Menyusui
Ditulis oleh:
Elsa Yuni KartikaElsa Yuni Kartika
Direview oleh:
Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLCDr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLCVerified

Bayi Sering Gumoh? Ini 3 Cara Menyendawakan Bayi Setelah Menyusu agar Tidak Rewel

Mommin
Mommin
13 Februari 2026·4 min baca
0
Bayi Sering Gumoh? Ini 3 Cara Menyendawakan Bayi Setelah Menyusu agar Tidak Rewel

Pernah nggak sih Mommy merasa bingung, si Kecil baru saja selesai menyusu dengan tenang, tapi tiba-tiba ia menangis rewel, gelisah, lalu gumoh? Padahal ASI cukup dan popoknya bersih. Melihat bayi tampak begah atau seperti “engap” memang bikin panik dan kasihan, ya.

Dalam banyak kasus, penyebabnya bukan karena kebanyakan ASI, tapi karena ada udara yang ikut tertelan saat menyusu. Jika tidak dikeluarkan, udara ini bisa membuat perut bayi terasa penuh, kembung, dan kadang memicu gumoh.

Karena itu, menyendawakan bayi setelah menyusu sangat penting apalagi bila bayi saat menyusu masih sering melepas payudara, pelekatan belum optimal, terdengar suara berdecak saat menyusu, hingga suara menelan yang terdengar “Gulp.. gulp.. gulp” seperti udara ikut tertelan, bukan sekadar rutinitas. Sendawa membantu perut bayi lebih nyaman dan membuat tidurnya lebih nyenyak. Lalu, bagaimana cara menyendawakan bayi yang benar dan aman? Simak penjelasannya sampai selesai di sini, yuk!

DAFTAR ISI

Manfaat Utama Menyendawakan Bayi

Saat menyusu, terutama jika pelekatan belum optimal, bayi bisa ikut menelan udara. Kondisi ini disebut aerophagia. Udara yang terperangkap di dalam lambung dapat membuat perut terasa penuh, tidak nyaman, dan memicu gumoh. Mengingat sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan, membantu mengeluarkan udara setelah menyusu dapat membuatnya jauh lebih nyaman.

Manfaat menyendawakan bayi:

  • Membantu mengeluarkan udara yang tertelan, sehingga tekanan di lambung berkurang dan bayi terasa lebih lega (Mayo Clinic, 2024).
  • Mengurangi rasa tidak nyaman setelah menyusu, seperti perut begah atau gelisah, yang sering membuat bayi rewel (James & Savargaonkar, 2025).
  • Membantu bayi lebih tenang setelah menyusu, meski efeknya terhadap gumoh bisa bervariasi pada tiap bayi.

3 Cara Menyendawakan Bayi yang Benar & Aman

Mommy bisa mencoba beberapa posisi berikut ini untuk membantu si Kecil bersendawa dengan efektif, sebagaimana dikutip dari UNICEF (n.d.): kalo boleh ada gambarnya yaa

1. Posisi di Atas Bahu (Over the Shoulder)

Gendong bayi dalam posisi tegak dan sandarkan dadanya ke bahu Mommy. Dagu bayi bertumpu di bahu, lalu elus atau tepuk punggungnya dengan lembut hingga udara keluar. Posisi ini membantu udara naik secara alami.

2. Posisi Duduk di Pangkuan (Sitting on Lap)

Dudukkan bayi di pangkuan dengan tubuh sedikit condong ke depan. Sangga kepala dan dada bayi, lalu usap atau tepuk punggungnya perlahan.

3. Posisi Tengkurap (Lying Across on Lap)

Baringkan bayi tengkurap melintang di paha Mommy dengan kepala sedikit lebih tinggi dari dada. Elus punggungnya secara lembut. Tekanan ringan di perut membantu udara keluar lebih mudah.

Cara menyendawakan bayi

Bagaimana Jika Bayi Tertidur?

Jika bayi tertidur nyenyak setelah menyusu, Mommy tidak perlu membangunkannya hanya untuk bersendawa. Memaksanya bangun justru bisa mengganggu kualitas tidur bayi.

Agar tetap aman dan nyaman, Mommy bisa melakukan langkah berikut:

  • Atur posisi tidur dengan kepala atau tubuh bagian atas sedikit lebih tinggi (sekitar 40-45°) untuk membantu mencegah refluks.
  • Tidak perlu memiringkan bayi saat tidur, karena jika tanpa pengawasan, bayi bisa kembali telentang atau justru tengkurap terutama jika belum memiliki kontrol kepala yang baik. Jadi, lebih direkomendasikan untuk mempertahankan posisi telentang sesuai anjuran keselamatan tidur bayi.
  • Jika bayi gumoh saat telentang, tetap tenang ya Mommy. Jangan langsung mengangkat bayi secara mendadak. Cukup miringkan kepala dan tubuhnya, lalu usap-usap pinggang dan punggungnya selama 1-2 menit.
  • Lakukan tummy time saat bayi terjaga, karena dapat membantu udara dalam perut keluar secara alami karena ada tekanan ringan pada area perut. Namun, pastikan bayi melakukan tummy time hanya dalam keadaan terbangun dan selalu dalam pengawasan orang tua ya, Mommy.

