teknik RPS lebih optimal, Mommy bisa melakukan beberapa hal berikut:
Agar teknik Reverse Pressure Softening (RPS) bekerja lebih optimal dan tetap nyaman dilakukan, ada beberapa hal yang perlu Mommy perhatikan.
Reverse Pressure Softening (RPS) tidak perlu dilakukan setiap kali menyusui. Teknik ini digunakan sesaat sebelum menyusui atau pumping, terutama ketika payudara sedang bengkak dan areola terasa keras sehingga Si Kecil sulit mendapatkan pelekatan yang baik.
Mommy bisa melakukan RPS:
Ketika pembengkakan sudah berkurang dan areola kembali terasa lunak, teknik ini biasanya sudah tidak diperlukan lagi.
Meski RPS dapat membantu melunakkan areola, Mommy tetap perlu berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi apabila:
Payudara yang terasa penuh dan areola yang mengeras memang bisa membuat proses menyusui menjadi lebih menantang. Namun, Mommy tidak perlu panik ya. Dengan melakukan Reverse Pressure Softening (RPS) sebelum menyusui, areola dapat menjadi lebih lunak sehingga Si Kecil lebih mudah melekat dengan baik. Pelekatan yang optimal juga membantu ASI mengalir lebih lancar dan membuat proses menyusui terasa lebih nyaman bagi Mommy maupun Si Kecil.
Ingat ya, Mommy, setiap perjalanan menyusui pasti memiliki tantangannya masing-masing. Jadi, tidak apa-apa jika sesekali merasa lelah atau bingung. Yang terpenting, Mommy tidak harus menghadapi semuanya sendirian.
Kalau Mommy masih memiliki keluhan seputar menyusui, seperti payudara bengkak, puting lecet, ASI yang terasa kurang lancar, atau bahkan hanya ingin curhat tentang suka duka menjadi ibu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung. Tim konselor kami siap menemani, mendengarkan, dan membantu Mommy menemukan solusi yang tepat agar perjalanan mengASIhi Si Kecil terasa lebih nyaman dan penuh percaya diri.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.