
Momuung.com – “Saya kaget karena tiba-tiba merasa sangat tidak enak badan. Kami pergi ke acara pernikahan dan saya hanya melewatkan satu kali menyusui.
Dalam beberapa jam, badan saya terasa seperti flu dan pegal-pegal. Dokter saya tidak langsung memberi antibiotik karena katanya sering kali tidak diperlukan jika saya tetap menyusui. Saya juga minum ibuprofen dan itu cukup membantu. Saya terkejut karena cara penanganan mandiri ternyata bekerja dengan baik dan saya tidak perlu resep antibiotik.
Saat mengalami gejalanya saya merasa sangat sedih dan tertekan, sampai sempat bertanya-tanya apakah menyusui sepadan dengan semua ini. Tapi setelah membaik, saya kembali ingat betapa menyenangkannya menyusui.”
Mastitis berarti peradangan pada payudara.
Tanda pertama biasanya adalah bagian payudara yang bengkak dan terasa nyeri.
Pada kulit yang lebih gelap, mungkin terlihat perubahan warna menjadi lebih gelap. Pada kulit yang lebih terang, bisa terlihat kemerahan. Namun, perlu diketahui bahwa kadang tidak ada perubahan warna kulit sama sekali.
Peradangan dan pembengkakan tidak selalu berarti ada infeksi (WHO, 2000).
Bakteri berbahaya tidak selalu ada, sehingga antibiotik mungkin tidak diperlukan jika penanganan mandiri dilakukan dengan cepat. Dalam kasus yang sangat jarang, mastitis bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan memerlukan perawatan di rumah sakit serta antibiotik melalui infus (RCOG, 2012).
Mastitis bisa terjadi ketika ASI merembes ke jaringan payudara akibat saluran ASI yang tersumbat. Tubuh bereaksi seperti saat terjadi infeksi, yaitu dengan meningkatkan aliran darah ke area tersebut, sehingga timbul peradangan.
Catatan: Tidak semua tanda di atas harus muncul saat mengalami mastitis.
Mastitis biasanya dimulai dari pengeluaran ASI yang tidak lancar. Jika bayi tidak melekat dengan baik atau kesulitan menyusu, sebagian payudara mungkin tidak kosong saat menyusui. Memperbaiki posisi dan pelekatan bayi dapat mengurangi risiko mastitis berulang. Jika ragu, hubungi bidan, tenaga kesehatan, atau konselor menyusui.
Jika mastitis kambuh setelah menyelesaikan antibiotik atau gejalanya sangat berat, sebaiknya sampel ASI diperiksa untuk mengetahui jenis bakteri. Ini membantu dokter memilih antibiotik yang tepat (Jahanfar et al., 2013). Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai anjuran agar sembuh total dan mencegah kekebalan bakteri (NICE NG15).
Langkah-langkah ini juga membantu mengatasi saluran tersumbat dan payudara penuh. Sebagian besar kasus mastitis membaik dengan cara ini.
Mastitis bisa berkembang menjadi abses (kumpulan nanah yang nyeri).
Segera cari bantuan medis jika mengalami:
Ini bisa menjadi tanda mastitis berkembang menjadi sepsis, yang merupakan kondisi darurat medis dan membutuhkan perawatan rumah sakit serta antibiotik infus.
Informasi ini berasal dari Drugs in Breastmilk Service.
WHO merekomendasikan Flucloxacillin 500 mg empat kali sehari sebagai pilihan pertama. Jika alergi penisilin, bisa menggunakan erythromycin 250–500 mg empat kali sehari atau cefalexin 250–500 mg empat kali sehari. (Jahanfar et al., 2013).
Penting: Menyusui tidak boleh dihentikan saat mengalami mastitis.
Catatan: Antibiotik kadang membuat bayi BAB lebih cair, rewel, atau kembung sementara. Biasanya akan membaik setelah pengobatan selesai.
