Kehamilan
Ditulis oleh:
Elsa Yuni KartikaElsa Yuni Kartika
Direview oleh:
Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHtDr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHtVerified

Cara Mengatasi Nyeri Dada Saat Hamil karena Salah Posisi Duduk

Mommin
Mommin
29 Juli 2026·7 min baca
0
Cara Mengatasi Nyeri Dada Saat Hamil karena Salah Posisi Duduk

Sesak napas dan nyeri dada saat hamil sering membuat Mommy khawatir. Padahal, keluhan ini tidak selalu menandakan gangguan jantung. Pada banyak kasus, penyebabnya justru berkaitan dengan perubahan tubuh selama kehamilan hingga kebiasaan duduk yang kurang tepat.

Lalu, bagaimana cara membedakan nyeri dada yang normal dengan kondisi yang perlu diwaspadai? Yuk, simak penjelasan lengkap serta tips mengatasinya di artikel berikut!

DAFTAR ISI

Mengapa Posisi Duduk Membungkuk Bisa Menyebabkan Nyeri Dada Saat Hamil?

Nyeri dada dan sesak napas saat hamil merupakan keluhan yang cukup sering dialami, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Salah satu penyebabnya adalah perubahan bentuk tubuh selama kehamilan yang diperparah oleh kebiasaan duduk membungkuk dalam waktu lama.

Seiring pertumbuhan janin, rahim akan mendorong diafragma, yaitu otot utama yang membantu proses bernapas. Ketika Mommy duduk membungkuk, ruang gerak diafragma menjadi semakin terbatas sehingga paru-paru tidak dapat mengembang secara optimal. Kondisi ini membuat napas terasa lebih pendek dan dada terasa sesak (American College of Obstetricians and Gynecologists [ACOG], 2020).

Selain itu, perubahan hormon relaksin selama kehamilan membuat ligamen dan sendi di sekitar tulang rusuk menjadi lebih lentur. Peregangan inilah yang dapat memicu pregnancy rib pain, yaitu nyeri pada area tulang rusuk dan dada yang cukup sering dialami ibu hamil.

Beberapa faktor yang dapat memperberat keluhan ini meliputi:

  • Rahim yang semakin membesar, sehingga memberi tekanan pada diafragma dan rongga dada.
  • Posisi duduk membungkuk, yang membuat otot dada, bahu, dan punggung bekerja lebih keras.
  • Duduk terlalu lama tanpa mengubah posisi, sehingga otot menjadi tegang dan rasa tidak nyaman semakin meningkat.

Apakah Posisi Duduk Bisa Mempengaruhi Posisi Bayi?

Banyak Mommy percaya bahwa sering duduk membungkuk dapat membuat bayi berada pada posisi posterior (occiput posterior). Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa posisi duduk secara langsung menyebabkan posisi bayi menjadi posterior (Royal College of Obstetricians and Gynaecologists [RCOG], 2015).

Meski demikian, mempertahankan postur tubuh yang baik selama hamil tetap memberikan banyak manfaat, seperti:

  • membantu mengurangi nyeri punggung, pinggang, dan tulang rusuk;
  • mengurangi tekanan pada diafragma sehingga keluhan sesak napas saat hamil berkurang;
  • menjaga panggul tetap nyaman saat duduk maupun berdiri;
  • memudahkan Mommy bergerak dan beraktivitas sehari-hari.

Perlu diketahui bahwa posisi janin dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti bentuk panggul, letak plasenta, jumlah air ketuban, hingga pergerakan alami bayi di dalam rahim. Oleh karena itu, Mommy tidak perlu khawatir jika sesekali duduk dengan posisi yang kurang ideal. Yang lebih penting adalah rutin memperbaiki postur dan menghindari duduk terlalu lama.

Agar tubuh semakin siap menghadapi persalinan, Mommy juga bisa membaca artikel “Jangan Asal Telentang! Ini 5 Posisi Melahirkan yang Direkomendasikan” untuk mengetahui berbagai posisi melahirkan yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan selama proses persalinan.

