
Momuung.com – Produksi ASI setiap Mommy bisa berbeda. Jadi, ketika hasil pompa terlihat sedikit, bukan berarti ASI Mommy otomatis tidak cukup. Sebelum mencoba cara untuk meningkatkan produksi ASI, penting untuk melihat kondisi menyusui secara keseluruhan.
Pada Mommy yang menyusui langsung, kecukupan ASI dapat dilihat dari beberapa tanda, seperti pelekatan yang baik, frekuensi menyusu, kenaikan berat badan bayi, dan jumlah popok basah. Jadi, jangan hanya menjadikan jumlah ASI yang keluar saat pumping sebagai patokan.
Sementara untuk Mommy yang melakukan exclusive pumping, hasil perahan juga bisa dipengaruhi oleh ukuran flange, pengaturan suction, durasi dan frekuensi pumping, serta teknik yang digunakan.
Salah satu metode yang dapat digunakan sebagai stimulasi tambahan adalah Power pumping dalam konteks kehamilan dan menyusui | Mom Uung" class="glossary-link">power pumping. Yuk, pahami apa itu power pumping, kapan perlu dilakukan, dan bagaimana cara melakukannya dengan tepat.
Power pumping adalah teknik memompa ASI dengan pola pumping dan istirahat secara bergantian dalam satu sesi. Pola ini memberikan stimulasi lebih sering pada payudara, sehingga tubuh mendapatkan sinyal untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi ASI.
Teknik ini terinspirasi dari kondisi ketika bayi sedang mengalami growth spurt dan menyusu lebih sering. Semakin sering payudara mendapatkan stimulasi dan dikosongkan secara efektif, semakin kuat pula sinyal yang diterima tubuh untuk memproduksi ASI.
Namun, power pumping bukan berarti harus dilakukan oleh semua Mommy. Teknik ini lebih tepat digunakan sebagai strategi tambahan ketika produksi ASI memang perlu ditingkatkan setelah penyebabnya dievaluasi.
Penelitian tahun 2024 menunjukkan bahwa strategi power pumping tertentu berpotensi meningkatkan volume ASI pada ibu dengan produksi ASI rendah. Namun, penelitian tersebut masih berupa studi pilot, sehingga hasilnya tidak dapat dianggap akan sama pada setiap ibu.
Tidak perlu langsung melakukan power pumping hanya karena hasil pumping dalam satu sesi terlihat sedikit. Coba evaluasi terlebih dahulu apakah ada faktor lain yang memengaruhi hasil perahan.
Power pumping dapat dipertimbangkan ketika:
Sebaliknya, Mommy yang produksi ASI-nya sudah stabil tidak otomatis membutuhkan power pumping. Stimulasi yang terlalu banyak juga dapat menyebabkan produksi ASI berlebih dan membuat payudara lebih sering terasa penuh.
Power pumping dapat dilakukan menggunakan single pump maupun double pump. Jika menggunakan double pump, kedua payudara dapat dipompa secara bersamaan sehingga waktu yang dibutuhkan lebih singkat.
Pola yang umum digunakan:
Total waktu sekitar 60 menit.
Jika Mommy menggunakan satu pompa, prosesnya bisa dilakukan secara bergantian:
Total waktu sekitar 70 menit.
Durasi tersebut merupakan salah satu pola yang dapat digunakan, bukan aturan yang harus dipaksakan. Jika pumping terasa sakit atau payudara mengalami iritasi, hentikan sementara dan evaluasi kembali teknik, ukuran flange, serta pengaturan pompa.
Tidak ada satu waktu yang wajib untuk melakukan power pumping. Mommy bisa memilih waktu ketika tubuh terasa nyaman dan jadwal memungkinkan untuk melakukan satu sesi secara konsisten.
Sebagian Mommy memilih pumping pada malam atau pagi hari karena merasa lebih mudah mendapatkan let-down pada waktu tersebut. Namun, Mommy tetap bisa melakukannya di waktu lain.
Yang lebih penting adalah:
Jadi, Mommy tidak perlu memaksakan diri bangun tengah malam hanya untuk melakukan power pumping jika kondisi tubuh tidak memungkinkan.
Power pumping bukan satu-satunya cara untuk membantu produksi ASI. Sebelum menambah sesi pumping, pastikan hal-hal dasar dalam proses menyusui sudah berjalan dengan baik.
