
Momuung.com – Bercak putih di lidah Si Kecil sering kali dianggap hanya sisa ASI sehingga banyak Mommy memilih untuk membiarkannya. Padahal, tidak semua bercak putih di lidah bayi merupakan sisa susu. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda oral thrush, yaitu infeksi jamur di mulut yang dapat mengganggu kenyamanan bayi saat menyusu. Lalu, bagaimana cara membedakan keduanya dan kapan lidah bayi perlu dibersihkan? Yuk, baca penjelasan lengkapnya di artikel ini, Mommy!
Melihat lidah Si Kecil berwarna putih memang sering membuat Mommy bertanya-tanya. Sebenarnya, ini hanya sisa ASI atau justru tanda infeksi?
Meski sama-sama tampak berwarna putih, ternyata tidak semua bercak putih di mulut bayi merupakan sisa ASI. Pada beberapa bayi, bercak putih tersebut bisa menjadi tanda oral thrush, yaitu infeksi jamur pada rongga mulut yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida albicans secara berlebihan (Taylor et al., 2023).
Oral thrush cukup sering terjadi pada bayi, terutama usia di bawah 6 bulan. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang sehingga belum mampu melawan pertumbuhan jamur sebaik anak yang lebih besar atau orang dewasa.
Sekilas memang terlihat mirip. Namun, ada beberapa perbedaan yang bisa Mommy perhatikan.

Oral thrush bukan hanya membuat lidah bayi tampak putih. Infeksi jamur ini juga dapat menyebabkan mulut Si Kecil terasa perih sehingga proses menyusu menjadi kurang nyaman.
Akibatnya, Si Kecil dapat mengalami beberapa keluhan, seperti:
Jika kondisi ini terus berlanjut, asupan ASI Si Kecil dapat berkurang sehingga kebutuhan cairan dan nutrisinya juga berisiko tidak terpenuhi secara optimal.
Yang tidak kalah penting untuk diketahui, oral thrush juga dapat menular saat proses menyusui.
Jamur Candida albicans dapat berpindah dari mulut Si Kecil ke puting Mommy ketika menyusu. Sebaliknya, puting yang sudah terinfeksi juga dapat kembali menularkan jamur ke mulut bayi. Proses saling menularkan ini dikenal sebagai ping-pong infection, yaitu infeksi yang terus berulang antara ibu dan bayi apabila hanya salah satu yang mendapatkan pengobatan (La Leche League Great Britain [LLLGB], 2025).
Apabila puting Mommy ikut terinfeksi, beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:
Karena itu, apabila dokter memastikan Si Kecil mengalami oral thrush, Mommy juga sebaiknya ikut diperiksa apabila mengalami keluhan serupa. Penanganan pada ibu dan bayi secara bersamaan dapat membantu mencegah infeksi terus berulang selama proses menyusui.
Selain menjaga kebersihan mulut Si Kecil, Mommy juga perlu rutin membersihkan seluruh perlengkapan menyusui, seperti botol susu, pompa ASI, maupun cup feeder. Peralatan yang tidak dibersihkan dengan benar dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai kuman yang berisiko mengganggu kesehatan bayi. Kalau Mommy ingin mengetahui cara membersihkan botol susu yang tepat, yuk lanjutkan membaca artikel “Jangan Sepelekan! Botol Susu yang Kotor Bisa Picu Diare dan Demam pada Bayi.”
Banyak Mommy mengira kebersihan mulut baru perlu diperhatikan setelah gigi pertama Si Kecil tumbuh. Padahal, rongga mulut bayi tetap perlu dibersihkan sejak lahir, meskipun belum memiliki gigi. Hal ini penting untuk membantu mengangkat sisa ASI atau susu yang menempel di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi, sekaligus menjaga kebersihan rongga mulut Si Kecil.
Menjaga kebersihan mulut sejak dini juga dapat membantu mengurangi penumpukan mikroorganisme, termasuk jamur Candida yang dapat berkembang berlebihan dan menyebabkan oral thrush pada kondisi tertentu, terutama jika daya tahan tubuh bayi masih belum optimal.
Agar kebersihan mulut Si Kecil tetap terjaga, Mommy bisa melakukan langkah sederhana berikut.
Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk menjaga kesehatan rongga mulut Si Kecil sekaligus membantu mengurangi risiko penumpukan sisa susu dan pertumbuhan jamur penyebab oral thrush.
Sebelum membersihkan lidah atau mulut bayi, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar prosesnya tetap aman dan tidak menimbulkan iritasi.
Apabila bercak putih tidak kunjung hilang meski sudah dibersihkan dengan lembut, jangan mencoba mengikisnya menggunakan tekanan yang lebih kuat. Tindakan tersebut justru dapat melukai jaringan mulut bayi sehingga menyebabkan kemerahan, perdarahan, dan rasa nyeri. Bila Mommy mencurigai adanya oral thrush, sebaiknya segera periksakan Si Kecil ke dokter karena kondisi ini umumnya memerlukan obat antijamur yang diresepkan oleh tenaga kesehatan.
Mulut bayi cukup dibersihkan menggunakan kasa steril atau kain lembut yang dibasahi air matang hangat. Mommy tidak dianjurkan menggunakan obat kumur, cairan antiseptik, atau pembersih mulut untuk orang dewasa karena kandungannya belum tentu aman bagi bayi dan berisiko mengiritasi mukosa mulut apabila tertelan.
Menjaga kebersihan mulut Si Kecil sejak dini merupakan langkah sederhana yang bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatannya. Dengan membersihkan lidah, gusi, dan bagian dalam pipi secara rutin, Mommy dapat membantu menjaga kebersihan rongga mulut sekaligus lebih cepat mengenali bila muncul tanda-tanda oral thrush atau masalah kesehatan mulut lainnya.
Jika Si Kecil tampak rewel saat menyusu, muncul bercak putih yang tidak kunjung hilang, atau Mommy mengalami keluhan seperti puting terasa nyeri saat menyusui, jangan ragu untuk segera mencari bantuan. Mommy juga bisa berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung untuk mendapatkan pendampingan yang tepat agar perjalanan menyusui tetap nyaman dan kebutuhan Si Kecil tetap terpenuhi secara optimal.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.