
Momuung.com – Jadwal Imunisasi bayi penting diperhatikan sejak Si Kecil lahir karena beberapa vaksin perlu diberikan pada usia tertentu untuk memberikan perlindungan optimal. Untuk tahun 2026, Mommy bisa mengacu pada Rekomendasi Jadwal Imunisasi Anak IDAI 2024 yang masih menjadi rujukan, serta jadwal imunisasi rutin dari Kementerian Kesehatan.
Secara umum, imunisasi bayi dimulai sejak kurang dari 24 jam setelah lahir dengan vaksin Hepatitis B (HB-0), kemudian dilanjutkan dengan BCG, polio, DPT-HB-Hib, PCV, rotavirus, campak-rubela, hingga vaksin lainnya sesuai usia dan kondisi Si Kecil.
Catatan penting: Jadwal imunisasi dapat memiliki perbedaan antara program imunisasi pemerintah dan rekomendasi IDAI, termasuk jenis vaksin, kombinasi vaksin, serta waktu pemberiannya. Jadi, gunakan tabel berikut sebagai panduan dan tetap konfirmasi jadwal Si Kecil kepada dokter atau fasilitas kesehatan.
Supaya lebih mudah diingat, Mommy bisa menyimpan jadwal berikut sebagai checklist:
Jadwal ini merupakan jadwal imunisasi rutin pemerintah. Untuk rekomendasi vaksin yang lebih lengkap, Mommy juga dapat melihat jadwal IDAI sesuai usia dan kondisi kesehatan anak.

Berikut rangkuman jadwal imunisasi yang perlu Mommy perhatikan pada tahun pertama kehidupan Si Kecil:
| Usia | Imunisasi yang Perlu Diperhatikan |
| <24 jam | Hepatitis B (HB-0) |
| <1 bulan | BCG, Polio |
| 2 bulan | DPT-HB-Hib 1, Polio 2, PCV 1, Rotavirus 1 |
| 3 bulan | DPT-HB-Hib 2, Polio 3, PCV 2, Rotavirus 2 |
| 4 bulan | DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV 1, Rotavirus 3 |
| 9 bulan | Campak-Rubela 1, IPV 2 |
| 10 bulan | Japanese Encephalitis (JE), khusus daerah endemis |
| 12 bulan | PCV 3 |
Kementerian Kesehatan menetapkan imunisasi rutin bayi mulai dari HB-0 saat lahir, kemudian BCG dan polio, dilanjutkan DPT-HB-Hib, polio, PCV, rotavirus, campak-rubela, IPV, serta JE di wilayah endemis.
Sementara itu, IDAI memiliki rekomendasi imunisasi anak usia 0–18 tahun yang lebih luas, termasuk vaksin-vaksin tambahan di luar program imunisasi rutin pemerintah. Pedoman imunisasi IDAI edisi 7 tahun 2024 juga memuat pembaruan mengenai vaksin, imunisasi kejar, serta prosedur pemberian imunisasi.
Pada periode awal kehidupan, beberapa vaksin diberikan untuk memberikan perlindungan sedini mungkin.
Memasuki usia 2 bulan, jumlah vaksin yang diberikan mulai bertambah karena Si Kecil membutuhkan perlindungan terhadap beberapa penyakit sekaligus.
Vaksin yang diberikan meliputi:
Memasuki akhir tahun pertama, jadwal imunisasi kembali mencakup beberapa vaksin penting.
Jadwal imunisasi bukan dibuat secara sembarangan, Mom. Waktu pemberian setiap vaksin disusun berdasarkan usia anak, risiko paparan penyakit, kebutuhan perlindungan, serta respons sistem imun terhadap vaksin.
Dengan mengikuti jadwal, Si Kecil bisa mendapatkan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sejak usia dini.
Selain itu, imunisasi yang terlambat tidak selalu berarti harus mengulang semua dosis dari awal. Kemenkes juga menyediakan program imunisasi kejar bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi atau belum melengkapi dosisnya.
Supaya Mommy tidak bingung dengan banyaknya nama vaksin, berikut fungsi masing-masing secara sederhana.
Selain imunisasi rutin pemerintah, IDAI merekomendasikan sejumlah vaksin tambahan berdasarkan usia dan kondisi anak. Vaksin yang direkomendasikan dapat mencakup antara lain influenza, varisela, hepatitis A, MMR, tifoid, dan vaksin lainnya.
Tidak semua vaksin tambahan diberikan pada usia 0-12 bulan. Karena waktu pemberian dan jumlah dosis dapat berbeda, Mommy sebaiknya melihat jadwal imunisasi IDAI sesuai usia Si Kecil dan mendiskusikannya dengan dokter anak.
Selain imunisasi, pemenuhan kebutuhan nutrisi juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Jika Mommy ingin mengetahui lebih lanjut mengenai nutrisi tambahan yang dapat dipertimbangkan sesuai usia dan kebutuhan anak, Mommy bisa membaca Suplementasi Anak yang Direkomendasikan IDAI untuk Dukung Tumbuh Kembang.
Kalau ada vaksin Si Kecil yang terlewat, jangan langsung merasa harus mengulang seluruh rangkaian imunisasi dari awal.
Umumnya, dokter akan membuat jadwal imunisasi kejar berdasarkan vaksin yang sudah diterima dan dosis yang masih diperlukan. Kemenkes juga secara resmi memasukkan imunisasi kejar sebagai bagian dari pelayanan imunisasi rutin.
Saat berkonsultasi, bawa buku KIA atau catatan imunisasi Si Kecil agar tenaga kesehatan dapat mengecek vaksin apa saja yang sudah diberikan.
Segera konsultasikan jika:
Jangan memberikan dosis tambahan sendiri tanpa arahan tenaga kesehatan, ya, Mom.
Dengan banyaknya jadwal yang harus diingat, wajar kalau Mommy takut lupa. Coba beberapa cara sederhana ini:
Jadwal imunisasi bayi 0–12 bulan membantu Mommy memastikan Si Kecil mendapatkan perlindungan dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin sejak dini. Imunisasi dimulai sejak lahir dan dilanjutkan sesuai usia, mulai dari Hepatitis B, BCG, polio, DPT-HB-Hib, PCV, rotavirus, hingga campak-rubela dan vaksin lainnya sesuai rekomendasi.
Jika ada jadwal yang terlewat, Mommy tidak perlu panik karena imunisasi dapat dikejar sesuai kebutuhan. Pastikan selalu membawa buku KIA dan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menentukan jadwal vaksin berikutnya yang paling sesuai untuk Si Kecil.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.