
Momuung.com – Bayi susah tidur dan menyusu terus sering kali membuat Mommy khawatir, terutama jika baru pertama kali memiliki buah hati. Padahal, kondisi ini umumnya merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang bayi, terutama pada beberapa bulan pertama kehidupannya. Dengan memahami penyebabnya, Mommy dapat memberikan penanganan yang tepat sekaligus merasa lebih tenang saat mendampingi Si Kecil.
Pada awal kehidupan, bayi masih beradaptasi dengan dunia di luar rahim. Pola tidur dan menyusunya pun belum teratur sehingga ia bisa lebih sering terbangun untuk menyusu. Selain karena lapar, menyusu juga menjadi cara bayi mencari rasa aman, nyaman, dan menenangkan dirinya.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
Setelah lahir, bayi harus beradaptasi dengan cahaya, suara, suhu, hingga berbagai rangsangan yang sebelumnya tidak ia rasakan di dalam kandungan. Proses adaptasi ini membuat bayi lebih mudah terbangun dan lebih sering mencari kenyamanan melalui ASI.
Bayi baru lahir memang belum memiliki pola tidur seperti orang dewasa. Umumnya mereka hanya tidur selama 2-4 jam, kemudian bangun untuk menyusu. Seiring bertambahnya usia, durasi tidur akan semakin panjang dan pola tidurnya mulai terbentuk dengan sendirinya.
Saat memasuki fase growth spurt atau lonjakan pertumbuhan, kebutuhan nutrisi bayi meningkat. Karena itu, Si Kecil akan lebih sering merasa lapar dan ingin menyusu lebih sering dari biasanya.
Selain lebih sering menyusu, bayi juga biasanya menjadi lebih rewel dan sulit tidur karena tubuhnya sedang bekerja lebih keras untuk mendukung proses pertumbuhan.
Bayi tidak selalu menyusu karena lapar. Mereka juga memiliki refleks mengisap (sucking reflex) yang membantu menenangkan diri saat merasa gelisah, lelah, atau tidak nyaman.
Inilah sebabnya bayi terkadang ingin terus menyusu meskipun sebenarnya sudah cukup kenyang.
Kolik juga dapat menjadi salah satu penyebab bayi sulit tidur dan lebih sering menyusu. Saat perut terasa kembung atau tidak nyaman, sebagian bayi akan mencari puting sebagai cara untuk menenangkan diri sehingga ia tampak ingin terus menyusu, meskipun belum tentu sedang lapar.
Meski sering membuat Mommy khawatir, kolik merupakan kondisi yang cukup umum terjadi pada bayi dan biasanya akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia serta semakin matangnya sistem pencernaan Si Kecil.
Jika Mommy masih bingung membedakan tangisan kolik dengan tangisan karena lapar atau ingin mengetahui cara menenangkan bayi saat kolik, yuk baca artikel “Bayi Menangis Tanpa Henti? Ini 5 Cara Mengatasi Bayi Kolik dengan Metode 5S” sebagai panduan praktis yang bisa langsung dicoba di rumah.
Pada beberapa hari atau minggu pertama setelah melahirkan, produksi ASI masih berada dalam tahap penyesuaian.
Akibatnya, bayi mungkin belum merasa kenyang dalam sekali menyusu sehingga ia lebih sering terbangun dan meminta ASI kembali, termasuk pada malam hari. Kondisi ini biasanya akan membaik ketika produksi ASI mulai stabil.
Suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin, cahaya yang terlalu terang, suara bising, hingga pakaian yang kurang nyaman dapat membuat bayi sulit tidur nyenyak.
Selain itu, kasur yang kurang nyaman juga bisa membuat Si Kecil lebih mudah terbangun dan akhirnya kembali meminta ASI.
Pada sebagian kecil kasus, bayi yang terus menyusu tetapi tetap rewel dan sulit tidur dapat mengalami kondisi medis seperti:
Jika Mommy merasa ada gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Menghadapi bayi yang sering terbangun memang melelahkan. Namun, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu Si Kecil tidur lebih nyaman.
Lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu bayi lebih mudah terlelap dan mengurangi kemungkinan sering terbangun untuk menyusu. Mommy bisa memastikan beberapa hal berikut:
Selain itu, pastikan perlengkapan tidur Si Kecil juga aman. Hindari meletakkan bantal, guling, selimut tebal, atau boneka di dalam tempat tidur bayi karena dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan saat tidur. Mommy bisa membaca penjelasan lengkapnya pada artikel “5 Alasan Bayi Tidak Butuh Bantal Hingga Usia 2 Tahun, Mommy Wajib Tahu!” agar lingkungan tidur Si Kecil tetap nyaman sekaligus aman.
Rutinitas sederhana akan membantu bayi mengenali waktu tidur, misalnya:
Jika dilakukan secara konsisten, bayi akan lebih mudah beradaptasi dengan jadwal tidurnya.
Sebelum tidur, pastikan Si Kecil sudah menyusu dengan baik dan popoknya dalam keadaan bersih.
Dengan begitu, kemungkinan bayi terbangun karena lapar atau merasa tidak nyaman dapat berkurang.
Pijatan bayi dapat membantu tubuh lebih rileks sekaligus meningkatkan kualitas tidur.
Selain memberikan rasa nyaman, pijatan juga membantu mengurangi ketegangan otot dan membuat bayi lebih tenang.
Ketika bayi terbangun, Mommy bisa mencoba beberapa cara berikut sebelum langsung memberikan ASI:
Segera konsultasikan ke dokter apabila bayi:
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebabnya dan memberikan penanganan yang sesuai.
Bayi susah tidur dan menyusu terus merupakan kondisi yang sangat umum, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan. Sebagian besar disebabkan oleh proses adaptasi, pola tidur yang belum matang, growth spurt, atau kebutuhan bayi untuk mencari rasa aman melalui menyusu.
Yang terpenting, Mommy tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Selama berat badan Si Kecil bertambah dengan baik, popoknya cukup basah setiap hari, dan kondisinya tetap aktif, fase ini biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia.
Apabila Mommy merasa bingung karena bayi terus ingin menyusu, ASI terasa belum cukup, atau mengalami kendala lain selama menyusui, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung. Mommy akan mendapatkan pendampingan yang tepat sesuai kondisi Mommy dan Si Kecil, sehingga perjalanan menyusui terasa lebih tenang, nyaman, dan penuh percaya diri.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Sebagian besar bayi mulai memiliki pola tidur yang lebih panjang dan teratur setelah usia 3-6 bulan, meski setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda.