Hidung Bayi Grok-Grok Saat Menyusu? Ini Penyebab & Solusinya

Momuung.com – Pernah nggak, Mommy, Si Kecil tiba-tiba rewel saat menyusu, padahal tidak demam atau pilek? Jangan buru-buru menyalahkan produksi ASI, ya. Bisa jadi penyebabnya adalah Hidung bayi tersumbat karena lendir atau kotoran yang menumpuk, sehingga ia kesulitan bernapas saat menyusu.
Padahal, bayi baru lahir lebih banyak bernapas melalui hidung. Itulah mengapa menjaga kebersihan hidung Si Kecil sangat penting agar ia bisa menyusu dengan nyaman, tidur lebih nyenyak, dan tetap bernapas lega. Lalu, kenapa hidung bayi harus rutin dibersihkan dan bagaimana Cara membersihkan hidung bayi yang aman? Yuk, baca penjelasan lengkapnya di artikel ini, Mommy!
DAFTAR ISI
Kenapa Hidung Tersumbat Bisa Mengganggu Bayi Saat Menyusu?
Salah satu alasan mengapa hidung bayi perlu dijaga kebersihannya adalah karena saluran hidungnya masih sangat kecil dan sempit, terutama pada bayi baru lahir hingga beberapa bulan pertama. Sedikit lendir, kerak hidung (upil), atau debu yang menumpuk dapat membuat aliran udara menjadi lebih terbatas dan membuat Si Kecil kurang nyaman saat bernapas (Medical News Today, 2025).
Pada beberapa bulan pertama, bayi bernapas terutama melalui hidung, termasuk saat tidur dan menyusu. Karena itu, sumbatan yang terlihat ringan pada orang dewasa bisa terasa lebih mengganggu bagi bayi.
Hal ini menjadi semakin penting saat menyusu. Bayi perlu mengoordinasikan tiga aktivitas sekaligus, yaitu mengisap (sucking), menelan (swallowing), dan bernapas (breathing). Ketika menyusu langsung dari payudara, mulut bayi digunakan untuk melekat dan mengisap sehingga pernapasan terutama dilakukan melalui hidung (LactApp, 2024).
Jika hidungnya tersumbat, Si Kecil bisa kesulitan mengatur napas sambil tetap menyusu. Akibatnya, Mommy mungkin melihat beberapa tanda berikut:
- sering melepas latch atau puting untuk mengambil napas,
- menyusu sebentar lalu berhenti,
- tampak kesulitan mengatur ritme mengisap, menelan, dan bernapas,
- lebih sering gelisah atau menangis saat menyusu,
- terdengar napas lebih berisik dari biasanya,
- atau menjadi lebih sulit menyusu.
Kondisi ini terkadang membuat Mommy mengira produksi ASI kurang atau Si Kecil sedang mengalami bingung puting. Padahal, bisa saja ia hanya merasa tidak nyaman karena sulit bernapas saat menyusu.
Menariknya, hidung bayi yang tersumbat tidak selalu terlihat jelas. Lendir atau kerak dapat berada di bagian dalam rongga hidung sehingga dari luar hidung tampak bersih, tetapi napas bayi sudah terdengar lebih berisik atau ia mulai kesulitan menyusu.
Meski begitu, hidung bayi tidak perlu dibersihkan terus-menerus. Mommy cukup membersihkannya ketika terdapat lendir atau kotoran yang memang mengganggu pernapasan atau membuat Si Kecil kesulitan menyusu. Jika bayi masih bernapas dengan nyaman, menyusu dengan baik, dan tidak menunjukkan tanda sesak, cukup pantau kondisinya.
Perlu diingat juga, hidung tersumbat bukan satu-satunya penyebab bayi rewel atau menolak menyusu. Pelekatan yang kurang tepat, aliran ASI yang terlalu deras atau lambat, refluks, sariawan, hingga kondisi kesehatan tertentu juga dapat menjadi penyebab. Jadi, perhatikan kondisi Si Kecil secara keseluruhan, bukan hanya dari satu tanda saja.
Cara Menjaga Hidung Bayi Tetap Bersih dan Nyaman
Saat terkena debu atau pilek, hidung bayi bisa lebih mudah tersumbat karena lendir yang menumpuk. Agar Si Kecil tetap nyaman bernapas dan menyusu, Mommy bisa mencoba beberapa cara berikut.
1. Gunakan Saline dan Nasal Aspirator Bila Diperlukan
Saat hidung Si Kecil tersumbat, saline nasal drops dapat membantu melembapkan dan mengencerkan lendir agar lebih mudah dikeluarkan. Jika setelah diberi saline hidung masih tersumbat dan membuat bayi sulit bernapas atau menyusu, Mommy dapat menggunakan nasal aspirator atau bulb syringe secara perlahan untuk membantu mengeluarkan lendir (Children’s Health, 2025).
Agar tetap aman dan nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:
- Pilih saline khusus bayi tanpa tambahan obat. Saline biasa sudah cukup untuk membantu mengencerkan lendir.
- Teteskan saline terlebih dahulu, lalu tunggu sebentar agar lendir menjadi lebih lunak.
- Gunakan nasal aspirator dengan lembut jika hidung masih tersumbat. Ujung aspirator tidak perlu dimasukkan terlalu dalam ke lubang hidung.
- Jangan menggunakan cotton bud untuk membersihkan bagian dalam hidung bayi. Memasukkannya terlalu dalam dapat mengiritasi lapisan hidung atau justru mendorong lendir semakin masuk ke dalam.
- Lakukan suction hanya bila memang diperlukan, terutama ketika sumbatan membuat bayi kesulitan bernapas atau menyusu.
- Hentikan jika hidung tampak iritasi atau bayi sangat tidak nyaman.
Mommy juga tidak perlu melakukan suction terlalu sering. Penggunaan nasal aspirator berulang dapat membuat bagian dalam hidung menjadi lebih sensitif atau teriritasi. Jadi, gunakan seperlunya dan tetap lembut saat membersihkan hidung Si Kecil.
Kalau hidung bayi hanya memiliki sedikit kotoran tetapi tidak mengganggu napas atau menyusu, tidak perlu memaksakan untuk membersihkannya sampai ke dalam. Cukup bersihkan bagian luar hidung dengan kain atau kapas lembut yang bersih.
2. Susui lebih sering
Saat pilek, Si Kecil mungkin lebih cepat lelah atau sering berhenti menyusu karena hidungnya terasa tersumbat. Agar kebutuhan cairannya tetap terpenuhi, Mommy bisa menawarkan ASI lebih sering.
Jika bayi sulit menyusu langsung karena hidungnya sangat tersumbat, Mommy bisa mencoba membersihkan hidung terlebih dahulu sebelum menyusui. Supaya lebih mudah mengenali kapan Si Kecil mulai lapar dan siap menyusu, Mommy juga bisa memperhatikan tanda-tanda awal seperti refleks rooting, membuka mulut, atau menggerakkan kepala mencari puting. Yuk, kenali lebih lengkap tanda-tanda tersebut dalam artikel Jangan Tunggu Nangis! Yuk Kenali Refleks Rooting dan Tanda Bayi Lapar agar Mommy bisa merespons kebutuhan Si Kecil sebelum ia mulai menangis.
3. Pilih Posisi Menyusu yang Membuat Bayi Nyaman
Saat bayi sedang pilek, Mommy tidak perlu menggunakan posisi menyusui tertentu secara wajib. Pilih posisi yang membuat Si Kecil tetap nyaman, mudah bernapas, dan dapat melekat dengan baik. Pastikan kepala, leher, dan tubuh bayi tetap sejajar serta hidungnya tidak tertutup payudara atau tubuh Mommy
Jika Mommy merasa posisi yang sedikit lebih tegak membuat Si Kecil lebih nyaman, dua posisi berikut bisa dicoba:
Koala hold
Pada posisi ini, bayi menyusu dalam posisi lebih tegak dengan tubuh menghadap Mommy. Cara melakukannya:
- Duduk dengan posisi nyaman dan punggung tersanggah.
- Posisikan bayi duduk tegak di paha Mommy, dengan kedua kaki mengapit salah satu sisi paha atau tubuh Mommy (HSE, 2025).
- Pastikan perut dan dada bayi menghadap tubuh Mommy.
- Sangga bagian punggung, leher, dan kepala bayi dengan baik.
- Posisikan hidung bayi sejajar dengan puting, lalu biarkan Si Kecil membuka mulut dan melakukan pelekatan (latch).
- Pastikan kepala bayi tidak menunduk dan hidung tetap bebas selama menyusu.
Semi-reclined position atau laid-back breastfeeding
Posisi ini dilakukan dengan Mommy bersandar dalam posisi setengah rebah (semi-reclined), bukan berbaring datar. Posisikan bayi di dada Mommy dengan perut menghadap tubuh Mommy. Sangga tubuhnya dengan lengan dan tangan, lalu bantu Si Kecil mendekati payudara hingga dapat melekat dengan nyaman. Posisi ini juga memungkinkan bayi menggunakan refleks alaminya untuk mencari dan melekat pada payudara (NHS, 2025).
Apa pun posisi yang Mommy pilih, perhatikan beberapa hal berikut:
- Kepala, leher, dan tubuh bayi tetap dalam satu garis dan tidak terpuntir.
- Bayi berada cukup dekat dengan payudara agar tidak perlu meregangkan leher untuk menyusu.
- Hidung bayi tetap bebas sehingga ia dapat bernapas dengan nyaman.
- Jangan menekan bagian belakang kepala bayi saat membantu pelekatan, agar kepalanya tetap bisa sedikit menengadah.
- Jika bayi tampak kesulitan bernapas, sangat lelah saat menyusu, atau tidak mampu menyusu dengan baik, hentikan sementara dan konsultasikan kondisinya dengan tenaga kesehatan.