Fokus pada Pelekatan yang Tepat

MENYUSUI_KULWAP 25 Scaled
Tanda pelekatan yang tepat

Melancarkan ASI bukan hanya soal banyaknya produksi, tapi juga cara menyusu yang benar. Saat pelekatan sudah tepat, udara yang ikut tertelan bayi akan jauh lebih sedikit. Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan menempel pada sebagian besar areola, bukan hanya ujung puting.

Rekomendasi: 50+ Panduan Lengkap ASI & Menyusui dari Lahir hingga 6 Bulan

Kesimpulan

Menyendawakan bayi adalah langkah kecil dengan dampak besar. Cara ini membantu mengurangi begah, gumoh, dan kolik, sehingga bayi lebih nyaman dan Mommy pun lebih tenang.

Selain teknik sendawa, aliran ASI yang stabil juga berperan penting agar bayi tidak tersedak atau terasa “engap” saat menyusu. Jika Mommy merasa ASI terlalu deras, seret, atau bayi sering rewel, Mommy tidak harus menghadapinya sendirian.

Mommy bisa memanfaatkan Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam untuk mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai kondisi Mommy dan si Kecil.

Yuk, simpan artikel ini dan bagikan ke sesama Mommy supaya makin banyak yang siap menghadapi fase gumoh dengan lebih percaya diri!

Referensi:

  • James, V., & Savargaonkar, R. (2025). Science of the burp: understanding aerophagia and eructation in newborns. BMJ paediatrics open, 9(1), e004066. Diakses pada 9 Februari 2026. https://doi.org/10.1136/bmjpo-2025-004066
  • Mayo Clinic. (2024). Infant Acid Reflux – Diagnosis and Treatment. Mayo Clinic. Diakses pada 9 Februari 2026. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-acid-reflux/diagnosis-treatment/drc-20351412
  • UNICEF. (n.d.). Baby basics: How to burp your baby. UNICEF Parenting. Diakses pada 9 Februari 2026. https://www.unicef.org/parenting/child-care/how-to-burp-baby

FAQ Seputar Topik Ini

Berapa lama idealnya menyendawakan bayi setelah menyusu?

Umumnya, Mommy bisa mencoba menyendawakan bayi selama 5–10 menit setelah sesi menyusu. Jika dalam waktu tersebut bayi tidak bersendawa tetapi terlihat tenang dan nyaman, Mommy tidak perlu memaksanya. Setiap bayi berbeda, jadi responsnya bisa bervariasi.

Apakah bayi ASI eksklusif tetap perlu disendawakan?

Ya, bayi yang minum ASI tetap bisa menelan udara saat menyusu, terutama jika aliran ASI deras atau pelekatan belum optimal. Meski risiko kembung lebih rendah dibanding bayi susu formula, menyendawakan tetap membantu meningkatkan kenyamanan si Kecil.

Bagaimana membedakan gumoh normal dan tanda refluks yang perlu diperiksa?

Gumoh normal biasanya tidak disertai tangisan berlebihan, berat badan tetap naik, dan bayi tampak nyaman setelahnya. Namun jika gumoh disertai muntah menyemprot, berat badan sulit naik, bayi tampak kesakitan, atau sering menolak menyusu, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan.

Apakah menyendawakan bayi bisa mencegah kolik?

Menyendawakan membantu mengurangi udara di lambung, sehingga bisa menurunkan risiko rasa tidak nyaman yang memicu rewel. Namun kolik memiliki banyak faktor penyebab, jadi sendawa bukan satu-satunya solusi. Tetap perhatikan pola menyusu, posisi, dan kenyamanan bayi secara keseluruhan.

Bolehkah bayi langsung ditidurkan setelah menyusu tanpa sendawa?

Boleh, terutama jika bayi sudah tertidur nyenyak dan terlihat nyaman. Tidak semua bayi selalu perlu bersendawa setiap kali menyusu. Yang terpenting, perhatikan posisi tidur aman dan pantau respons bayi setelahnya.

Belanja Produk Mom Uung di Official Shopee Store

Komentar / Tanya Dokter Spesialist

Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC

Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚

Tulis komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Share
Mommin

Mommin

Content Writer Mom Uung.