
Momuung.com – Artis Hollywood Anne hathaway tengah menikmati kehamilan anak ketiganya. Kabar bahagia tersebut ia umumkan melalui unggahan di Instagram pada pertengahan Juni 2026.
Belum lama ini, Anne kembali mencuri perhatian saat tampil di sebuah acara di New York City, Amerika Serikat. Selain baby bump yang semakin terlihat, penampilannya juga tampak berbeda berkat warna rambut barunya.
Dilansir dari Allure, Anne tidak mengubah warna rambutnya secara drastis. Rambut cokelat khasnya hanya diberi sentuhan highlight pirang karamel yang menyatu lembut dengan warna dasar rambutnya sehingga terlihat lebih segar dan natural.
Menariknya, saat menjalani promosi film terbarunya, The Odyssey, warna highlight tersebut sudah tampak lebih samar dan rambut Anne kembali didominasi warna cokelat.
Melihat penampilan Anne Hathaway, mungkin banyak Mommy bertanya-tanya, apakah sebenarnya Mewarnai rambut saat hamil aman dilakukan?
Kabar baiknya, mewarnai rambut saat hamil umumnya dianggap aman, selama dilakukan dengan cara yang tepat.
Asisten Profesor Obstetri dan Ginekologi dari Columbia University, Dr. Aleha Aziz, menjelaskan bahwa risiko paparan bahan kimia dapat diminimalkan jika pewarna hanya diaplikasikan pada batang rambut dan tidak mengenai kulit kepala. Dengan begitu, jumlah bahan kimia yang dapat terserap ke dalam tubuh menjadi sangat sedikit.
Meski demikian, Dr. Aziz menyarankan Mommy menunggu hingga trimester kedua sebelum melakukan pewarnaan rambut.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh penata rambut selebriti Helen Reavey. Menurutnya, 13 minggu pertama kehamilan merupakan masa penting pembentukan organ janin, sehingga sebaiknya Mommy menunda penggunaan pewarna rambut hingga memasuki trimester kedua.
Jika Mommy ingin menyegarkan penampilan tetapi masih ragu untuk mewarnai seluruh rambut, teknik highlight bisa menjadi pilihan.
Pada teknik ini, pewarna hanya diaplikasikan pada beberapa helai rambut sehingga umumnya tidak menyentuh kulit kepala. Cara ini dinilai dapat mengurangi kemungkinan penyerapan bahan kimia ke dalam tubuh.
Selain memberikan tampilan baru, highlight juga mampu membuat rambut terlihat lebih berdimensi tanpa perlu melakukan pewarnaan secara menyeluruh.
Walaupun relatif aman, ada beberapa kondisi yang membuat Mommy sebaiknya menunda terlebih dahulu keinginan untuk mewarnai rambut.
Hindari melakukan pewarnaan apabila:
Helen Reavey juga mengingatkan bahwa adanya luka terbuka di kulit kepala dapat meningkatkan kemungkinan bahan kimia masuk ke dalam aliran darah, sehingga kondisi tersebut sebaiknya dihindari.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus ahli kesehatan perempuan, Dr. Sherry Ross, menyarankan agar Mommy berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apabila masih ragu.
Menurutnya, keputusan untuk mewarnai rambut selama hamil merupakan pilihan pribadi. Bila Mommy merasa lebih nyaman menunggu hingga setelah melahirkan, tidak perlu merasa tertekan untuk mengikuti tren atau penampilan orang lain.
Yang terpenting adalah memastikan kondisi kehamilan tetap sehat dan memilih cara yang paling membuat Mommy merasa aman.
Jadi, bolehkah mewarnai rambut saat hamil? Jawabannya, boleh, terutama setelah memasuki trimester kedua dan dilakukan dengan teknik yang meminimalkan kontak pewarna dengan kulit kepala. Jika Mommy memiliki kondisi kehamilan tertentu atau masih merasa khawatir, jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum melakukan perawatan rambut.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Kehamilan2 Januari 2026
Kehamilan15 Januari 2026
Kehamilan12 Februari 2026
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.