
Momuung.com – Melihat berat badan bayi baru lahir turun setelah persalinan sering kali membuat Mommy khawatir. Tak sedikit orang tua yang mengira hal ini menandakan Si Kecil kurang ASI atau mengalami masalah kesehatan.
Padahal, penurunan berat badan bayi baru lahir pada beberapa hari pertama kehidupan merupakan kondisi yang normal. Hampir semua bayi sehat akan mengalami penurunan berat badan sebelum akhirnya mulai bertambah kembali.
Lantas, apa penyebab Berat badan bayi turun setelah lahir? Kapan kondisi ini masih dianggap normal, dan kapan Mommy perlu berkonsultasi ke dokter? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Ya, Mommy. Berat badan bayi baru lahir turun setelah lahir merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Sebagian besar bayi cukup bulan yang lahir sehat akan kehilangan sekitar 5-10% dari berat lahirnya selama beberapa hari pertama kehidupan.
Kondisi ini bukan berarti Si Kecil kekurangan ASI atau mengalami gangguan kesehatan. Justru, penurunan berat badan tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi alami tubuh bayi setelah lahir.
Karena itulah, setiap bayi akan ditimbang secara rutin sejak lahir, baik saat masih dirawat di rumah sakit maupun ketika kontrol ke dokter. Dari hasil pemantauan ini, dokter dapat menilai apakah berat badan bayi masih berada dalam batas normal atau memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Ada beberapa alasan mengapa berat badan bayi baru lahir mengalami penurunan pada hari-hari pertama kehidupannya.
Selama berada di dalam kandungan, tubuh bayi mengandung cukup banyak cairan. Setelah lahir, bayi mulai beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga kelebihan cairan tersebut akan dikeluarkan secara alami.
Cairan ini keluar melalui beberapa cara, seperti:
Karena kehilangan cairan inilah, angka pada timbangan bisa sedikit turun pada minggu pertama. Selama penurunannya masih dalam batas normal dan bayi tampak sehat, Mommy tidak perlu terlalu khawatir.
Pada hari-hari pertama kehidupan, ukuran lambung bayi masih sangat mungil, bahkan hanya mampu menampung sedikit ASI dalam sekali menyusu. Karena itu, Si Kecil memang akan menyusu lebih sering, tetapi dalam jumlah yang sedikit.
Beberapa hal yang perlu Mommy ketahui:
Jadi, jika ASI yang keluar pada hari-hari pertama belum banyak, Mommy tidak perlu langsung khawatir. Hal tersebut merupakan proses yang normal.
Menyusui adalah proses yang membutuhkan penyesuaian, baik bagi Mommy maupun Si Kecil. Pada awal kelahiran, bayi masih belajar mengoordinasikan gerakan mengisap, menelan, dan bernapas, sementara Mommy juga sedang beradaptasi menemukan posisi menyusui yang paling nyaman.
Akibatnya, asupan ASI pada beberapa hari pertama mungkin belum maksimal karena:
Kabar baiknya, jika proses menyusui berjalan lancar, berat badan bayi biasanya mulai meningkat sekitar hari ke-5 dan kembali ke berat lahir dalam waktu sekitar 10-14 hari.
Pada beberapa bayi, kenaikan berat badan memang bisa berlangsung lebih lambat dibandingkan bayi cukup bulan. Hal ini lebih sering terjadi pada bayi yang lahir prematur, memiliki berat lahir rendah, atau sedang mengalami kondisi kesehatan tertentu.
Misalnya karena:
Dalam kondisi tersebut, dokter akan memantau pertumbuhan Si Kecil secara berkala, mulai dari berat badan, panjang badan, hingga lingkar kepala. Bila diperlukan, dokter juga akan memberikan rekomendasi pemberian ASI, fortifikasi ASI, atau penanganan lain agar pertumbuhan bayi tetap optimal.
Bagi Mommy yang memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), tidak perlu langsung berkecil hati. Dengan pemantauan dan perawatan yang tepat, banyak bayi BBLR dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun, penting juga untuk memahami berbagai informasi seputar kondisi ini, termasuk dampaknya terhadap kesehatan di masa depan. Yuk, baca selengkapnya pada artikel Benarkah Berat Badan Lahir Rendah Bisa Memicu Stroke Saat Dewasa? agar Mommy mendapatkan gambaran yang lebih lengkap berdasarkan hasil penelitian terbaru.

Pada sebagian besar kasus, berat badan bayi turun setelah lahir merupakan hal yang normal dan biasanya akan mulai meningkat kembali dalam beberapa hari. Namun, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan karena bisa menandakan Si Kecil membutuhkan evaluasi lebih lanjut dari dokter.
Segera konsultasikan ke dokter apabila Mommy menemukan salah satu atau beberapa tanda berikut:
Jika Mommy menemukan salah satu atau beberapa tanda di atas, sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab penurunan berat badan sekaligus memastikan Si Kecil mendapatkan penanganan yang sesuai agar pertumbuhannya tetap optimal.
