
Momuung.com – Sudah mendekati HPL tetapi kontraksi asli belum juga muncul? Wajar kalau Mommy mulai penasaran, apa ada Cara agar cepat kontraksi dan pembukaan?
Beberapa aktivitas seperti berjalan kaki, bergerak dengan posisi tegak, melakukan latihan kehamilan, atau menggunakan birthing ball memang sering dilakukan menjelang persalinan. Namun, penting dipahami bahwa tidak ada cara alami yang bisa menjamin kontraksi langsung muncul atau pembukaan menjadi lebih cepat.
Setiap persalinan memiliki ritme yang berbeda. Bahkan ketika kontraksi sudah dimulai, proses pembukaan serviks bisa berlangsung dengan kecepatan yang berbeda pada setiap Mommy. WHO menekankan bahwa setiap persalinan bersifat unik dan perkembangan persalinan tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan satu patokan waktu.
Jadi, daripada memaksakan tubuh untuk segera melahirkan, yuk kenali beberapa cara yang aman dan realistis untuk membantu tubuh tetap aktif, rileks, dan nyaman menjelang persalinan.
Kontraksi terjadi ketika otot rahim berkontraksi dan kemudian berelaksasi. Menjelang persalinan, kontraksi ini secara bertahap membantu serviks menipis (effacement) dan membuka (dilation) sehingga bayi dapat melewati jalan lahir.
Salah satu hormon penting dalam proses ini adalah oksitosin, yang membantu merangsang kontraksi rahim.
Namun, munculnya kontraksi tidak hanya bergantung pada satu hormon atau satu aktivitas tertentu. Tubuh dan bayi sama-sama berperan dalam memulai proses persalinan.
Karena itu, Mommy tidak perlu merasa gagal atau khawatir jika sudah mencoba berbagai cara tetapi kontraksi belum muncul. Belum kontraksi bukan berarti tubuh Mommy tidak siap melahirkan.
Sebelum mencoba berbagai cara untuk memicu kontraksi, Mommy perlu mengenali perbedaan Braxton Hicks dan kontraksi persalinan.
| Ciri | Kontraksi Palsu (Braxton Hicks) | Kontraksi Asli |
| Pola | Tidak teratur | Semakin teratur |
| Jeda | Tidak semakin rapat | Jeda semakin pendek |
| Intensitas | Biasanya tidak semakin kuat | Cenderung semakin kuat |
| Durasi | Bervariasi | Cenderung semakin lama |
| Perubahan posisi | Dapat berkurang setelah istirahat atau berganti posisi | Biasanya tetap berlangsung |
| Serviks | Tidak menyebabkan pembukaan progresif | Menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks |
Meski begitu, pola kontraksi tidak selalu mudah dibedakan hanya dari sensasinya. Jika Mommy merasa sudah memasuki persalinan, konsultasikan dengan bidan atau dokter untuk memastikan kondisinya.
Kalau kontraksi mulai terasa semakin kuat dan teratur, Mommy juga bisa mencoba beberapa teknik relaksasi untuk membantu tubuh tetap nyaman selama menghadapinya. Salah satunya adalah 5 Teknik Pijat Endorfin dengan Suami untuk Redakan Nyeri Kontraksi Jelang Persalinan, yang dapat menjadi pilihan untuk membantu Mommy lebih rileks sekaligus mendapatkan dukungan dari pasangan selama menunggu proses persalinan.
Jika kehamilan Mommy sehat dan dokter atau bidan tidak memberikan pembatasan aktivitas, jalan kaki ringan dapat menjadi pilihan menjelang persalinan.
Berjalan membuat tubuh tetap aktif dan membantu Mommy mempertahankan posisi tegak. Saat persalinan sudah berlangsung, mobilitas dan posisi tegak juga direkomendasikan WHO untuk ibu dengan kehamilan berisiko rendah karena dapat memberikan sejumlah manfaat selama proses persalinan.
Namun, jangan menganggap jalan kaki sebagai cara yang pasti membuat kontraksi muncul.
Cukup lakukan sesuai kemampuan:
Menjelang atau selama persalinan, Mommy tidak harus terus berada di tempat tidur jika kondisi memungkinkan.
Beberapa posisi yang dapat dicoba antara lain:
WHO merekomendasikan agar ibu dengan kondisi risiko rendah diberikan kesempatan untuk bergerak dan memilih posisi yang nyaman selama persalinan.
Tujuannya bukan memaksa pembukaan menjadi cepat, tetapi membantu Mommy merasa lebih nyaman dan memberi kebebasan bergerak selama proses persalinan.
Duduk di atas birthing ball dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu Mommy tetap berada dalam posisi tegak sekaligus melakukan gerakan ringan.
