
Momuung.com – Sudah rutin menghitung masa subur, menjaga pola makan, dan menjalani program hamil bersama Papa, tetapi hasil yang ditunggu belum juga datang?
Banyak orang mengira keberhasilan program hamil hanya bergantung pada kondisi tubuh Mommy. Padahal, kesuburan Papa juga memiliki peran yang sama pentingnya dalam proses terjadinya kehamilan.
Karena itu, jika kehamilan belum kunjung terjadi, tidak ada salahnya untuk mengevaluasi kondisi kesuburan kedua belah pihak. Salah satu hal yang sering diperiksa adalah kualitas sperma.
Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah sperma Papa tergolong subur atau tidak? Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Sperma yang subur adalah sperma yang memiliki jumlah cukup, mampu bergerak dengan baik, dan memiliki bentuk yang normal sehingga berpeluang lebih besar mencapai serta membuahi sel telur.
Namun, kondisi sperma tidak bisa dinilai hanya dari warna atau tekstur air mani yang terlihat secara kasat mata. Untuk mengetahui kualitas sperma secara akurat, Papa perlu menjalani analisis sperma (sperma analysis) di laboratorium.
Melalui pemeriksaan ini, dokter akan menilai beberapa hal penting, seperti:
Menurut pedoman kesehatan reproduksi pria, jumlah sperma yang normal umumnya berada di atas 15 juta sperma per mililiter air mani.
Semakin banyak jumlah sperma yang sehat, semakin besar pula peluang salah satunya berhasil mencapai dan membuahi sel telur.
Jumlah yang banyak saja belum cukup. Sperma juga harus mampu bergerak dengan baik menuju sel telur.
Setidaknya sekitar 40% sperma perlu memiliki pergerakan yang baik agar peluang pembuahan menjadi lebih optimal.
Jika dilihat melalui mikroskop, sperma yang sehat akan tampak aktif berenang dan bergerak ke arah tertentu, bukan hanya berputar-putar di tempat.
Sperma yang sehat umumnya memiliki:
Bentuk yang normal membantu sperma bergerak lebih efisien dan meningkatkan kemampuannya menembus sel telur.
Sperma yang kurang subur atau mengalami gangguan kesuburan biasanya menunjukkan masalah pada jumlah, pergerakan, atau bentuknya.
Jika jumlah sperma kurang dari 15 juta per mililiter air mani, peluang sperma mencapai sel telur bisa menjadi lebih kecil.
Sperma yang bergerak lambat atau tidak aktif akan lebih sulit melakukan perjalanan menuju sel telur.
Akibatnya, peluang terjadinya pembuahan juga ikut menurun.
Beberapa bentuk sperma yang dianggap tidak normal antara lain:
Tidak semua sperma berbentuk tidak normal akan menyebabkan infertilitas. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, kemampuan sperma untuk membuahi sel telur dapat berkurang.
Hubungan intim tidak selalu langsung menghasilkan kehamilan. Proses pembuahan baru terjadi ketika sperma berhasil mencapai dan membuahi sel telur yang matang.
Setelah pembuahan terjadi, beberapa wanita mulai merasakan gejala awal kehamilan seperti:
Namun, gejala-gejala tersebut tidak selalu muncul pada setiap wanita.
Cara paling akurat untuk mengetahui apakah kehamilan sudah terjadi adalah dengan melakukan tes kehamilan menggunakan test pack atau memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Selain menjaga pola hidup sehat, asupan harian juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan reproduksi pria. Beberapa nutrisi diketahui berhubungan dengan kualitas sperma, mulai dari jumlah, pergerakan, hingga bentuknya.
Berikut beberapa pilihan makanan yang bisa Ayah masukkan ke dalam menu sehari-hari:
Protein membantu mendukung berbagai proses dalam tubuh, termasuk pembentukan sel sperma. Beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi antara lain:
Makanan-makanan tersebut juga mengandung zinc, selenium, dan vitamin B12 yang berperan dalam mendukung kesehatan reproduksi pria.
Kacang-kacangan mengandung lemak sehat, vitamin, dan antioksidan yang membantu melindungi sel sperma dari kerusakan akibat radikal bebas.
Contohnya:
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kacang-kacangan secara rutin dapat membantu mendukung kualitas sperma pada pria dewasa.
Antioksidan membantu melindungi sperma dari stres oksidatif yang dapat memengaruhi kualitasnya.