3 Cara Mengatasi Nyeri Dada Saat Hamil Akibat Salah Posisi Duduk

Sebelum mencoba obat atau menganggap keluhan ini sebagai hal yang serius, Mommy bisa mulai dengan memperbaiki kebiasaan duduk sehari-hari. Perubahan postur yang sederhana ternyata dapat membantu mengurangi tekanan pada diafragma, memperbaiki posisi panggul, dan membuat pernapasan terasa lebih lega. Berikut beberapa cara yang bisa Mommy lakukan:

1. Gunakan Posisi Duduk Ergonomis

Saat nyeri dada saat hamil atau sesak napas mulai terasa, coba perhatikan kembali posisi duduk Mommy. Posisi duduk yang ergonomis dapat membantu mengurangi tekanan pada tulang rusuk, punggung, dan diafragma sehingga tubuh terasa lebih nyaman.

Agar postur tetap ideal, Mommy bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  • Letakkan bantal kecil atau gulungan handuk di punggung bawah (lumbar support) untuk mempertahankan lengkung alami tulang belakang.
  • Pastikan punggung menempel pada sandaran kursi dan bahu tetap rileks, tidak membungkuk ke depan.
  • Gunakan footrest atau bangku kecil agar telapak kaki menapak dengan nyaman dan lutut sejajar atau sedikit lebih tinggi dari pinggul.
  • Hindari duduk di ujung kursi karena dapat meningkatkan tekanan pada punggung bawah dan membuat tubuh lebih mudah membungkuk.

Menurut rekomendasi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG, 2020), menjaga postur tubuh yang baik selama kehamilan dapat membantu mengurangi nyeri punggung, ketegangan otot, serta meningkatkan kenyamanan saat beraktivitas.

2. Hindari Duduk Terlalu Lama dan Jangan Menyilangkan Kaki

Duduk dalam posisi yang sama terlalu lama dapat membuat otot punggung, bahu, dan dada menjadi tegang. Selain itu, rahim yang terus membesar akan semakin menekan diafragma sehingga keluhan sesak napas saat hamil bisa terasa lebih berat.

Supaya tubuh tetap nyaman, Mommy dapat menerapkan kebiasaan berikut:

  • Berdiri dan berjalan ringan setiap 30-60 menit selama 2-5 menit.
  • Lakukan peregangan ringan pada bahu, leher, dan punggung sebelum kembali duduk.
  • Hindari menyilangkan kaki karena posisi ini dapat membuat panggul tidak seimbang dan memengaruhi postur tubuh.

ACOG (2020) juga menyarankan ibu hamil untuk rutin bergerak dan menghindari duduk terlalu lama guna membantu menjaga sirkulasi darah, mengurangi nyeri muskuloskeletal, dan meningkatkan kenyamanan selama kehamilan.

3. Lakukan Peregangan dan Atur Napas Saat Dada Mulai Terasa Sesak

Apabila sesak napas saat hamil muncul setelah duduk lama, Mommy tidak perlu langsung panik. Cobalah hentikan aktivitas sejenak lalu lakukan peregangan sederhana untuk memberi ruang lebih luas pada rongga dada.

Beberapa langkah yang dapat dicoba antara lain:

  • Duduk tegak dengan kedua bahu rileks.
  • Tarik napas perlahan melalui hidung selama 3-4 detik, kemudian embuskan perlahan melalui mulut.
  • Angkat kedua tangan ke atas kepala, lalu lakukan peregangan ke kanan dan kiri secara bergantian selama beberapa detik.
  • Ulangi latihan pernapasan hingga napas terasa lebih nyaman.

Latihan pernapasan dalam (deep breathing) dan peregangan ringan diketahui dapat membantu meningkatkan ekspansi dada, mengurangi ketegangan otot pernapasan, serta membantu mengurangi rasa sesak pada sebagian ibu hamil.

3 Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Hamil

Kapan Nyeri Dada Saat Hamil Harus Segera Diperiksakan?