Mommy dapat:
Namun, birthing ball bukan alat untuk memaksa pembukaan. Pastikan bola berada di permukaan yang aman dan Mommy tidak menggunakannya sendirian jika keseimbangan sudah berkurang.
Jika sejak kehamilan Mommy sudah terbiasa melakukan senam hamil atau prenatal yoga dan dokter memperbolehkannya, aktivitas tersebut dapat tetap dilakukan sesuai kemampuan.
Latihan seperti pelvic tilt, peregangan ringan, atau gerakan mobilisasi panggul dapat membantu menjaga tubuh tetap aktif dan nyaman.
Namun, hindari mencoba gerakan baru yang berat hanya karena ingin mempercepat persalinan.
Prinsipnya: bergerak untuk menjaga kebugaran dan kenyamanan, bukan memaksa tubuh agar segera melahirkan.
Squat dapat melibatkan otot paha, panggul, dan dasar panggul. Pada Mommy yang memang sudah terbiasa melakukan latihan ini, squat ringan dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik menjelang persalinan.
Agar lebih aman:
Jika Mommy memiliki kondisi kehamilan tertentu atau mendapat pembatasan aktivitas, jangan melakukan squat tanpa persetujuan tenaga kesehatan.
Menjelang persalinan, rasa cemas dan tegang bisa membuat Mommy semakin sulit merasa nyaman.
Latihan pernapasan tidak secara langsung membuat serviks membuka lebih cepat, tetapi dapat membantu Mommy mengelola ketegangan dan menghadapi kontraksi dengan lebih tenang.
Coba pola sederhana:
Saat persalinan, dukungan dan strategi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi juga menjadi bagian dari pendekatan perawatan yang berpusat pada kebutuhan ibu.
Air hangat dapat membantu tubuh terasa lebih rileks, terutama ketika Mommy mulai mengalami kontraksi atau ketidaknyamanan menjelang persalinan.
Namun, air hangat bukan berarti air panas.
Perhatikan beberapa hal berikut:
Tujuan utamanya adalah membantu relaksasi dan kenyamanan, bukan menjamin kontraksi menjadi lebih cepat.
Berhubungan seksual sering disebut sebagai salah satu cara alami untuk memicu persalinan karena aktivitas seksual dan orgasme berkaitan dengan pelepasan oksitosin. Air mani juga mengandung prostaglandin.
Namun, bukti mengenai efektivitas hubungan seksual untuk benar-benar memulai persalinan tidak cukup kuat untuk menjadikannya metode yang pasti berhasil.
Selain itu, seks tidak selalu aman untuk semua kehamilan.
Mommy perlu menghindarinya atau berkonsultasi terlebih dahulu jika dokter atau bidan pernah menyarankan pembatasan aktivitas seksual, terutama pada kondisi seperti perdarahan, ketuban pecah, atau komplikasi kehamilan tertentu.
9. Stimulasi Puting, Jangan Dilakukan Sembarangan
Stimulasi puting dapat meningkatkan pelepasan oksitosin yang kemudian dapat memicu kontraksi rahim. Namun, ini berbeda dengan sekadar menyusui atau menyentuh payudara secara biasa.
ACOG menyebut stimulasi puting sebagai salah satu metode yang dapat digunakan untuk induksi persalinan, tetapi kontraksinya dapat menjadi tidak teratur dan metode ini sebaiknya dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan.
Karena itu, Mommy tidak dianjurkan menggunakan breast pump atau melakukan stimulasi puting secara mandiri untuk memicu kontraksi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sangat penting.
Menjelang persalinan, Mommy mungkin merasa harus terus berjalan, melakukan squat, naik turun tangga, atau mencoba berbagai metode agar kontraksi segera muncul.
Padahal, memaksakan aktivitas justru dapat membuat tubuh kelelahan.
Pastikan Mommy tetap:
Tidak ada perlombaan untuk melahirkan paling cepat, Mom. Setiap tubuh memiliki proses persalinan yang berbeda.

Jangan menunggu pembukaan menjadi besar untuk mencari pertolongan jika muncul tanda yang membutuhkan pemeriksaan.
Segera hubungi dokter, bidan, atau fasilitas persalinan jika:
Menjelang persalinan, wajar jika Mommy ingin kontraksi dan pembukaan segera dimulai. Namun, tidak ada cara alami yang bisa menjamin persalinan berlangsung lebih cepat. Jalan kaki ringan, olahraga kehamilan, relaksasi, atau mandi air hangat lebih ditujukan untuk membantu Mommy tetap aktif dan nyaman.
Jika kontraksi sudah teratur, ketuban pecah, terjadi perdarahan, gerakan janin berkurang, atau muncul nyeri hebat yang tidak biasa, segera hubungi dokter atau bidan. Yang terpenting, ikuti kondisi tubuh dan rekomendasi tenaga kesehatan agar proses persalinan tetap aman bagi Mommy dan Si Kecil.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.