Pilihan buah yang baik antara lain:
Buah-buahan tersebut mengandung vitamin C, vitamin E, folat, dan berbagai senyawa antioksidan yang mendukung kesehatan reproduksi.
Sayuran hijau merupakan sumber folat yang penting untuk proses pembentukan sel dalam tubuh, termasuk sel sperma.
Beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi:
Selain folat, sayuran ini juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 yang diketahui berperan dalam mendukung fungsi reproduksi pria.
Contohnya:
Omega-3 membantu menjaga kesehatan membran sel dan mendukung pergerakan sperma yang optimal.
Yang tidak kalah penting, Ayah juga dianjurkan untuk menjaga pola makan yang seimbang, cukup tidur, rutin berolahraga, dan menghindari kebiasaan seperti merokok atau konsumsi alkohol berlebihan karena faktor-faktor tersebut juga dapat memengaruhi kualitas sperma.
Selain memperbanyak makanan bergizi, Papa juga perlu lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari. Beberapa jenis makanan memang tidak langsung menyebabkan infertilitas, tetapi jika terlalu sering dikonsumsi dalam jangka panjang dapat berdampak kurang baik pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kualitas sperma.
Lemak trans banyak ditemukan pada makanan yang melalui proses pengolahan berulang atau menggunakan minyak yang dipakai berkali-kali.
Contohnya:
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lemak trans berlebihan dapat berkaitan dengan penurunan kualitas sperma, termasuk jumlah dan fungsi sperma yang kurang optimal.
Jika ingin ngemil, Papa bisa memilih alternatif yang lebih sehat seperti kacang panggang tanpa garam berlebih, edamame, yoghurt, atau buah segar.
Minuman manis dan makanan tinggi gula memang terasa nikmat, tetapi konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, resistensi insulin, dan gangguan metabolik yang berpengaruh pada kesehatan reproduksi pria.
Beberapa contoh yang sebaiknya dibatasi antara lain:
Bukan berarti Papa harus menghindarinya sama sekali, ya. Kuncinya adalah mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar dan tidak setiap hari.
Sebagai pilihan yang lebih baik, Papa bisa mengganti camilan manis dengan buah segar seperti jeruk, kiwi, apel, atau beri yang tetap memberikan rasa manis sekaligus mengandung vitamin dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan sperma.
Jika Papa sedang menjalani program hamil, mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol dan rokok juga menjadi langkah penting.
Keduanya diketahui dapat memengaruhi kualitas sperma, termasuk jumlah sperma, pergerakan sperma, hingga meningkatkan risiko kerusakan materi genetik pada sperma.
Semakin sehat pola hidup yang dijalani, semakin besar pula peluang tubuh memproduksi sperma dengan kualitas yang lebih baik. Jadi, selain fokus pada makanan penyubur sperma, jangan lupa untuk menjaga pola makan seimbang, tidur cukup, rutin berolahraga, dan mengelola stres dengan baik, ya.
Keberhasilan program hamil tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi tubuh Mommy, tetapi juga kesehatan reproduksi Papa. Karena itu, jika kehamilan belum kunjung terjadi, pemeriksaan kesuburan sebaiknya dilakukan oleh kedua belah pihak agar penyebabnya dapat diketahui lebih dini dan ditangani dengan tepat.
Kualitas sperma yang baik umumnya ditandai dengan jumlah yang cukup, pergerakan yang aktif, serta bentuk yang normal. Kabar baiknya, kualitas sperma juga dapat didukung melalui pola makan bergizi, aktivitas fisik yang teratur, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres yang baik.
Yang tidak kalah penting, Mommy dan Papa tidak perlu saling menyalahkan selama menjalani program hamil. Setiap pasangan memiliki perjalanan yang berbeda, dan prosesnya sering kali membutuhkan waktu, kesabaran, serta kerja sama dari kedua belah pihak.
Setelah berhasil mendapatkan buah hati nantinya, Mommy dan Papa juga perlu mulai memikirkan perencanaan keluarga berikutnya. Untuk membantu menentukan pilihan yang sesuai setelah persalinan, Mommy bisa membaca artikel “5 Pilihan Kontrasepsi Setelah Melahirkan yang Aman dan Efektif” sebagai panduan mempersiapkan langkah selanjutnya bersama keluarga tercinta.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.