Pompa yang terlalu kuat atau flange yang tidak sesuai bisa membuat pumping terasa sakit dan mengganggu proses pemerahan.
Perhatikan beberapa hal berikut:
Jika pumping terasa sakit, jangan langsung menaikkan atau mempertahankan suction yang tinggi. Suction yang lebih kuat tidak selalu menghasilkan ASI lebih banyak.
Let-down reflex adalah refleks yang membantu ASI mengalir dari payudara. Saat pumping, Mommy bisa mencoba membuat tubuh lebih rileks agar proses ini lebih mudah terjadi.
Beberapa cara yang bisa dicoba:
Setiap Mommy memiliki respons yang berbeda, jadi tidak perlu khawatir jika satu cara terasa lebih efektif daripada cara lainnya.
Mommy menyusui membutuhkan asupan energi dan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan tubuh selama menyusui.
Usahakan pola makan tetap seimbang dengan sumber:
Tidak perlu memaksakan minum atau makan dalam jumlah berlebihan dengan harapan ASI akan langsung bertambah banyak.
Selain teknik pumping, pemilihan breast pump juga dapat memengaruhi kenyamanan dan efisiensi Mommy saat memerah ASI.
Karena itu, saat memilih pompa, jangan hanya melihat harga. Perhatikan juga teknologi, kenyamanan, pengaturan suction, kemudahan penggunaan, dan bagaimana pompa tersebut sesuai dengan rutinitas Mommy.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Mom Uung M2 Pro, breast pump yang menggunakan SmartCycle™ Technology untuk memberikan pola hisapan yang dirancang menyerupai ritme hisapan bayi.
Teknologi ini dirancang untuk membantu proses pumping menjadi lebih praktis dan efisien, terutama bagi Mommy yang memiliki waktu pumping terbatas.
M2 Pro dilengkapi dengan beberapa fitur yang mendukung kebutuhan pumping, yaitu:
Dengan teknologi tersebut, M2 Pro dapat menjadi pilihan bagi Mommy yang ingin memilih breast pump berdasarkan teknologi dan kebutuhan pumping, bukan hanya berdasarkan harga.
Bagi Mommy yang baru mulai mengenal pumping, SmartCycle™ Technology dapat membantu memberikan pengalaman pumping dengan pola hisapan yang dirancang menyerupai hisapan bayi.
Waktu pumping di tengah kesibukan kerja sering kali terbatas. Fitur yang mendukung proses pumping lebih efisien dapat membantu Mommy memanfaatkan waktu pumping dengan lebih optimal.
Ketika bayi belum dapat melakukan IMD atau belum bisa menyusu langsung secara efektif, stimulasi payudara melalui pumping dapat membantu memberikan sinyal pada tubuh untuk memulai atau mempertahankan produksi ASI.
Yang perlu diingat, hasil pumping tetap dapat berbeda pada setiap Mommy. Teknologi pompa dapat membantu mendukung proses pemerahan, tetapi jumlah ASI yang diperoleh tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi tubuh, frekuensi stimulasi, teknik pumping, dan respons masing-masing Mommy.
Power pumping dapat menjadi salah satu strategi tambahan untuk memberikan stimulasi lebih sering pada payudara ketika produksi ASI memang perlu ditingkatkan. Namun, teknik ini tidak wajib dilakukan oleh semua Mommy.
Sebelum mencoba power pumping, pastikan dasar-dasar pumping sudah diperhatikan, mulai dari:
Jika produksi ASI terus menurun, bayi menunjukkan tanda belum mendapatkan ASI yang cukup, atau pumping terasa sakit, sebaiknya Mommy tidak hanya menambah sesi pumping. Konsultasikan kondisi tersebut dengan konselor laktasi atau tenaga kesehatan agar penyebabnya bisa dievaluasi dengan tepat.
Untuk Mommy yang membutuhkan breast pump dengan teknologi yang mendukung pengalaman pumping lebih praktis, Mom Uung M2 Pro hadir dengan SmartCycle™ Technology, Fast Emptying, Deep Suction Mode, Hospital & Medical Grade, dan Lifetime Warranty. Pilih breast pump yang paling sesuai dengan kebutuhan dan rutinitas Mommy, sehingga perjalanan pumping bisa terasa lebih nyaman dan terarah.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.