Setelah kondisi bayi dipastikan baik, Mommy juga dapat memantau pertumbuhannya secara rutin di rumah maupun saat kontrol ke fasilitas kesehatan. Agar lebih mudah memahami apakah kenaikan berat badan Si Kecil sudah sesuai dengan usianya, yuk pelajari juga artikel 5 Panduan Kenaikan Berat Badan Bayi Sesuai Buku KIA. Dengan memahami grafik pertumbuhan pada Buku KIA, Mommy bisa lebih percaya diri memantau tumbuh kembang Si Kecil dan mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan dokter.
Saat memeriksa berat badan bayi baru lahir, dokter tidak hanya melihat angka pada timbangan. Dokter juga akan mengevaluasi apakah Si Kecil sudah mendapatkan asupan ASI atau susu yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya.
Agar lebih mudah menilai kondisi bayi, biasanya dokter akan menanyakan beberapa hal berikut.
Salah satu hal pertama yang akan ditanyakan adalah seberapa sering Si Kecil menyusu setiap hari. Frekuensi menyusu dapat memberikan gambaran apakah kebutuhan nutrisinya sudah terpenuhi.
Sebagai panduan:
Jika frekuensi menyusu jauh lebih sedikit dari yang seharusnya, dokter akan mencari tahu apakah ada kendala, misalnya bayi sulit melekat ke payudara, mudah tertidur saat menyusu, atau terdapat masalah kesehatan tertentu.
Bukan hanya berapa lama bayi menyusu, tetapi seberapa efektif proses menyusunya juga menjadi perhatian.
Beberapa tanda bahwa bayi menyusu dengan baik antara lain:
Sebaliknya, bila bayi terus tertidur saat menyusu, sering melepaskan puting, atau tampak masih lapar setelah selesai menyusu, dokter mungkin akan mengevaluasi teknik pelekatan maupun kecukupan asupan ASI.
Jumlah popok basah juga menjadi salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah Si Kecil mendapatkan cairan yang cukup.
Sebagai gambaran:
Semakin sering bayi buang air kecil dengan urine yang berwarna jernih atau kuning muda, umumnya menunjukkan bahwa kebutuhan cairannya sudah tercukupi.
Dokter juga akan menanyakan pola buang air besar karena perubahan warna dan frekuensi feses dapat menjadi tanda bahwa proses menyusu berjalan dengan baik.
Beberapa perubahan yang normal antara lain:
Mommy tidak harus memiliki timbangan bayi di rumah untuk mengetahui apakah Si Kecil tumbuh dengan baik. Selain memantau berat badan saat kontrol ke dokter, ada beberapa tanda sederhana yang dapat membantu menilai apakah bayi mendapatkan asupan ASI yang cukup dan pertumbuhannya berjalan sesuai harapan.
Salah satu tanda paling mudah diperhatikan adalah jumlah popok basah setiap hari. Bayi yang mendapatkan cukup ASI umumnya akan lebih sering buang air kecil.
Sebagai panduan:
Jika popok basah jauh lebih sedikit dari biasanya atau urine tampak sangat pekat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter karena bisa menjadi tanda asupan cairan belum mencukupi.
Frekuensi dan warna BAB juga dapat memberikan gambaran bahwa bayi menyusu dengan baik.
Beberapa tanda yang perlu Mommy ketahui:
Selama feses tampak sesuai dengan usia bayi dan Si Kecil tetap aktif menyusu, Mommy umumnya tidak perlu khawatir.
Setelah mengalami penurunan berat badan pada minggu pertama, berat badan bayi biasanya mulai meningkat kembali apabila proses menyusu berjalan dengan baik.
Secara umum:
Karena itu, dokter akan memantau berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala Si Kecil secara berkala saat jadwal kontrol. Pemantauan rutin ini penting untuk memastikan pertumbuhan bayi berlangsung optimal sesuai kurva tumbuh kembangnya.
Berat badan bayi turun setelah lahir memang sering membuat Mommy khawatir. Namun, pada sebagian besar bayi yang lahir cukup bulan dan sehat, kondisi ini merupakan bagian dari proses adaptasi alami setelah lahir. Selama penurunan berat badan masih dalam batas normal, Si Kecil menyusu dengan baik, serta jumlah pipis dan BAB sesuai usianya, Mommy umumnya tidak perlu terlalu cemas.
Yang terpenting, terus pantau tumbuh kembang Si Kecil secara rutin. Perhatikan apakah bayi menyusu cukup sering, popok basah dan BAB sesuai dengan usianya, serta lakukan kontrol ke dokter atau fasilitas kesehatan sesuai jadwal. Dengan pemantauan yang konsisten, setiap perubahan pada pertumbuhan bayi dapat diketahui lebih cepat.
Namun, jika berat badan bayi turun lebih dari 10% dari berat lahir, belum kembali ke berat lahir dalam sekitar dua minggu, sulit menyusu, tampak sangat lemas, atau jumlah popok basahnya berkurang, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebabnya sekaligus memastikan Si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat.
Apabila Mommy masih memiliki pertanyaan seputar proses menyusui, produksi ASI, pelekatan bayi, atau kenaikan berat badan Si Kecil, Mommy juga bisa berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung. Mommy akan mendapatkan pendampingan dan edukasi yang tepat sesuai kondisi Mommy dan Si Kecil, sehingga perjalanan menyusui terasa lebih tenang, nyaman, dan penuh percaya diri.

Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.