Sebagian besar nyeri dada saat hamil memang disebabkan oleh perubahan postur tubuh, peregangan otot, atau tekanan rahim yang semakin membesar. Namun, dalam beberapa kondisi, nyeri dada juga bisa menjadi tanda adanya komplikasi kehamilan yang membutuhkan penanganan medis segera.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG, 2020) dan NHS (2024), Mommy sebaiknya tidak menunda pemeriksaan jika nyeri dada disertai gejala lain yang mengarah pada kondisi serius, seperti gangguan jantung, emboli paru, atau preeklamsia.

Segera ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat jika Mommy mengalami:

  • Nyeri dada muncul secara tiba-tiba, terasa sangat berat atau seperti ditekan benda berat, meski tidak sedang beraktivitas.
  • Nyeri tidak membaik meskipun Mommy sudah mengubah posisi duduk, berdiri, atau beristirahat.
  • Sesak napas berat, hingga sulit berbicara atau bernapas dengan normal.
  • Nyeri dada disertai pusing hebat, pandangan kabur, sakit kepala berat, atau tekanan darah tinggi yang dapat menjadi tanda preeklamsia.
  • Nyeri yang menjalar ke bahu, lengan, leher, atau rahang, terutama bila disertai keringat dingin atau jantung berdebar.
  • Terjadi pembengkakan mendadak pada wajah, tangan, atau kaki, terutama jika disertai nyeri dada atau sesak napas.

Jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis jika Mommy mengalami salah satu gejala di atas. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter mengetahui penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Nyeri dada saat hamil memang bisa membuat Mommy khawatir. Namun, pada banyak kasus, keluhan ini terjadi karena perubahan bentuk tubuh selama kehamilan, tekanan rahim yang semakin membesar, atau posisi duduk yang kurang tepat. Kabar baiknya, keluhan tersebut umumnya dapat dikurangi dengan memperbaiki postur tubuh, rutin mengubah posisi duduk, dan memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.

Meski begitu, Mommy tetap perlu waspada. Jika nyeri dada muncul secara tiba-tiba, terasa sangat berat, tidak membaik setelah beristirahat atau mengubah posisi, atau disertai sesak napas, pusing, jantung berdebar hebat, maupun pandangan kabur, segera periksakan diri ke dokter atau IGD agar penyebabnya dapat ditangani sedini mungkin.

Semoga informasi ini membantu Mommy merasa lebih tenang dalam mengenali penyebab nyeri dada selama kehamilan sekaligus mengetahui cara mengatasinya dengan tepat. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada sesama ibu hamil agar semakin banyak Mommy yang memahami kapan nyeri dada masih tergolong normal dan kapan perlu segera mendapatkan pertolongan medis. Tetap semangat menjalani kehamilan, ya, Mommy.

Sumber


FAQ Seputar Topik Ini

Apakah nyeri dada saat hamil normal?

Ya. Pada sebagian besar ibu hamil, nyeri dada dapat terjadi akibat perubahan hormon, peregangan otot, tekanan rahim yang membesar, atau posisi duduk yang kurang tepat. Namun, jika nyeri terasa berat atau disertai sesak napas hebat, segera periksa ke dokter.

Mengapa posisi duduk yang salah bisa menyebabkan nyeri dada saat hamil?

Posisi duduk membungkuk membuat diafragma dan otot dada bekerja lebih keras. Akibatnya, Mommy dapat merasakan dada sesak, nyeri pada tulang rusuk, hingga napas terasa lebih pendek.

Bagaimana cara mengatasi nyeri dada saat hamil karena salah posisi duduk?

Mommy dapat memperbaiki postur tubuh, menggunakan sandaran punggung, berdiri dan berjalan setiap 30–60 menit, serta melakukan peregangan dan latihan pernapasan ringan agar tekanan pada dada berkurang.

Apakah nyeri dada saat hamil memengaruhi kondisi bayi?

Pada umumnya tidak. Nyeri dada akibat perubahan postur atau tekanan rahim tidak membahayakan janin. Namun, jika disebabkan kondisi medis tertentu, Mommy perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

Belanja Produk Mom Uung di Official Shopee Store

Komentar / Tanya Dokter Spesialist

Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt

Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚

Tulis komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Share
Mommin

Mommin

Content Writer Mom Uung.