Apa pun posisi yang Mommy pilih, kenyamanan dan pernapasan Si Kecil tetap menjadi prioritas. Selain menyesuaikan posisi menyusui, ada beberapa cara lain yang bisa Mommy lakukan agar Si Kecil tetap nyaman selama menyusu saat sedang pilek. Yuk, cari tahu lebih lengkap dalam artikel 7 Tips Menyusui Bayi Pilek agar Tetap Nyaman dan Anti Rewel.
4. Jangan Tinggikan Posisi Tidur Bayi Saat Pilek
Saat hidung Si Kecil tersumbat, Mommy mungkin ingin menambahkan bantal atau mengganjal kasur agar kepalanya lebih tinggi. Namun, posisi tidur bayi tetap harus mengikuti prinsip safe sleep, meskipun sedang pilek atau hidung tersumbat.
Untuk tidur, pastikan Si Kecil:
- Tidur telentang, bukan tengkurap atau menyamping.
- Berbaring di atas kasur yang rata dan kokoh.
- Tidak menggunakan bantal, guling, selimut tebal, atau ganjalan untuk meninggikan kepala.
- Area tidurnya bebas dari benda yang dapat menutupi hidung dan mulut, seperti mainan, kain longgar, atau benda empuk lainnya.
Jika Si Kecil membutuhkan posisi lebih tegak untuk merasa nyaman saat sedang terjaga, Mommy boleh menggendongnya dalam pelukan dan memastikan kepala serta jalan napasnya tetap terbuka. Namun, posisi ini bukan untuk menggantikan posisi tidur yang aman. Jika bayi tertidur saat digendong, pindahkan Si Kecil ke permukaan tidur yang rata, kokoh, dan telentang sesegera mungkin.

Kapan Bayi Perlu Segera Diperiksa?
Hidung tersumbat ringan biasanya masih bisa dipantau di rumah. Namun, Mommy perlu lebih waspada jika Si Kecil mulai menunjukkan tanda respiratory distress atau kesulitan mendapatkan cukup cairan.
Segera cari pertolongan medis jika bayi:
- Bernapas sangat cepat atau terlihat bekerja keras untuk bernapas.
- Dada atau area di antara tulang rusuk terlihat tertarik ke dalam saat bernapas.
- Lubang hidung tampak kembang-kempis saat bernapas (napas cuping hidung).
- Sulit menyusu, sering berhenti karena kehabisan napas, atau tidak mampu menyusu dengan baik.
- Bibir, lidah, atau wajah tampak kebiruan atau keabu-abuan.
- Terlihat sangat lemas, sulit dibangunkan, atau responsnya berkurang dari biasanya.
- Mengalami penurunan jumlah popok basah, terutama jika juga sulit menyusu.
Jika tanda-tanda tersebut muncul, jangan hanya mengandalkan perawatan di rumah. Bayi dapat mengalami perburukan gangguan pernapasan dengan cepat sehingga perlu segera diperiksa oleh dokter atau tenaga kesehatan
Kesimpulan
Jadi, Mommy tidak perlu menunggu hidung Si Kecil benar-benar tersumbat untuk mulai memperhatikannya. Yang penting, jaga kebersihan hidung sesuai kebutuhan dan bantu melegakannya ketika lendir atau sumbatan mulai mengganggu napas maupun proses menyusu.
Jika Si Kecil sedang pilek, Mommy bisa membantu dengan cara sederhana seperti menggunakan saline, melakukan suction dengan lembut bila diperlukan, serta tetap memberikan ASI sesuai kebutuhan bayi. Jangan lupa, tetap perhatikan tanda-tanda gangguan pernapasan dan segera konsultasikan ke dokter jika Si Kecil terlihat kesulitan bernapas atau menyusu.
Tetap semangat menemani setiap proses tumbuh kembang Si Kecil, Mommy! Kalau Mommy masih punya pertanyaan seputar hidung bayi tersumbat, proses menyusui, pelekatan, atau produksi ASI, Mommy juga bisa berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung. Dapatkan pendampingan yang sesuai dengan kondisi Mommy dan Si Kecil agar perjalanan mengasihi terasa lebih tenang dan percaya diri.
Yuk, konsultasikan sekarang dan jangan ragu mencari bantuan saat Mommy membutuhkannya!
Sumber
- Children’s Health. (n.d.). Treating nasal congestion in newborns, babies and toddlers. https://www.childrens.com/health-wellness/nasal-congestion-in-babies-and-toddlers
- Health Service Executive. (2025). Positioning and attachment (latching on). https://www2.hse.ie/babies-children/breastfeeding/a-good-start/positioning-and-attachment/
- LactApp. (2024). Breastfeeding baby and blocked nose. https://blog.lactapp.es/en/breastfeeding-baby-and-blocked-nose/
- Medical News Today. (2025). What to know about congestion in babies. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325561
Komentar / Tanya Dokter Spesialist
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









