
Momuung.com – Sesak napas dan Nyeri dada saat hamil sering membuat Mommy khawatir. Padahal, keluhan ini tidak selalu menandakan gangguan jantung. Pada banyak kasus, penyebabnya justru berkaitan dengan perubahan tubuh selama kehamilan hingga kebiasaan duduk yang kurang tepat.
Lalu, bagaimana cara membedakan nyeri dada yang normal dengan kondisi yang perlu diwaspadai? Yuk, simak penjelasan lengkap serta tips mengatasinya di artikel berikut!
Nyeri dada saat hamil dan Sesak napas saat hamil dalam konteks kehamilan dan menyusui | Mom Uung" class="glossary-link">sesak napas saat hamil merupakan keluhan yang cukup sering dialami, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Salah satu penyebabnya adalah perubahan bentuk tubuh selama kehamilan yang diperparah oleh kebiasaan duduk membungkuk dalam waktu lama.
Seiring pertumbuhan janin, rahim akan mendorong diafragma, yaitu otot utama yang membantu proses bernapas. Ketika Mommy duduk membungkuk, ruang gerak diafragma menjadi semakin terbatas sehingga paru-paru tidak dapat mengembang secara optimal. Kondisi ini membuat napas terasa lebih pendek dan dada terasa sesak (American College of Obstetricians and Gynecologists [ACOG], 2020).
Selain itu, perubahan hormon relaksin selama kehamilan membuat ligamen dan sendi di sekitar tulang rusuk menjadi lebih lentur. Peregangan inilah yang dapat memicu pregnancy rib pain, yaitu nyeri pada area tulang rusuk dan dada yang cukup sering dialami ibu hamil.
Beberapa faktor yang dapat memperberat keluhan ini meliputi:
Banyak Mommy percaya bahwa sering duduk membungkuk dapat membuat bayi berada pada posisi posterior (occiput posterior). Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa posisi duduk secara langsung menyebabkan posisi bayi menjadi posterior (Royal College of Obstetricians and Gynaecologists [RCOG], 2015).
Meski demikian, mempertahankan postur tubuh yang baik selama hamil tetap memberikan banyak manfaat, seperti:
Perlu diketahui bahwa posisi janin dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti bentuk panggul, letak plasenta, jumlah air ketuban, hingga pergerakan alami bayi di dalam rahim. Oleh karena itu, Mommy tidak perlu khawatir jika sesekali duduk dengan posisi yang kurang ideal. Yang lebih penting adalah rutin memperbaiki postur dan menghindari duduk terlalu lama.
Agar tubuh semakin siap menghadapi persalinan, Mommy juga bisa membaca artikel “Jangan Asal Telentang! Ini 5 Posisi Melahirkan yang Direkomendasikan” untuk mengetahui berbagai posisi melahirkan yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan selama proses persalinan.
Sebelum mencoba obat atau menganggap keluhan ini sebagai hal yang serius, Mommy bisa mulai dengan memperbaiki kebiasaan duduk sehari-hari. Perubahan postur yang sederhana ternyata dapat membantu mengurangi tekanan pada diafragma, memperbaiki posisi panggul, dan membuat pernapasan terasa lebih lega. Berikut beberapa cara yang bisa Mommy lakukan:
Saat nyeri dada saat hamil atau sesak napas mulai terasa, coba perhatikan kembali posisi duduk Mommy. Posisi duduk yang ergonomis dapat membantu mengurangi tekanan pada tulang rusuk, punggung, dan diafragma sehingga tubuh terasa lebih nyaman.
Agar postur tetap ideal, Mommy bisa melakukan beberapa langkah berikut:
Menurut rekomendasi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG, 2020), menjaga postur tubuh yang baik selama kehamilan dapat membantu mengurangi nyeri punggung, ketegangan otot, serta meningkatkan kenyamanan saat beraktivitas.
Duduk dalam posisi yang sama terlalu lama dapat membuat otot punggung, bahu, dan dada menjadi tegang. Selain itu, rahim yang terus membesar akan semakin menekan diafragma sehingga keluhan sesak napas saat hamil bisa terasa lebih berat.
Supaya tubuh tetap nyaman, Mommy dapat menerapkan kebiasaan berikut:
ACOG (2020) juga menyarankan ibu hamil untuk rutin bergerak dan menghindari duduk terlalu lama guna membantu menjaga sirkulasi darah, mengurangi nyeri muskuloskeletal, dan meningkatkan kenyamanan selama kehamilan.
Apabila sesak napas saat hamil muncul setelah duduk lama, Mommy tidak perlu langsung panik. Cobalah hentikan aktivitas sejenak lalu lakukan peregangan sederhana untuk memberi ruang lebih luas pada rongga dada.
Beberapa langkah yang dapat dicoba antara lain:
Latihan pernapasan dalam (deep breathing) dan peregangan ringan diketahui dapat membantu meningkatkan ekspansi dada, mengurangi ketegangan otot pernapasan, serta membantu mengurangi rasa sesak pada sebagian ibu hamil.

Sebagian besar nyeri dada saat hamil memang disebabkan oleh perubahan postur tubuh, peregangan otot, atau tekanan rahim yang semakin membesar. Namun, dalam beberapa kondisi, nyeri dada juga bisa menjadi tanda adanya komplikasi kehamilan yang membutuhkan penanganan medis segera.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG, 2020) dan NHS (2024), Mommy sebaiknya tidak menunda pemeriksaan jika nyeri dada disertai gejala lain yang mengarah pada kondisi serius, seperti gangguan jantung, emboli paru, atau preeklamsia.
Jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis jika Mommy mengalami salah satu gejala di atas. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter mengetahui penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat.
Nyeri dada saat hamil memang bisa membuat Mommy khawatir. Namun, pada banyak kasus, keluhan ini terjadi karena perubahan bentuk tubuh selama kehamilan, tekanan rahim yang semakin membesar, atau posisi duduk yang kurang tepat. Kabar baiknya, keluhan tersebut umumnya dapat dikurangi dengan memperbaiki postur tubuh, rutin mengubah posisi duduk, dan memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.
Meski begitu, Mommy tetap perlu waspada. Jika nyeri dada muncul secara tiba-tiba, terasa sangat berat, tidak membaik setelah beristirahat atau mengubah posisi, atau disertai sesak napas, pusing, jantung berdebar hebat, maupun pandangan kabur, segera periksakan diri ke dokter atau IGD agar penyebabnya dapat ditangani sedini mungkin.
Semoga informasi ini membantu Mommy merasa lebih tenang dalam mengenali penyebab nyeri dada selama kehamilan sekaligus mengetahui cara mengatasinya dengan tepat. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada sesama ibu hamil agar semakin banyak Mommy yang memahami kapan nyeri dada masih tergolong normal dan kapan perlu segera mendapatkan pertolongan medis. Tetap semangat menjalani kehamilan, ya, Mommy.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.