
Momuung.co.id – Pernah nggak sih Mommy merasa bingung, si Kecil baru saja selesai menyusu dengan tenang, tapi tiba-tiba ia menangis rewel, gelisah, lalu gumoh? Padahal ASI cukup dan popoknya bersih. Melihat bayi tampak begah atau seperti “engap” memang bikin panik dan kasihan, ya.
Dalam banyak kasus, penyebabnya bukan karena kebanyakan ASI, tapi karena ada udara yang ikut tertelan saat menyusu. Jika tidak dikeluarkan, udara ini bisa membuat perut bayi terasa penuh, kembung, dan kadang memicu gumoh.
Karena itu, menyendawakan bayi setelah menyusu sangat penting apalagi bila bayi saat menyusu masih sering melepas payudara, pelekatan belum optimal, terdengar suara berdecak saat menyusu, hingga suara menelan yang terdengar “Gulp.. gulp.. gulp” seperti udara ikut tertelan, bukan sekadar rutinitas. Sendawa membantu perut bayi lebih nyaman dan membuat tidurnya lebih nyenyak. Lalu, bagaimana cara menyendawakan bayi yang benar dan aman? Simak penjelasannya sampai selesai di sini, yuk!
Saat menyusu, terutama jika pelekatan belum optimal, bayi bisa ikut menelan udara. Kondisi ini disebut aerophagia. Udara yang terperangkap di dalam lambung dapat membuat perut terasa penuh, tidak nyaman, dan memicu gumoh. Mengingat sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan, membantu mengeluarkan udara setelah menyusu dapat membuatnya jauh lebih nyaman.
Manfaat menyendawakan bayi:
Mommy bisa mencoba beberapa posisi berikut ini untuk membantu si Kecil bersendawa dengan efektif, sebagaimana dikutip dari UNICEF (n.d.): kalo boleh ada gambarnya yaa
Gendong bayi dalam posisi tegak dan sandarkan dadanya ke bahu Mommy. Dagu bayi bertumpu di bahu, lalu elus atau tepuk punggungnya dengan lembut hingga udara keluar. Posisi ini membantu udara naik secara alami.
Dudukkan bayi di pangkuan dengan tubuh sedikit condong ke depan. Sangga kepala dan dada bayi, lalu usap atau tepuk punggungnya perlahan.
Baringkan bayi tengkurap melintang di paha Mommy dengan kepala sedikit lebih tinggi dari dada. Elus punggungnya secara lembut. Tekanan ringan di perut membantu udara keluar lebih mudah.

Jika bayi tertidur nyenyak setelah menyusu, Mommy tidak perlu membangunkannya hanya untuk bersendawa. Memaksanya bangun justru bisa mengganggu kualitas tidur bayi.
Agar tetap aman dan nyaman, Mommy bisa melakukan langkah berikut:

Melancarkan ASI bukan hanya soal banyaknya produksi, tapi juga cara menyusu yang benar. Saat pelekatan sudah tepat, udara yang ikut tertelan bayi akan jauh lebih sedikit. Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan menempel pada sebagian besar areola, bukan hanya ujung puting.
Rekomendasi: 50+ Panduan Lengkap ASI & Menyusui dari Lahir hingga 6 Bulan
Menyendawakan bayi adalah langkah kecil dengan dampak besar. Cara ini membantu mengurangi begah, gumoh, dan kolik, sehingga bayi lebih nyaman dan Mommy pun lebih tenang.
Selain teknik sendawa, aliran ASI yang stabil juga berperan penting agar bayi tidak tersedak atau terasa “engap” saat menyusu. Jika Mommy merasa ASI terlalu deras, seret, atau bayi sering rewel, Mommy tidak harus menghadapinya sendirian.
Mommy bisa memanfaatkan Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam untuk mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai kondisi Mommy dan si Kecil.
Yuk, simpan artikel ini dan bagikan ke sesama Mommy supaya makin banyak yang siap menghadapi fase gumoh dengan lebih percaya diri!
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.