Terkait mastitis lainnya:
Mommy bisa memanfaatkan Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam untuk mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai kondisi Mommy dan si Kecil.
Yuk, simpan artikel ini dan bagikan ke sesama Mommy supaya makin banyak yang teredukasi!
Jahanfar S, Ng CJ, Teng CL. Antibiotics for mastitis in breastfeeding women. Cochrane Database of Systematic Reviews 2013, Issue 2. Art. No.: CD005458. DOI:10.1002/14651858.CD005458.pub3 http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/14651858.CD005458.pub3/abstract (accessed 19 November 2020)
Crepinsek MA, Crowe L, Michener K, Smart NA. Interventions for preventing mastitis after childbirth. Cochrane Database of Systematic Reviews 2012, Issue 10. Art. No.: CD007239. DOI:10.1002/14651858.CD007239.pub3. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/14651858.CD007239.pub3/full (December 2022)
Hale T., Medications and Mothers’ Milk 2014 (16th Ed),
NICE guideline [NG194] Published: 20 April 2021 https://www.nice.org.uk/guidance/ng194/chapter/Recommendations (accessed December 2022)
World Health Organization. 2000, Mastitis: causes and management, WHO: Geneva http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/66230/1/WHO_FCH_CAH_00.13_eng.pdf?ua=1.(accessed December 2022)
NICE guidelines [NG15] Antimicrobial stewardship: systems and processes for effective antimicrobial medicine use www.nice.org.uk/guidance/ng15 (accessed December 2022)
NHS Choices: Sepsis www.nhs.uk/conditions/Bloodpoisoning/Pages/Introduction.aspx (accessed December 2022)
Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) (2012) Green–top Guideline No. 64b. Bacterial Sepsis following Pregnancy: 6.1. www.rcog.org.uk/globalassets/documents/guidelines/gtg_64b.pdf (accessed December 2022)
Unicef: https://www.unicef.org.uk/babyfriendly/wpcontent/uploads/sites/2/2016/10/mothers_breastfeeding_checklist.pdf (Accessed December 2022)
Mitchell, K. B., Johnson, H. M., Rodríguez, J. M., Eglash, A., Scherzinger, C., Zakarija-Grkovic, I., Cash, K. W., Berens, P., Miller, B., & Academy of Breastfeeding Medicine (2022). Academy of Breastfeeding Medicine Clinical Protocol #36: The Mastitis Spectrum, Revised 2022 Breastfeeding medicine : the official journal of the Academy of Breastfeeding
Medicine, 17(5), 360–376. https://doi.org/10.1089/bfm.2022.29207.kbm
Douglas P. (2022). Re-thinking benign inflammation of the lactating breast: Classification,
prevention, and management. Women’s health (London, England), 18, 17455057221091349.
https://doi.org/10.1177/17455057221091349
Original leaflet compiled by Wendy Jones MBE Pharmacist and Phyll Buchanan
Breastfeeding Network Supporter and Tutor, in 2015. With thanks to Magda Sachs who
developed earlier versions
Original article: https://www.breastfeedingnetwork.org.uk/breastfeeding-information/mastitis-breastfeeding
Please note this information is not yet available in print. The previous print version has now been withdrawn and should no longer be used.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mimo adalah bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berfokus untuk mendampingi para ibu menyusui di seluruh Indonesia melalui informasi yang akurat, empatik, dan mudah dipahami. Dengan semangat “Sahabat Pejuang ASI”, Mimo berbagi wawasan seputar laktasi, nutrisi ibu dan bayi, serta tips menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa menyusui. Setiap tulisan Mimo terinspirasi dari pengalaman nyata ibu-ibu Indonesia yang berjuang memberikan ASI terbaik bagi buah hatinya.
Ya, ASI tetap aman untuk bayi meskipun ibu mengalami mastitis, bahkan jika sedang minum antibiotik yang diresepkan dokter. Justru menyusui membantu proses penyembuhan.