
Momuung.com – Saat mengganti popok, banyak Mommy memilih tisu basah bayi karena lebih praktis dan mudah digunakan. Namun, jika Si Kecil mulai mengalami ruam, kemerahan, atau tampak rewel saat area popok dibersihkan, mungkin Mommy bertanya-tanya apakah penyebabnya berasal dari tisu basah yang digunakan.
Sebenarnya, Apakah tisu basah aman untuk bayi jika dipakai setiap hari? Yuk, simak fakta medis dan cara menggunakannya dengan aman agar kulit Si Kecil tetap terlindungi.
Tisu basah bayi memang menjadi salah satu perlengkapan yang praktis, terutama saat Mommy sedang bepergian atau tidak memiliki akses ke air bersih. Karena itu, banyak orang tua yang menggunakannya setiap kali mengganti popok Si Kecil.
Kabar baiknya, tisu basah pada umumnya tetap aman digunakan sebagai bagian dari perawatan bayi, selama digunakan dengan cara yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi kulit Si Kecil.
Beberapa kondisi ketika tisu basah bisa menjadi pilihan yang praktis antara lain:
Pada dasarnya, tisu basah tidak selalu berbahaya untuk kulit bayi. Namun, jika produk yang digunakan kurang sesuai atau cara membersihkannya kurang tepat, kulit Si Kecil yang masih tipis dan sensitif bisa lebih mudah mengalami iritasi.
Kulit bayi memiliki skin barrier, yaitu lapisan pelindung alami yang masih terus berkembang. Karena itu, kulit bayi lebih rentan mengalami iritasi ketika terlalu lama terpapar urine, feses, gesekan popok, maupun bahan tertentu yang kurang cocok di kulitnya (Cleveland Clinic, 2023).
Risiko diaper dermatitis atau ruam popok dapat meningkat jika:
Sebagian tisu basah mengandung surfaktan, yaitu bahan pembersih yang membantu mengangkat urine, feses, dan kotoran dari kulit. Kandungan ini umumnya aman jika digunakan dalam produk yang memang diformulasikan untuk bayi.
Namun, pada bayi dengan kulit sensitif atau eksim, paparan berulang terhadap bahan tertentu dapat membuat kulit mudah kehilangan kelembapan sehingga terasa lebih kering atau lebih mudah mengalami iritasi.
Berikut beberapa hal yang bisa Mommy perhatikan saat memilih tisu basah.
Masih banyak orang tua yang khawatir penggunaan tisu basah dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK). Padahal, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tisu basah secara langsung menjadi penyebab ISK pada bayi.
Yang justru lebih berpengaruh adalah cara membersihkan area popok, terutama pada bayi perempuan. Membersihkan area kelamin dari arah depan ke belakang (front to back) membantu mencegah perpindahan bakteri dari area anus ke saluran kemih sehingga risiko infeksi dapat dikurangi.
Selain itu, Mommy juga disarankan untuk:

Kalau Mommy sedang di rumah, sebenarnya tidak harus selalu menggunakan tisu basah setiap kali mengganti popok Si Kecil.
Pada bayi baru lahir, terutama jika kulitnya sedang kemerahan, sensitif, atau mengalami ruam popok, membersihkan area popok menggunakan air hangat dan kapas atau kain lembut bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman. Cara ini membantu membersihkan sisa urine dan feses dengan lembut tanpa perlu menggosok kulit terlalu keras (National Health Service [NHS], 2024).
Teknik ini dikenal sebagai topping and tailing, yaitu membersihkan wajah dan area popok bayi menggunakan air hangat tanpa harus memandikan seluruh tubuhnya. Metode ini cukup sering digunakan pada bayi baru lahir karena praktis dan membantu menjaga kebersihan Si Kecil di sela waktu mandi.
Cara membersihkan bayi seperti ini dikenal dengan istilah topping and tailing. Teknik ini dilakukan dengan membersihkan bagian wajah, leher, tangan, dan area popok bayi menggunakan air hangat tanpa perlu memandikan seluruh tubuhnya. Menurut NHS, metode ini praktis dilakukan pada bayi baru lahir, terutama di sela waktu mandi atau saat bayi belum perlu dimandikan setiap hari.
Jika kulit Si Kecil sedang sensitif, membersihkannya dengan air hangat bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman. Beberapa alasannya yaitu:
Agar tetap aman dan nyaman untuk Si Kecil, Mommy bisa mengikuti langkah berikut.
Setelah area popok bersih dan Si Kecil sudah merasa nyaman, Mommy juga bisa membantu bayi lebih rileks sebelum tidur. Salah satu caranya adalah dengan membedong bayi menggunakan teknik yang tepat. Jika Mommy masih bingung, yuk pelajari panduan lengkap Cara Membedong Bayi Baru Lahir dengan Teknik Hands-Up agar Si Kecil merasa lebih hangat, nyaman, dan tidur lebih nyenyak.
Menggunakan tisu basah sesekali sebenarnya tidak masalah, asalkan dipilih dengan tepat dan digunakan sesuai kebutuhan. Namun, jika Mommy sedang di rumah, membersihkan area popok dengan air hangat dan kapas atau kain lembut bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman, terutama saat kulit Si Kecil sedang sensitif.
Yang tidak kalah penting, selalu perhatikan kondisi kulit bayi setelah setiap kali mengganti popok. Jika muncul ruam, kemerahan, atau iritasi yang tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar Si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat.
Semoga informasi ini membantu Mommy merawat kulit Si Kecil agar tetap sehat, bersih, dan nyaman setiap hari.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.